Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

200 Data Pengguna Facebook Marketplace Dilaporkan Bocor, IntelBroker Ungkap Hal ini

Aris Hariyanto • Kamis, 29 Februari 2024 | 01:51 WIB
Ilustrasi kebocoran data.
Ilustrasi kebocoran data.

RADARSEMARANG.ID - Data pengguna Facebook Marketplace dilaporkan mengalami kebocoran belum lama ini.

Keterangan tersebut diketahui melalui sebuah forum hacker dari salah satu pengguna yang mempublikasikannya ke publik.

Dalam keterangannya, sebanyak 200 ribu data pengguna Facebook Marketplace terungkap dan tersebar di dunia maya.

Informasi yang tersebar berupa data sensitif yang meliputi nomor ponsel, alamat email, dan informasi pribadi lainnya yang digunakan oleh pengguna saat bertransaksi.

Menurut laporan dari BleepingComputer, bocoran informasi tersebut telah menarik perhatian utama dalam bidang keamanan cyber yang menunjukkan kelemahan signifikan dalam sistem keamanan Facebook.

Menurut IntelBroker, sebagian database Facebook Marketplace telah disusupi dan data yang terbongkar telah diverifikasi.

Mereka mencurigai seorang pelaku dengan sebutan 'Algoatson' di platform Discord, telah berhasil meretas sistem kontraktor Meta.

IntelBroker mengklaim penjahat siber tersebut (Algoatsan) pada Oktober 2023 telah melanggar kontraktor Meta yang mengelola layanan Cloud untuk Facebook.

“Algoatsan mencuri sebagian database penggunanya yang berisi 200 ribu entri," lanjut klaim IntelBroker.

IntelBroker yang mengklaim keabsahan kebocoran data Facebook Marketplace, bukanlah entitas baru dalam dunia kejahatan siber.

Mereka diduga terlibat dalam beberapa pelanggaran keamanan siber yang signifikan, termasuk kasus pelanggaran DC Health Link.

Insiden tersebut telah memicu sidang kongres setelah diketahui data pribadi anggota dan staf Dewan Perwakilan AS bocor di dunia maya.

Sementara itu, pihak Meta belum memberikan respons resmi terkait insiden kebocoran data Facebook Marketplace.

Hal tersebut dikabarkan telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna Facebook dan komunitas digital lainnya.

Di sisi lain, Meta diketahui telah mengalami beberapa kejadian kebocoran data yang merugikan pengguna.

Pada November 2022, Meta didenda sebesar €265 juta atau sekitar Rp4,4 triliun karena gagal melindungi informasi pribadi pengguna Facebook.

Namun demikian, kebocoran data massal yang pernah terjadi pada April 2021 menjadi pukulan yang lebih besar bagi Meta.

Lebih dari 533 juta akun Facebook terdampak, termasuk informasi data sensitif mereka, seperti nomor ponsel, ID Facebook hingga alamat email.

Bahkan pendiri Facebook seperti Mark Zuckerberg, Chris Hughes, dan Dustin Moskovitz juga terkena dampak dari kebocoran tersebut.

Editor : Baskoro Septiadi
#marketplace #mark zuckerberg #Facebook #kebocoran data #Discord