Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Cocok Dikunjungi Untuk Mengisi Libur Idul Adha, Ternyata Begini Sejarah Pemandian Air Panas Guci Tegal

Muchammad Nachirul Ichsan • Selasa, 18 Juni 2024 | 18:08 WIB
Pemandian Air Panas Guci
Pemandian Air Panas Guci

RADARSEMARANG.ID - Libur panjang Hari Raya Idul Adha cocok dimanfaatkan untuk mengunjungi objek wisata contohnya Pemandian Air Panas Guci.

Berwisata di Guci yang berlokasi di Kabupaten Tegal ini, pengunjung dapat menikmati kolam air panas dan pemandangannya yang indah.

Selain itu udara segar khas pegunungan dan beberapa makanan khas yang dijajakan menjadikannya sebagai tempat wisata populer.

Namun dibalik kepopulernya sebagai lokasi wisata, ternyata daerah Guci menyimpan sejarah panjang.

Menurut sejarahnya, keberadaan wilayah ini diawali dari pengembaraan bangsawan Keraton Demak Bintoro yaitu Raden Aryo Wiryo.

Saat itu Aryo Wiryo tiba di daerah lereng Gunung Slamet di sisi utara, ia kemudian membuka lahan dan menetap di daerah itu.

Lambat laun banyak orang yang berdatangan ke wilayah tersebut kemudian Raden Aryo memberi nama tempat itu sebagai Kampung Keputihan.

Kemudian suatu saat datanglah santri dari Syech Syarif Hidayatullah yang bernama Kyai Elang Sutajaya yang memiliki misi menyebarkan agama Islam.

Raden Aryo Wiryo dan pengikutnya yang tinggal di kampung tersebut akhirnya mau belajar agama Islam untuk menguatkan keimanannya.

Suatu waktu didawrah tersebut terjadi bencana dan wabah penyakit gatal-gatal, Kyai Elang dan Raden Aryo mengajak warga untuk berdoa dan mengadakan ruwat bumi.

Pada saar berdoa dan memohon kepada Tuhan saat itu, Sunan Gunungjati yang berkenan hadir sevara ghaib memberikan sebuah Guci berisi air doa.

Kemudian penduduk kampung yang terkena penyakit diminta untuk meminum air terebut dan sudut kampung diberikan percikkan air untuk menghilang bencana dan wabah yang terjadi.

Adapun guci sakti tersebut ditempatkan di sebuah dukuh tempat Raden Aryo Wiryo biasa semadi, daerah tersebut sekarang dikenal dengan nama Telaga Ada di Dukuh Engang Desa Guci.

Sehingga karena kekeramatan guci tersebut maka Kampung Keputihan dapat pulih kembali, bebas dari pageblug.

Untuk mengenang peristiwa tersebut maka Kampung Keputihan diubah namanya menajadi Desa Guci.

Kemudian pada saat Raden Aryo Wiryo berkeliling bersama Kyai Elang Sutajaya dia menemukan sumber mata air panas dibawah sebuah Gua yang sekarang terkenal dengan nama Pancuran 13.

Tempat tersebut sekarang dipergunakan untuk pemandian umum yang didatangi pengunjung dari berbagai daerah.

Wisata Guci Tegal terletak di Kaki Gunung Slamet. Alamatnya berada di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Jarak wisata Guci Tegal dari alun-alun Kota ada sekitar 43 kilometer dengan jarak tempuh 1 jam 39 menit.

Selain menawarkan tempat pemandian air panas, didalamnya juga terdapat berbagai macam wahana wisata alam dan berbagai macam penginapan untuk para pengunjung.

Lokasi wisata ini hampir tak pernah sepi terutama saat akhir pekan dan saat liburan panjang seperti saat ini.

Editor : Tasropi
#Sejarah Tegal #raden aryo wiryo #Tempat Bersejarah #Syarif Hidayatullah #kyai elang sutajaya #pageblug #Pancuran 13 #wisata tegal #sejarah guci tegal #Desa Guci #pemandian air panas #kampung keputihan #guci tegal