Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Gempuran Teknologi AI DeepSeek tidak membuat Bos Meta Mark Zuckerberg Khawatir

Falakhudin • Jumat, 31 Januari 2025 | 13:07 WIB
Gempuran Teknologi AI DeepSeek tidak membuat Bos Meta Mark Zuckerberg Khawatir
Gempuran Teknologi AI DeepSeek tidak membuat Bos Meta Mark Zuckerberg Khawatir

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Dilansir dari The Associated Press, DeepSeek didirikan pada 2023 di Hangzhou, Tiongkok, oleh Liang Wenfeng, mantan pendiri hedge fund High-Flyer yang fokus pada perdagangan kuantitatif berbasis AI. 

High-Flyer dikenal karena menggunakan 10.000 chip grafis Nvidia A100 sebelum AS membatasi ekspor chip tersebut ke Tiongkok pada 2022.

Setelah pembatasan itu, DeepSeek menggunakan chip Nvidia H800 yang memiliki performa lebih rendah tetapi tidak terkena larangan ekspor.

 

Dengan pendekatan ini, DeepSeek menunjukkan bahwa pengembangan AI mutakhir tidak selalu membutuhkan perangkat keras paling mahal.

DeepSeek mulai menarik perhatian setelah meluncurkan model AI yang diklaim setara dengan ChatGPT dari OpenAI, namun lebih hemat biaya.

Model terbarunya, R1, dipuji karena kemampuan “reasoning” yang canggih, termasuk menyelesaikan masalah matematika dengan pendekatan ulang.

Salah satu keunikan DeepSeek adalah prinsip open source yang diterapkan, memungkinkan pengembang lain mengakses dan memodifikasi sebagian besar komponennya.

 

Namun, data yang digunakan untuk melatih model ini belum diungkapkan ke publik.

Stacy Rasgon, analis di Bernstein, menyebut teknologi DeepSeek mengesankan tetapi memperingatkan agar tidak berlebihan dalam menilai dampaknya. 

“Model yang mereka buat luar biasa, tetapi ini bukan sesuatu yang revolusioner,” kata Rasgon.

Lennart Heim, peneliti dari Rand Corp, mencatat bahwa kemajuan DeepSeek menunjukkan kemampuan China mendekati level teknologi AI AS dalam waktu singkat. 

“Saya dulu berpikir OpenAI adalah pemimpin yang tak tergoyahkan, tetapi DeepSeek membuktikan hal sebaliknya,” ujarnya.

 

Peluncuran DeepSeek memunculkan perdebatan tentang bagaimana AS seharusnya bersaing dengan China dalam teknologi AI. 

Venture capitalist Marc Andreessen menyebut model R1 sebagai “Sputnik moment” bagi AI, merujuk pada peluncuran satelit Soviet pada 1957 yang memicu perlombaan luar angkasa dengan AS.

Beberapa analis menilai peluncuran ini memiliki dimensi politis.

Gregory Allen, direktur Wadhwani AI Center di Center for Strategic and International Studies, mengatakan, “Inovasi teknologi ini nyata, tetapi waktunya bersifat politis.”

Menurut Allen, langkah ini mengingatkan pada peluncuran ponsel baru Huawei di tengah diskusi ekspor AS pada 2023, yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa sanksi AS tidak efektif.

 

Kabar ini turut mengguncang pasar saham, dengan saham Nvidia turun 17 persen pada Senin. Meski begitu, Nvidia memuji langkah DeepSeek sebagai “kemajuan AI yang luar biasa” dengan memanfaatkan perangkat keras yang sesuai dengan aturan ekspor.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menyebut keberhasilan DeepSeek sebagai “wakeup call” bagi industri AS. 

Berbicara di hadapan anggota Partai Republik di Miami, ia menegaskan perlunya fokus pada persaingan untuk memastikan AS tetap unggul.

Keberhasilan DeepSeek ini membuktikan bahwa China dapat mengejar ketertinggalan dalam pengembangan teknologi AI global dengan efisiensi biaya. 

