Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Selain Waduk Cacaban, Ternyata Ada 2 Waduk Lain yang Sempat akan Dibangun di Wilayah Tegal Pada Masa Kolonial

Muchammad Nachirul Ichsan • Selasa, 14 Mei 2024 | 14:59 WIB
Pembangunan Waduk Cacaban
Pembangunan Waduk Cacaban

RADARSEMARANG.ID - Waduk Cacaban merupakan satu-satunya waduk yang berdiri di Wilayah Tegal hingga saat ini.

Danau buatan yang berlokasi di Kedungbanteng, Kabupaten Tegal ini dibangun pada era Presiden Soekarno pada tahun 1952.

Namun perencanaan pembangunannya sudah muncul sejak era kolonial di tahun 1914 oleh Pemerintah Belanda.

Dilansir dari buku "Melihat Sejarah Tegal dari Sisi Nusantara dan Kolonial," pada saat itu juga direncanakan ada 2 waduk lainnya yang akan dibangun oleh Belanda di daerah Tegal.

Dua waduk tersebut adalah Waduk Blembeng dan Waduk Windosari, rencana pembangunannya tertulis dalam arsip Belanda.

Menurut arsip "Geologische Onderzoek Ten Behoeve Van's Lands Waterstaat Gewestelijke En Gemeentewerken In Nederlandsch Indie"

Disebutkan bahwa "Untuk mencapai ke lembah Blembeng seseorang dapat datang dengan mobil dari ibu kota Tegal ke Kalibakung; sedangkan sisanya dari jarak harus ditempuh dengan berjalan kaki atau menunggang kuda..."

Sedangkan untuk Waduk Windosari juga terulis pada arsip yang sama yang menyebutkan "Waduk windosari terletak di dataran rendah bukit timur Pangkah desa di divisi Tegal dari tempat tinggal Pekalongan..."

Rencana pembangunan 2 waduk ini tak kunjung terealisasi, apalagi di tahun 1930an kondisi keuangan Belanda sedang krisis hingga akhirnya pembangunannya tak dapat terwujud sampai saat ini.

Saat ini hanya ada Waduk Cacaban yang berhasil didirikan di wilayah Tegal, difungsikan sebagai irigasi pertanian dan tempat wisata.

Cacaban memiliki luas 928,7 hektar dan dapat menampung air hingga 90 juta meter kubik, saat pembangunannya mengakibatkan beberapa desa harus ditenggelamkan.

Saat itu tercatat 9 desa harus diungsikan akibat pembangunannya, bahkan 4 diantara harus ditenggelam keseluruhan.

Desa Rayan, Winong, Blabad, dan Jatimulyo menjadi wilayah yang tenggelam secara keseluruhan.

Sedangkan Desa lainya yang hanya terdampak sebagian adalah Capar, Karanganyar, Penujah, Lebakwangi, dan Tonggara.

Dari adanya rencana pembangunan 3 waduk di wilayah Tegal membuktikan bahwa wilayah tersebut sangat membutuhkan pasokan air terutama untuk pertanian.

Selain itu juga digunakan untuk mengurangi dampak banjir di musim penghujan yang merusak lahan pertanian.

Bahkan jauh sebelumnya, Ki Gede Sebayu yang menjadi pemimpin saat itu sempat memprakarsai pembangunan Bendungan Danawarih pada tahun 1601.

Bendungan Danawarih inilah yang menjadi inspirasi Belanda dalam perancangan pembangunan waduk di wilayah Tegal khususnya Cacaban.

Editor : Baskoro Septiadi
#Ki Gede Sebayu #Pembangunan Waduk #Sejarah Tegal #desa terdampak waduk cacaban #waduk windosari #Waduk Cacaban #waduk di tegal #arsip belanda #waduk blembeng #bangunan bersejarah #sejarah waduk cacaban #Presiden Soekarno #bendungan danawarih #Pemerintah Belanda