RADARSEMARANG.ID - OpenAI, perusahaan yang terkenal dengan chatbot ChatGPT, baru saja meluncurkan Sora, model kecerdasan buatan (AI) generatif terbaru miliknya.
Peluncuran Sora diluncurkan pada Jumat (16/2), dan dianggap sebagai salah satu model AI generatif video tercanggih saat ini.
Menurut laman OpenAI menyebutkan, Sora bisa menciptakan video yang realistis, detail, dan sesuai dengan instruksi pengguna.
Sora menggunakan teknologi deep learning dan computer vision untuk menghasilkan gambar, suara, dan gerakan yang menyerupai video asli.
Selain itu, Sora mampu membuat video berdurasi hingga satu menit dengan hanya berdasarkan teks yang diketikkan pengguna.
Meski demikian, Sora diketahui juga dapat melengkapi video yang sudah ada dengan intruksi teks tambahan.
Namun, kehadiran Sora dengan fitur text-to-video AI ini terlihat menimbulkan kekhawatiran di kalangan netizen.
Banyak yang khawatir bahwa, Sora bisa disalahgunakan untuk membuat video palsu atau deepfake yang bisa merusak reputasi atau kepercayaan orang lain.
Beberapa netizen juga merasa bahwa Sora mengancam kreativitas dan orisinalitas para pembuat konten video.
“ini semua sangat menyenangkan sampe² lu dituduh pengadilan melakukan tindak kejahatan dengan bukti video yang ga pernah lu lakuin pada kenyataannya,” tulis netizen @jujujuju*****.
“Gara-gara adanya AI banyak orang yang menyalahgunakannya,” tulis netizen @jodip*****.
Namun, terdapat juga netizen yang terpantau kocak menanggapi kehadiran Sora dengan membandingkannya dengan artis panas jepang.
“Pilih sora ai atau sora aoi?,” tulis akun @angga****.
“Sekarang gampang kalau mau nyeritain mimpi semalam” tulis netizen ijang*****
Netuzen lain menambahkan “Kasian si ai. Banyak kali kerjaannya dia. Tar dia ngamooook”.
Sementara itu, OpenAI sendiri menyatakan bahwa Sora dibuat untuk tujuan edukasi, hiburan, dan penelitian.
OpenAI juga mengklaim bahwa Sora memiliki mekanisme deteksi dan pencegahan untuk menghindari penggunaan yang tidak etis atau ilegal.
Mereka berharap, Sora dapat menjadi alat yang bermanfaat dan menginspirasi bagi banyak orang.
Editor : Baskoro Septiadi