Teknologi kecerdasan buatan AI asal China, DeepSeek mengguncang dunia.

Platform ini menyediakan layanan lebih baik dan murah ketimbang ChatGPT yang lebih dulu hadir. 

 

Bahkan kehadiarannya membuat bursa saham teknologi di Wall Street, Amerika Serikat (AS) terguncang.

Mereka kehilangan uang hingga ribuan triliun rupiah.

“DeepSeek memiliki potensi untuk mengubah cara kita melihat pasar keuangan.

Teknologi mereka tidak hanya cepat, tetapi juga sangat presisi, yang bisa menjadi game-changer dalam industri ini,” ujar Jonathan Miller, seorang analis keuangan senior di Wall Street. 

Namun, gebrakan DeepSeek tidak membuat CEO Meta Mark Zuckerberg khawatir.

Dalam sesi tanya jawab dengan analis Wall Street, Zuckerberg menjawab beberapa pertanyaan tentang model AI DeepSeek yang mengesankan dan apa implikasinya terhadap strategi AI Meta. 

 

Penemu Facebook tersebut mengatakan, apa yang mampu dicapai DeepSeek dengan dana yang relatif sedikit hanya memperkuat keyakinan hal benar untuk menjadi fokus.

Meta berencana mengimplementasikan kemajuan DeepSeek ke dalam proggram Llama. 

Zuckerberg mencoba menghilangkan kekhawatiran miliaran dolar AS yang dibelanjakan untuk GPU akan sia-sia.

“Saya terus berpikir bahwa berinvestasi dalam jumlah besar pada belanja modal dan infrastruktur  akan menjadi keuntungan strategis seiring berjalannya waktu,” kata Zuckerberg.

Dia mengungkapkan hal ini tidak berarti Anda memerlukan lebih sedikit komputasi karena dapat menerapkan lebih banyak komputasi pada waktu inferensi untuk menghasilkan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dan kualitas layanan lebih baik. 

 

Meta bersiap untuk merilis Llama 4 dengan kemampuan multimodal dan “agentik” dalam beberapa bulan mendatang.

Dia memperkirakan asisten AI Meta dapat menjangkau 1 miliar pengguna tahun ini.

Llama 4 dapat menetapkan standar baru di dunia AI dan membantu Meta menjadi pemimpin dalam AI open source. 

Zuckerberg menyebut 2025 sebagai tahun penting bagi pengembangan AI.

Dia mengklaim AI di Meta dan perusahaan teknologi lainnya dapat secara efektif menggantikan engineer tingkat menengah yang saat ini menulis kode.

 

Ini akan menjadi perubahan besar cara perusahaan teknologi mendekati pengembangan perangkat lunak.

Meta juga berfokus pada perluasan asisten AI, Meta AI, yang diharapkan Zuckerberg akan menjangkau lebih dari satu miliar pengguna pada akhir tahun.

 

Pendekatan Meta terhadap artificial intelligence difokuskan pada personalisasi.

Hal tersebut menawarkan pengalaman kepada pengguna sesuai dengan preferensi, minat, dan budaya masing-masing.

 

Zuckerberg yakin sentuhan personal inilah yang akan membedakan Meta dari para pesaing.

“Kami percaya tidak semua orang ingin menggunakan AI yang sama. Orang ingin AI mereka dipersonalisasi sesuai konteks, minat, kepribadian, dan budaya mereka,” ujarnya. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#gebrakan DeepSeek #kemajuan DeepSeek #DeepSeek didirikan pada 2023 di Hangzhou #teknologi DeepSeek #Teknologi kecerdasan buatan AI asal China #keunikan DeepSeek adalah #DeepSeek mengguncang dunia #Artificial Intelligence #Peluncuran DeepSeek #Penemu Facebook #DeepSeek menggunakan chip Nvidia H800 #keberhasilan DeepSeek #CEO Meta Mark Zuckerberg #Liang Wenfeng #Wall Street #Meta bersiap untuk merilis Llama 4 #presiden donald trump