RADARSEMARANG.ID - Stasiun Semarang Poncol merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Semarang yang berusia 110 tahun.
Bangunan yang kini masih terjaga keaslinnnya itu merupakan karya dari salah satu arsitek ternama era Hindia Belanda.
Sosok arsitek tersebut adalah Henri MacLaine Pont, seorang aristek Belanda yang terkenal dengan konsep bangunan Indish.
Karyanya banyak tersebar dibeberapa daerah di Indonesia salah satunya adalah Stasiun Semarang Poncol.
Selain itu ada bangunan megah lainnya yang menjadi karya Pont di daerah lain seperti Bogor, Kediri, dan Tegal.
Bahkan di Kota Tegal sendiri terdapat 2 bangunan yang menjadi hasil karya arsitek besar ini.
Semua bangunan karya Henri di Kota Bahari masih dapat disaksikan hingga saat ini dan menjadi cagar budaya.
1. Gedung SCS atau Birao
Karya Pont yang pertama adalah Gedung SCS atau yang biasa dikenal sebagai Gedung Birao oleh warga Tegal.
Sesuai namanya, gedung ini awalnya digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api SCS (Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij).
Dalam sejarahnya, gedung ini merupakan hasil rancangan arsitek, Henri MacLaine Pont yang dimulai tahun 1884.
Bangunan gedung megah ini akhirnya selesai pada tahun 1914 dan mulai digunakan untuk pusat kegiatan perusahaan SCS.
SCS sendiri merupakan perusahaan kereta api swasta Belanda yang beroperasi di jalur Cirebon hingga Semarang.
Jalurnya melayani penumpang dan barang dari Stasiun Cirebon Prujakan hingga Stasiun Semarang Poncol.
Maka tak heran jika Stasiun Poncol dan Gedung SCS memiliki arsitek yang sama karena dibawah naungan perusahaan yang sama.
Dalam perjalanannya Gedung SCS menghadapi beberapa perubahan pengelola, pasca kedatangan Jepang gedung ini difungsikan sebagai markas tentara.
Bahkan didepan gedung ini sempat terjadi pertempuran tentara Jepang dengan para pemuda Kota Tegal.
Pasca kemerdekaan gedung ini sempat terbengkalai, kemudian menjadi kantor pusat pencatatan atau Birao.
Kemudian pernah digunakan sebagai pusat pendidikan dari Yayasan Pancasakti, yang dikenal sebagai Universitas Pancasakti.
Setelah masa sewa habis, gedung ini kembali tanpa kegiatan namun masih terawat pada bagian dalam.
Hingga akhir di tahun 2020 bersamaan dengan revitalisasi Alun-Alun Tegal, halaman depan gedung ini mendapatkan pemugaran.
Sehingga tampak bangunannya yang megah terlihat jelang tanpa halangan apapun dan sering menjadi lokasi kegiatan wisata sejarah terbatas.
2. Stasiun Tegal
Bangunan kedua hasil karya Pont di Kota Tegal adalah Stasiun Tegal yang letaknya persis di sisi timur Gedung SCS.
Henri MacLaine Pont memang banyak terlibat dalam pembangunan fasilitas milik perusahaan SCS.
Tercatat Stasiun Semarang Poncol, Gedung SCS, hingga Stasiun Tegal merupakan karya besarnya bersama SCS.
Stasiun Tegal sendiri merupakan bagian jalur dari perusahaan SCS yang membentang dari Cirebon hingga Semarang.
Dalam sejarahnya, Stasiun yang berada di pusat Kota Tegal ini mulai beroperasi pada tahun 1918.
Henri kembali menjadi arsitek dari bangunan stasiun di Kota Tegal ini dan memiliki desain yang ikonik.
Selain bangunan utamanya yang ikonik, sebagai stasiun besar, Stasiun Tegal juga dibangun kanopi besar didalamnya.
Sampai saat ini keaslian bangunan stasiun karya Pont ini masih terjaga dan berdiri megah sejak awal diresmikan.
Editor : Baskoro Septiadi