Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tak Sekedar Istilah, Ternyata Begini Alasan Tegal Dijuluki Jepangnya Indonesia

Muchammad Nachirul Ichsan • Rabu, 19 Juni 2024 | 18:54 WIB
Industri Logam
Industri Logam

RADARSEMARANG.ID - Tegal menjadi salah satu daerah penting sejak zaman kolonial Belanda dengan banyaknya berbagai industri yang berdiri.

Banyak berbagai jenis industri vital yang berdiri di Tegal yang bertahan hingga saat ini.

Maka tak heran jika daerah ini diberikan julukkan Tegal Jepangnya Indonesia oleh masyarakat luas.

Pemberian istilah yang terdengar wah ini bukan tanpa alasan atau sekedar julukan yang hanya untuk branding sebuah kota.

Adanya julukan yang berhubungan dengan negara maju di Asia itu dilatarbelakangi banyaknya industri logam di wilayah Kabupaten Tegal.

Masyarakat banyak membuat berbagai macam produk olahan logam seperti onderdil mesin kapal, alat pertanian, otomotif, hingga perhiasan.

Produk buatan Tegal ini tak hanya digunakan di skala lokal namun banyak digunakan oleh industri manufaktur nasional.

Uniknya industri logam ini banyak berdiri dalam skala rumahan yang banyak ditemukan di Kecamatan Adiwerna dan Talang, Kabupaten Tegal.

Seperti di Desa Tembok Luwung, Kalimati, Adiwerna, dan Pesarean. Sementara di Kecamatan Talang tersebar di Desa Pesayangan, Talang, dan Kebasen.

Selain dalam bentuk onderdil, industri logam di Tegal juga memproduksi berbagai macam alat dapur dan perkakas seperti panci, wajan, dandang, pisau, golok, dll.

Sejarah industri logam di Tegal berawal pada era Kolonial dengan berdirinyan NV Braat atau PT Barata dan NV Nrunger pada tahaun 1918.

Pabrik itu membuat beberapa peralatan dari logam untuk suku cadang mesin pabrik gula, perkapalan, kereta api, dan tekstil.

Industri ini dibangun memang sebagai penopang banyaknya pabrik gula yang berdiri, selain Pelabuhan Tegal yang sibuk juga membutuhkan berbagai suku cadang untuk para kapal dagang.

Adanya perusahaan dan jalur kereta api yang melewati Kota Tegal juga berdirinya Pabrik Java Textiel Maatschappij membuat industri ini semakin pesat.

Industri tersebut mulai berubah arah pada 1940 guna mencukupi kebutuhan peralatan perang bagi tentara Jepang.

Adanya kerja Romusha yang dilakukan tentara Jepang tidak sepenuhnya berpengaruh buruk bagi pekerja dari pribumi di Tegal.

Dengan berbekal keterampilan yang dimiliki, banyak pekerja yang keluar dari pabrik logam dan mendirikan industri rumahan dari ilmu yang didapat.

Editor : Tasropi
#ROMUSHA #onderdil #TALANG #Sejarah Tegal #industri logam #otomotif #tegal jepangnya indonesia #industri rumahan #Alasan Tegal Jepangnya Indonesia #pabrik gula #Adiwerna #industri tegal #PT Barata #era kolonial belanda