RADARSEMARANG.ID - Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC mengungkapkan potensi penyebab Pusat Data Nasional down.
Melalui Chairman Pratama Persadha, pihakknya mengonfirmasi sebanyak empat potensi yang menjadi sebab akes PDN mengalami gangguan.
Menurut Pratama dalam pernyataannya, jika terjadi gangguan akibat serangan siber, risiko yang dihadapi akan semakin meningkat.
Gangguan tersebut tidak hanya mengganggu layanan, tetapi juga dapat menyebabkan kebocoran data pribadi.
Sebelumnya, terdapat catatan serangan siber terhadap sistem layanan imigrasi yang menyebabkan terjadinya kebocoran data paspor sebanyak 34 juta data.
Menurut Pratama Persadha, ada empat potensi penyebab Pusat Data Nasional down, atau mengalami gangguan.
Diantaranya adalah gangguan suplai listrik, kerusakan server, gangguan koneksi internet, serta serangan siber seperti DDoS atau Ransomware.
Namun, gangguan yang terjadi di Pusat Data Nasional kemungkinan disebabkan oleh serangan siber menggunakan Ransomware.
Akibat dari serangan tersebut, ia menyimpukan gangguan ini mirip dengan yang dialami oleh Bank Syariah Indonesia atau BSI.
Menurutnya, jika memang masalah yang dihadapi oleh Pusat Data Nasional adalah masalah teknis, tidak akan memakan waktu yang lama.
Masalah pasokan listrik dapat segera diatasi dengan menggunakan sumber listrik dari gardu lain atau menggunakan genset untuk sementara.
Sedangkan jika masalahnya adalah koneksi internet seperti putusnya kabel fiber optik, solusinya dapat ditangani dengan cepat menggunakan koneksi radio Point-to-Point yang memiliki bandwidth besar dan instalasinya tidak memakan waktu lama.
Jika penyebabnya adalah serangan DDoS, waktu penanggulangan dapat dipersingkat dengan menggunakan perangkat Anti-DdoS.
Kemudian melakukan kerja sama dengan penyedia layanan ISP untuk meningkatkan kapasitas bandwidth.
Melihat situasi ini, Pratama menyatakan bahwa penggunaan PDN dapat membahayakan negara jika tidak dilengkapi dengan keamanan kuat.
Selanjutnya Ia menyarankan perlunya Business Continuity Plan (BCP) untuk mengurangi risiko ketergantungan pada infrastruktur PDN.
“Pusat Data Nasional harus menjelaskan penyebab gangguan dan dan risikonya secara gamblang,” ungkap Pratama.
Editor : Baskoro Septiadi