Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Sejarah Candi Suro Pagiyanten, Situs yang Menjadi Jejak Masuknya Islam Pertama kali di Wilayah Tegal

Muchammad Nachirul Ichsan • Sabtu, 22 Juni 2024 | 16:06 WIB
Candi Suro Pagiyanten
Candi Suro Pagiyanten

RADARSEMARANG.ID - Tegal merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak peninggalan sejarah baik dari era klasik hingga kolonial.

Salah satu peninggalan sejarah penting di Tegal adalah Candi Suro yang terletak di Desa Pagiyanten, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Meskipun dinamakan Candi namun sebenarnya bangunan bersejarah itu sering disebut sebagai Makam Suroponolawen.

Komplek pemakaman ini merupakan situs peninggalan bersejarah dari abad 14.

Dan dipercaya sebagai jejak kedatangan Islam pertama kalinya masuk ke wilayah Tegal.

Daerah ini merupakan sebuah pemakaman kuno yang memiliki luas 20 x 20 memter yang dikelilingi dengan pagar batu bata setinggi 1,2 meter.

Area pemakamannnya sendiri terbentuk dari beberapa sekat yang memiliki pintu masuk untuk setiap makamnya.

Sedangkan makam utama di kompleks ini merupakan makam dari Mbah Suro atau Suroponolawen.

Mbah Suro atau Suroponolawen sendiri merupakan tokoh dari Baghdad Irak yang datang ke Nusantara sekitar tahun 1400-an.

Memiliki nama asli Sayyid Syarif Abdurrohman ini datang dan bermukim di Desa Pagiyanten dengan tujuan menyebarkan agama Islam di tanah Jawa terutama di wilayah Tegal.

Meskipun demikian, perkembangan Islam di Tegal baru secara massif terlihat pada abad ke-19.

Kompleks pemakaman kuno ini sering dijadikan sebagai tempat berkhalwat atau nyepi bagi beberapa peziarah.

Makam ini selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah dari dalam dan luar kota Tegal pada setiap malam Jumat Kliwon dalam penanggalan Jawa.

Editor : Baskoro Septiadi
#suroponolawen #Sejarah Tegal #Pemakaman Kuno #Tokoh Penyebar Islam #penyebaran agama islam di tegal #sejarah candi suro #candi suro pagiyanten #bangunan bersejarah #Mbah Suro