RADARSEMARANG.ID - Monumen Yos Sudarso merupakan tugu dan prasasti yang dibangun untuk penghormatan kepada Komodor Yos Sudarso.
Dalam sejarahnya lokasi yang kini menjadi monumen dahulunya merupakan tugu yang dibangun untuk menghormati seorang Insiyur Belanda.
Tugu tersebut adalah Monumen Ir Lamminga yang pernah berdiri di lokasi yang sama dengan tugu Yos Sudarso.
Menurut catatan sejarah, Ir. G. Lamminga merupakan seorang arsitek Belanda yang bertugas mengurus irigasi dan perairan di Kota Tegal.
Monumen ini berdiri pada April tahun 1930 sebagai penghormatan kepada sang arsitek, namun hanya sempat beberapa tahun berdiri.
Karena ditahun 1960an monumen Lamingga sudah tidak berdiri dan berubah menjadi taman biasa dengan kolam dan air mancur.
Monumen itu kemungkinan dibongkar karena pada masa tersebut sedang gencarnya dibangun tugu bertema nasionalisme.
Hingga akhirnya lokasi tersebut dibangun menjadi Monumen Yos Sudarso yang kemudian diresmikan pada 15 Januari 1969.
Dalam foto lawasnya, monumen yang diresmikan oleh Deputi Khusus, Laksamana Muda Laut Suharno, masih berupa tugu piramida terpotong.
Kemudian pada bagian puncaknya terdapat patung dada Komodor Yoss Sudarso yang dibuat dari bahan perunggu.
Terlihat suasana ramai dengan banyaknya mobil terparkir disekitar area yang kini menjadi lanal dan kantor pos.
Tempat upacara peresmian juga memanjang hingga depan perempatan apotik labora yang terlihat jelas pada foto.
Perancang monumen ini adalah Saptohoedojo, dari Yogyakarta. Tinggi keseluruhan monumen mencapai 9 meter, terletak pada area seluas 49 meter persegi.
Kota Tegal sengaja dipilih sebagai lokasi berdirinya monumen, karena dari kota itulah cikal bakal berdirinya Pendidikan Angkatan Laut.
Editor : Baskoro Septiadi