Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Viral Robot Tesla Diduga Lepas Kendali dan Serang Pekerjanya Hingga Terluka, Begini Kejadiannya

Aris Hariyanto • Sabtu, 6 Januari 2024 | 03:27 WIB
Ilustrasi Robot Tesla.
Ilustrasi Robot Tesla.

RADARSEMARANG.ID - Robot Tesla dikabarkan telah menyerang pekerja pabrik di perusahaan Giga Texas dekat Austin, Amerika Serikat (AS).

Dua orang saksi merasa ketakutan ketika melihat kejadian tersebut saat rekan kerja mereka diserang oleh Robot Tesla.

Diketahui, Robot Tesla tersebut telah dirancang yang digunakan untuk mengambil dan memindahkan bagian-bagian mobil yang baru dicor.

Dilansir dari JawaPos.com, Robot Tesla itu diduga menyerang seorang insinyur yang bekerja di pabrik dekat Austin tersebut.

Menurut keterangannya, Robot Tesla menyerang dengan menusukkan cakar logam ke punggung dan lengan korban.

Hal tersebut diketahui setelah terdapat jejak darah yang terlihat di sepanjang permukaan pabrik.

Saat itu, robot tersebut tiba-tiba kehilangan kendali dan menyerang seorang insinyur yang sedang memprogram perangkat lunak untuk dua robot Tesla yang rusak.

Dalam kejadian tersebut, korban mengalami luka terbuka di tangan kirinya yang terungkap pada laporan cedera tahun 2021.

Walaupun robot lainnya tidak ada yang cedera, kejadian tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran selama bertahun-tahun mengenai risiko robot otomatis di tempat kerja, terutama di Tesla.

Namun begitu, laporan cedera pada tahun 2021 yang diajukan ke regulator wilayah Travis dan federal telah mencatat kejadian tersebut.

Dikabarkan, setelah mengalami serangan dari Robot Tesla, insinyur tersebut dianggap tidak perlu mengambil cuti.

Kejadian penyerangan robot tersebut bukanlah satu-satunya insiden kecelakaan kerja yang terjadi di pabrik Tesla.

Menurut prngacara yang mewakili pekerja di perusahaan itu, jumlah cedera akibat kecelakaan yang terjadi di pabrik tersebut tidak dilaporkan.

Pengacara tersebut menyatakan bahwa pelaporan tersebut mencakup berbagai hal, termasuk kejadian tragis kematian seorang pekerja konstruksi pada 28 September 2021.

Pekerja konstruksi tersebut telah dikontrak untuk membantu dalam proses pembangunan pabrik tersebut.

Seorang pengacara dari organisasi nirlaba Workers Defense Project, Hannah Alexander mengatakan “Saran saya adalah membaca laporan itu dengan hati-hati”.

Hannah mengungkapkan bahwa banyak pekerja yang terluka dan satu pekerja meninggal, tetapi tidak tercatat dalam laporan.

Editor : Baskoro Septiadi
#ROBOT #VIRAL #Tesla