Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Siap Goyang Pasar, Peluncuran Chip AI Huawei Ascend 910D Diklaim Bisa Tandingi Dominasi Nvidia H100

Aris Hariyanto • Kamis, 1 Mei 2025 | 01:25 WIB
Ilustrasi Chip AI Huawei Ascend 910D  dan Nvidia H100.
Ilustrasi Chip AI Huawei Ascend 910D dan Nvidia H100.

RADARSEMARANG.ID - Huawei kembali membuat gebrakan dengan menghadirkan chip AI terbarunya yang diberi nama Ascend 910D.

Chip AI Huawei terbaru ini digadang-gadang mampu mengimbangi bahkan menyaingi performa Nvidia H100, yang selama ini mendominasi dunia komputasi AI.

Ascend 910D diklaim memiliki performa tinggi dan efisiensi energi yang luar biasa. Hal ini tampak menjadi sinyal kuat bahwa Huawei siap bertarung di arena teknologi chip AI.

Terlebih lagi, chip ini merupakan bagian dari strategi besar Huawei untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri, sebuah langkah yang dinilai visioner.

Melansir dari sumber internal Huawei, Ascend 910D telah melalui berbagai uji coba intensif dan hasilnya menjanjikan.

Pengiriman sampel pertama dijadwalkan pada akhir Mei 2025. Ini artinya, mereka akan mengawali produksi massal yang akan mengubah peta persaingan global.

Sementara itu, Ascend 910D menawarkan performa tinggi yang mampu menangani pelatihan model AI berskala besar dengan kecepatan lebih baik dari Nvidia H100.

Mereka merancang Chip AI ini untuk mengoptimalkan efisiensi energi, dan menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai aplikasi komputasi berat.

Tidak hanya itu, Huawei juga mengintegrasikan teknologi lokal dalam pengembangan Ascend 910D.

Adapun alasannya untuk mengurangi risiko ketergantungan pada chip impor, terutama di tengah pembatasan ekspor chip AI dari Amerika Serikat ke China.

Berdasarkan laporan dari Wall Street Journal, Huawei telah menunjukkan kemajuan yang berarti dalam pengembangan GPU AI Ascend 910D.

Perusahaan tersebut juga dilaporkan telah melakukan komunikasi dengan beberapa perusahaan China lainnya untuk menjalin kemitraan dalam pengujian chip AI ini.

Dikutip dari sosial media Weibo, beberapa analis industri percaya bahwa Ascend 910D adalah tonggak penting dalam perjalanan Huawei.

Jika berhasil, chip ini bisa menjadi pelopor transformasi teknologi domestik, sekaligus memperkuat posisi Huawei di pasar semikonduktor global.

Disisi lain, Nvidia memperkirakan penurunan pendapatan sebesar US$5,5 miliar setelah AS mewajibkan lisensi untuk penjualan chip H20 ke China.

Pembatasan ini disebutnya akan berlaku tanpa batas waktu, mengingat chip tersebut dapat digunakan untuk superkomputer di China.

Alhasil, pihak Nvidia merasa khawatir hal tersebut dapat menghambat ekspor mereka di tengah persaingan AI global.

Kekhawatiran mereka semakin meningkat setelah peluncuran DeepSeek, chatbot AI dari China, yang menunjukkan potensi pemanfaatan teknologi chip canggih.

Lebih lanjut, Chip H20 dirancang sesuai peraturan ekspor Biden setelah larangan penjualan GPU AI ke China, namun kini juga terkena pembatasan baru.

Akibatnya, saham Nvidia dilaporkan turun lebih dari 5% dan saham AMD juga turun sekitar 5,9%.

Editor : Baskoro Septiadi
#Chip AI Huawei Ascend 910D #Nvidia H100 #Chip AI Huawei #China #GPU AI #huawei #nvidia #amerika serikat #Ascend 910D #teknologi chip AI #pembatasan ekspor #chip ai #Model AI