Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Klenteng Tek Hay Kiong, Berdiri Sejak Abad ke-16 Jadi Saksi Sejarah Eksistensi Pedagang Tionghoa di Kota Tegal

Muchammad Nachirul Ichsan • Sabtu, 18 Mei 2024 | 20:05 WIB
Klenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal
Klenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal

RADARSEMARANG.ID - Tegal dikenal sebagai salah satu daerah strategis sejak era Kolonial bahkan jauh sebelumnya oleh bangsa Tionghoa.

Saat itu daerah Tegal memiliki akses yang mudah dijangkau dari darat maupun laut, sehingga banyak perputaran kegiatan perdagangan di kota ini.

Salah satunya adalah kedatangan para pedagang dari Tionghoa yang datang menggunakan kapalnya dan berlabuh di Pelabuhan Tegal.

Selain berlabuh, para pedagang juga sampai menetap di kota bahari untuk mengadu nasib melalui sektor ekonomi.

Eksistensi bangsa Asia Timur ini dapat ditemukan sampai saat ini dengan adanya Kampung Pecinan dan tempat peribadatan berupa Klenteng.

Salah satu yang menjadi legendaris di Kota Tegal adalah Klenteng Tek Hay Kiong yang sudah eksis lebih dari 3 abad.

Menurut buku "Melihat Sejarah Tegal dari Sisi Nusantara dan Kolonial", Klenteng ini sudah berdiri sejak abad ke-16 dan mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 1873.

Dari renovasi inilah kemudian diberi nama Tek Hay Kiong yang diambil dari nama Kapitan Kota Tegal keenam yaitu Tan Koen Hway.

Usia klenteng Tek Hay Kiong ini diperkirakan sudah mencapai 323 tahun, berlokasi jalan Gurame, Kota Tegal, saat ini dikelola oleh Yayasan Tri Dharma Tegal.

Bangunan klenteng ini melayani peribadatan agama Kong Hu Cu, Tao, dan Budha. Hal ini ditunjukkan dengan 3 tempat persembahyangan yang berbeda.

Dewa pujaan utama dalam bangunan klenteng ini adalah Ze Hai Zhen Ren / Tek Hay Cin Jien, yang nama aslinya Konco Guo Liuk Kwan [Kwee Lak Kwa].

Arti dari penamaan itu adalah, “Seorang insan yang telah mencapai Ke Tuhanan dan Kebajikan seluas lautan".

Selain itu didekat wilayah Klenteng juga terdapat sebuah kampung etnis Tionghoa atau Pecinan yang biasa orang Tegal kenal dengan istilah "Paweden".

Pecinan ini terkenal dengan sentra pembuatan kue keranjang atau dodol ranjang yang banyak dibuat saat perayaan Imlek.

Selain itu juga banyak UMKM yang memproduksi jajanan khas Tegal yaitu Latopia atau sejenis Bakpia dengan tekstur kering dengan isian coklat, buah, kacang hijau, dll.

Oleh-oleh tersebut bisa dibeli dibeberapa toko yang berdiri di sekitar wilayah Paweden atau dekat Jalan Veteran, Kota Tegal. 

Editor : Tasropi
#dodol ranjang #Sejarah Tegal #sejarah Klenteng Tek Hay Kiong #paweden #pedagang tionghoa #Klenteng Tek Hay Kiong #Pelabuhan Tegal #Yayasan Tri Dharma Tegal #bangunan bersejarah #Tan Koen Hway #Latopia