RADARSEMARANG.ID - Tegal menyimpan banyak sekali lokasi bersejarah yang memiliki latar belakang tersendiri di setiap tempatnya.
Salah satunya adalah Brug Abang yang berlokasi di Desa Pesayangan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.
Menurut Bahasa Tegal, Brug Abang berasal dari kata Brug yang berarti Jembatan dan Abang yang artinya merah.
Sehingga bisa diartikan sebagai Jembatan Merah, Brug Abang membentang diatas Sungai Kaligung atau didekat Bendungan Pesayangan.
Sedangkan nama jembatan merah sendiri bukan berarti diambil dari warna jembatan tersebut.
Namun ada peristiwa kelam yang menjadi latar belakang pemberian istilah jembatan tersebut.
Jembatan ini menjadi saksi bisu peristiwa Tiga Daerah yang dikenal sebagai Pemberontakan Kutil pada November 1945.
Pemberontakan ini terjadi akibat adanya penentangan terhadap pejabat saat itu yang dinilai masih berafiliasi dengan penjajah Jepang dan Belanda.
Saat itu banyak para pejabat dan pamong praja yang dianggap sebagai penentang karena pernah bekerja sama dengan penjajah.
Para korban yang tertangkap saat itu kemudian di eksekusi di dekat jembatan daerah Pesayangan itu.
Kemudian korban yang telah dibantai dibuang ke sungai, karena banyaknya korban membuat sungai berubah menjadi merah.
Karena kejadian itulah jembatan di dekat bendungan itu dikenal sebagai jembatan merah atau Brug Abang.
Editor : Baskoro Septiadi