Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Warna OLO yang Baru ditemukan Ilmuwan Lihatnya Pakai Sinar Laser

Falakhudin • Sabtu, 26 April 2025 | 12:46 WIB
Warna OLO itu apa sih? Yang Baru Ini ditemukan Ilmuwan Lihatnya Pakai Alat
Warna OLO itu apa sih? Yang Baru Ini ditemukan Ilmuwan Lihatnya Pakai Alat

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Para ilmuwan dari Universitas California, Berkeley, mengklaim telah menemukan warna baru yang belum pernah dilihat oleh manusia sebelumnya.

Dengan alat eksperimen yang disebut “Oz vision”, terdapat lima orang, termasuk peneliti, yang berhasil melihat warna yang dijuluki dengan “Olo” ini.

Dilansir dari Live Science, warna Olo digambarkan sebagai warna biru-hijau dengan saturasi jenuh yang belum pernah dilihat sebelumnya.

 

“Kami memperkirakan sejak awal bahwa sinyal itu akan tampak seperti sinyal warna yang belum pernah ada sebelumnya,” ujar seorang insinyur listrik di Universitas California, Ren Ng.

“Tetapi kami tidak tahu apa yang akan dilakukan otak terhadap sinyal itu,” tambahnya.

Olo, warna yang baru saja diumumkan para peneliti.

Bukan ungu, bukan turquoise, bukan juga warna langit senja, tapi warna yang belum pernah Anda lihat seumur hidup.

 

Warna ini bahkan disebut tidak akan muncul di layar, lukisan, atau kotak krayon mana pun.

Namanya olo, dan Anda hanya bisa melihatnya jika mata disinari laser khusus.

Itulah yang baru saja diumumkan oleh sekelompok ilmuwan dari University of California, Berkeley.

Lewat penelitian selama empat tahun, mereka berhasil “menunjukkan” warna olo kepada lima partisipan dengan cara yang sangat teknis, yaitu menyinari sel-sel penglihatan di retina secara presisi menggunakan laser.

Profesor Ren Ng, salah satu peneliti, menyebut olo sebagai warna biru kehijauan yang paling intens di dunia.

 

Bayangkan perpaduan antara warna merak dan lautan dalam, tapi dengan saturasi yang lebih kaya dari apa pun yang bisa dilihat mata manusia dalam kondisi normal.

“Bisa dibilang seperti teal, atau hijau-merak,” kata Ng. “Tapi lebih dari itu, karena saturasinya. Sangat memikat.” Katanya, melansir USA Today.

 

Namun, jangan berharap bisa mengecat kamar tidur dengan olo atau menemukan baju dengan warna ini.

Warna olo tidak muncul dalam cahaya biasa.

Warna ini hanya bisa “dimunculkan” dengan merangsang sel kerucut M di retina, tanpa menyentuh dua jenis sel lainnya, S dan L.

 

Dalam penglihatan normal, ini tidak mungkin terjadi secara alami.

Untuk menampilkan olo, para peneliti menggunakan teknologi laser yang bisa mengontrol respons hingga 1.000 fotoreseptor di mata secara individual.

Saat hanya sel M yang aktif, otak menerima sinyal warna yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Dari lima orang yang mengalaminya, semua setuju bahwa olo tidak bisa disamakan dengan warna yang ada.

Saat diminta mencocokkan warnanya, mereka hanya bisa mendekati dengan warna teal biasa, yang sebenarnya jauh dari intensitas warna asli olo.

 

 

Meski terlihat seperti eksperimen artistik, riset ini punya implikasi besar dalam dunia medis.

Teknologi yang dikembangkan berpotensi membantu pengobatan buta warna, mendiagnosis penyakit retina, hingga memahami bagaimana otak mengolah informasi visual.

“Ini akan membuka banyak peluang penelitian lanjutan,” kata Hannah Doyle, mahasiswa doktoral yang terlibat dalam studi.

Rekannya, Profesor Austin Roorda, menambahkan bahwa teknologi ini bisa merevolusi pemetaan penglihatan dan meningkatkan koreksi gangguan penglihatan secara presisi.

 

Baca Juga: Cara Cek NISN Siswa Secara Online Untuk SPMB 2025 SD Sampai Kuliah

 

Tidak semua ilmuwan sepakat. John Barbur, pakar penglihatan dari City St George’s, London, mengatakan bahwa olo mungkin hanyalah versi sangat jenuh dari hijau, bukan warna baru dalam arti sejati.

Namun begitu, ia mengakui bahwa cara olo muncul memang sangat unik dan tidak mungkin terjadi dalam penglihatan sehari-hari.

Tim Berkeley tidak berambisi menjadikan olo sebagai tren warna baru.

“Olo adalah titik awal, bukan titik akhir,” kata Ng.

Fokus mereka sekarang adalah menyempurnakan teknologi yang bisa mengungkap potensi lain dalam persepsi manusia. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#informasi visual #universitas california #warna olo #teknologi laser #Oz vision #Olo adalah