RADARSEMARANG.ID - Sektor telekomunikasi menjadi salah satu perhatian publik ditengah pesatnya perkembangan teknologi.
Dalam perkembangannya telah mengubah gaya hidup masyarakat yang tak terlepas dari teknologi jaringan internet, dari WAP GPRS hingga 5G.
Generasi terbaru jaringan telekomunikasi 5G dikabarkan untuk mengubah cara komunikasi dan konektivitas internet berjalan cepat.
Teknologi 5G disebutnya merupakan generasi kelima dari teknologi seluler nirkabel yang menjanjikan perubahan besar dalam konektivitas digital.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, 5G (Fifth Generation) dapat memberikan kecepatan unduh dan unggah yang lebih tinggi.
Selain itu juga memungkinkan koneksi lebih stabil, dan kapasitas lebih besar dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Jaringan 5G ini diklaim lebih cepat dan dapat diandalkan daripada jaringan 4G yang populer saat ini.
Hal tersebut berpotensi mengubah cara kita menggunakan internet untuk mengakses aplikasi, media sosial, dan informasi.
Teknologi 5G beroperasi berdasarkan standar global ‘Radio’ dengan memanfaatkan spektrum yang tidak digunakan dalam 4G.
Antena inovatif dalam teknologi 5G diketahui menggunakan sistem MIMO yang berproses secara masif.
Hal itu memungkinkan pemancar dan penerima dapat mentransfer lebih banyak data secara bersamaan, serta meningkatkan efisiensi jaringan secara signifikan.
Selain itu, teknologi 5G juga mengadopsi konsep jaringan heterogen yang terkonvergensi dengan menggabungkan teknologi nirkabel berlisensi dan Non-lisensi.
Dengan kemampuannya tersebut, jaringan 5G diketahui menghadirkan berbagai kelebihan dalam konektivitasnya.
Kelebihan teknologi 5G diklaim mampu mengurangi konsumsi energi sebesar 10 persen dengan lalu lintas data yang lebih efisien.
Jaringan 5G memiliki latensi sekitar 4-5 ms hingga 1 ms, memungkinkan pengguna menonton video berkualitas tinggi tanpa buffering.
Kelebihan lainnya adalah jaringan 5G ini memiliki subcarrier spacing hingga 15 kHz dibandingkan dengan LTE.
Hal tersebut dikabarkan dapat membuat jaringan 5G mampu mengakomodasi lebih banyak perangkat pintar.
Meski demikian, jaringan 5G juga mempunyai beberapa kelemahan yang jarang diketahui orang.
Salah satu kelemahan yang disorot adalah tentang keamanan dan privasi pengguna yang rentan dengan serangan siber.
Jika tidak hati-hati, pengguna jaringan 5G dapat menjadi sasaran empuk kejahatan siber yang memanfaatkan kecepatan konektivitas dalam kemudahan transfer data dengan kualitas tinggi.
Perlu dikeahui, jaringan 5G menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi (mmWave) yang belum pernah digunakan sebelumnya dalam jaringan seluler.
Hal tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran tentang efek radiasi 5G terhadap kesehatan manusia.
Penelitian tentang efek radiasi 5G dikethaui masih terus berlangsung, dan belum ada bukti konklusif tentang bahayanya.
Namun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan radiasi 5G dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh, gangguan tidur atau insomnia hingga kerusakan DNA yang dapat meningkatkan resiko kanker.
Editor : Baskoro Septiadi