Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Berlokasi Dekat Kebon Raja Adiwerna Tegal, Inilah Sejarah Pabrik Gula Ujungrusi yang Ternyata Satu Pemilik dengan PG Jatibarang

Muchammad Nachirul Ichsan • Kamis, 27 Juni 2024 | 15:14 WIB
PG Ujungrusi
PG Ujungrusi

RADARSEMARANG.ID - Tegal merupakan salah satu daerah yang pernah menjadi penghasil gula terbesar pada era kolonial.

Hal ini ditandai dengan banyaknya pabrik gula atau suikerfabriek (SF) yang berdiri di wilayah Tegal.

Salah satu pabrik gula yang pernah berdiri adalah Pabrik Gula Adiwerna atau sering disebut PG Ujungrusi.

Pabrik gula ini berdiri disisi barat Tanah Brebes atau Kebon Raja yang berlokasi di Desa Ujungrusi, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Seperti Tanah Brebes yang memiliki hubungan dengan Kabupaten Brebes, PG Ujungrusi juga memiliki hubungan dengan salah satu PG di Brebes yaitu Pabrik Gula Jatibarang.

Kedua pabrik gula ini dimiliki oleh satu orang yang sama yaitu Otto Carel Holmbreg yang merupakan salah satu pengusaha Belanda.

PG Adiwerna didirikan pada tahun 1841 dibangun bersamaan dengan Pabrik Gula Kemanglen yang berada di Slawi.

Holmberg dan Lucassen saat itu mendapatkan sistem kontrak gula untuk mendirikan industri gula di wilayah Tegal.

Holmberg diberikan konsensi tanah di sebelah utara wilayah Slawi yang letaknya tidak terlalu jauh dengan Lucassen yang mendirikan pabrik gula di Kemanglen.

Holmberg yang hanya bermodal uang 80.000 gulden itu memberanikan diri untuk membuat dua pabrik gula sekaligus.

Pada tahun 1841 Holmberg membangun Pabrik Gula Adiwerna di Ujungrusi, ditahun itu juga ia membangun konstruksi awal Pabrik Gula Jatibarang terlebih dahulu. S

etelah selesainya pembangunan Pabrik Gula Adiwerna, Holmberg kemudian melanjutkan pembangunan Pabrik Gula Jatibarang pada tahun 1842.

Pabrik Gula Jatibarang dan Pabrik Gula Adiwerna sendiri dibangun dengan sistem Cultuurstelsel atau sistem tanam paksa.

Saat itu PG Adiwerna menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan dagang Nederlandsche Handel-Maatschappij untuk mengekspor gula ke Eropa.

Saat itu Pabrik Gula Adiwerna terdapat rel untuk mengangkut tebu dibangun sekitar tahun 1910-an.

Jalurnya terhubung dengan Pabrik Gula Jatibarang serta terhubung pula dengan jalur KA Tegal-Prupuk.

SF Adiwerna ini berakhir dengan bernasib kurang baik seperti pabrik gula lainnya yang ada di Tegal, pabrik gula ini berhenti beroperasi sejak masa Pendudukan Jepang pada tahun 1942.

Bangunan Pabrik Gula Adiwerna banyak dirusak dan dibongkar oleh Jepang, sehingga pabrik ini berhenti beroperasi sejak saat itu.

Pasca kemerdekaan bangunan pabrik menjadi terbengkalai, Kemudian pada tahun 1964, kompleks PG Adiwerna dialih fungsikan sebagai markas TNI yang sekarang dikenal dengan Yonif 407 Padmakusuma.

Hingga sekarang bekas-bekas Pabrik Gula Adiwerna yang masih terlihat adalah jaringan listrik 110, beberapa rel kereta lori yang terlihat di selokan, timbangan tebu yang kini digunakan sebagai jembatan penyebrangan orang untuk TNI, dan tembok keliling kuno yang ada didalam wilayah Yonif 407.

Editor : Baskoro Septiadi
#Sejarah Tegal #Tempat Bersejarah #kebon raja #Pabrik Gula Jatibarang #tanah brebes #pg ujungrusi #lucassen #pabrik gula adiwerna #Holmbreg #bangunan bersejarah #sejarah pg adiwerna #Yonif 407