Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Melihat Sejarah dan Peran Kardinah, Adik Kartini yang Punya Jasa Besar untuk Kota Tegal

Muchammad Nachirul Ichsan • Selasa, 11 Juni 2024 | 17:59 WIB
Kartini, Kardinah, dan Roekmini
Kartini, Kardinah, dan Roekmini

RADARSEMARANG.ID - Bagi sebagian besar masyarakat Tegal dan sekitarnya mengenal nama Kardinah sebagai nama Rumah Sakit di Kota Tegal.

Namun tak banyak yang mengetahui latar belakang dan sejarahnya hingga namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit umum di Kota Bahari.

Dilihat dari latar belakangnya, ternyata Kardinah merupakan adik kandung dari Raden Ajeng Kartini.

Dikutip dari buku Sisi Lain Kartini (2016), RA Kardinah merupakan adik Kartini yang lahir setelah Kartini, tepatnya pada tanggal 1 Maret 1881.

Kartini sendiri dikenal sebagai salah satu pahlawan yang memperjuangkan emansipasi wanita dan dikenal diseluruh Indonesia.

Tak berbeda dengan sang kakak, Kardinah juga mempunya sifat suka menolong sesama khususnya kaum wanita yang saat itu belum mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

Kardinah yang saat itu menjadi istri Bupati Tegal merupakan sosok yang peduli dengan rakyat terutama pada bidang kesehatan.

Saat itu rakyat hanya mengandalkan pengobatan secara tradisional, melihat masyarakat yang kekurangan fasilitas kesehatan membuatnya berpikiran untuk mendirikan sebuah fasilitas kesehatan.

Dengan modal awal 16.000 golden hasil penjualan buku karangan beliau berjudul ”Cara Membatik” ditambah bantuan dari Residen Pekalongan, maka didirikanlah sebuah Balai Pengobatan.

Dan berhasil didirikan pada tahun 1927 yang bertujuan untuk memberikan bantuan pengobatan kepada rakyat yang kurang mampu.

Balai pengobatan inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya RSUD Kardinah yang masih ada hingga saat ini.

Namun dalam perjuangannya bagi masyarakat Tegal, Kardinah juga pernah menjadi korban persikusi pada Peristiwa Tiga Daerah.

Gerakan yang dipimpin Sukyani dan Kutil ini menciduk orang-orang yang dianggap dekat dengan Belanda di Brebes, Tegal dan Pemalang.

Saat itu Kardinah yang merupakan kalangan bangsawan menjadi sasaran dan ditangkap saat menengok cucunya.

Kardinah dipaksa mengenakan karung goni sebagai pakaian, ia juga diarak keliling kota sambil diolok-olok.

Namun saat sampai ke rumah sakit, adik Kartini ini pura-pura sakit dan dirawat.

Kemudian pada malam harinya, ada usaha penyelamatan dari orang-orang dekat Kardinah.

Ia pun bisa diselamatkan dari orang-orang Kutil dan tidak sempat dibawa ke Talang, Adiwerna.

Pada tahun 1971 setelah Raden Ajeng Kardinah wafat, Balai Pengobatan yang sudah mengalami berbagai peningkatan sarana dan prasarana diserahkan kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Tegal.

Kemudian namanya berubah menjadi rumah sakit yang dan diberi nama Rumah Sakit Umum Kardinah Tegal sebagai penghormatan atas jasanya.

Editor : Baskoro Septiadi
#tokoh bersejarah #Sejarah Tegal #Kartini #sejarah kardinah #bupati tegal #kardinah #rumah sakit kardinah #Kardinah Adik Kartini #kutil #emansipasi wanita #Peristiwa Tiga Daerah #Balai Pengobatan