RADARSEMARANG.ID - Sidapurna merupakan salah satu Desa yang masuk kedalam Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.
Desa ini dan tetangganya Desa Sidakaton terkenal karena menjadi kampung bagi para pengusaha warteg di Jabodetabek.
Namun tak hanya itu yang membuat Desa ini terkenal, diwilayahnya juga terdapat sebuah bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda.
Bangunan tersebut merupakan sebuah dam atau bendungan yang biasa dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai "Pintu Seng".
Dam ini juga dikenal sebagai Bendungan Sidapurna sesuai dengan nama desanya, dalam sejarahnya Pintu Seng dibangun sekitar tahun 1807.
Bendungan ini berdiri membendung aliran Kali Kemiri sebelum masuk ke wilayah Kota Tegal.
Seperti bendungan lainnya, pembangunan pintu seng difungsikan sebagai sistem pengairan untuk sawah di sekitarnya.
Selain itu adanya Pintu Seng juga sebagai pengendali banjir dari aliran air dari wilayah selatan yang akan masuk ke Kota Tegal.
Meskipun sudah berdiri sejak era kolonial, sampai saat itu Bendungan Sidapurna masih berfungsi untuk mengontrol aliran air.
Selain itu sungai kecil yang menjadi saluran dari bendungan ini masih dimanfaatkan warga sekitar untuk mencuci bahkan berenang oleh anak-anak.
Setiap tahunnya di bendungan ini mengadakan sebuah tradisi yang disebut sebagai pengeringan.
Yaitu sebuah tradisi saat pintu air bendungan dibuka yang membuat aliran sisi selatannya surut.
Saat itu banyak warga yang turun ke sungai yang surut untuk mencari ikan yang terjebak di aliran yang surut.
Tradisi ini umumnya diadakan pada bulan Oktober dan sudah menjadi agenda rutin yang ditunggu masyarakat.
Editor : Baskoro Septiadi