RADARSEMARANG.ID - Wilayah Tegal menjadi daerah strategis pada masa kolonial Belanda, banyak didirikan beberapa fasilitas Industri untuk menunjang perekonomian saat itu.
Salah satunya adalah pembangunan pabrik gula atau Suikerfabriek (SF) secara masif, hingga saat itu menjadi daerah Industri Gula terbesar.
Pembangunan saat itu tak sebatas di wilayah Kota atau sisi utara, namun pemerintah juga melakukan pembangunan di wilayah selatan Tegal atau kini menjadi Kabupaten Tegal.
Pabrik gula (PG) yang didirikan saat itu banyak dibangun di sisi selatan Tegal mulai daerah Pagongan, Ujungrusi, Pangkah, hingga Balapulang.
Awalnya Belanda membangun industri gula sebagai bagian dari Culture Stelsel dimana rakyat dipaksa menanam tanaman yang menghasilkan seperti Palawija, Tebu, Kopi, dll.
Tanam paksa dijalankan akibat adanya ancaman kebangkrutan atau inflasi akibat perang di Jawa yang menyebabkan kas Belanda merosot tajam.
Culture Stelsel juga juga diterapkan di wilayah Tegal yang terkenal dengan penghasil tebu dan gulanya.
Tercatat delapan pabrik gula berdiri wilayah Tegal Saat itu yang membuatnya menjadi kota industri gula terbesar pada masanya.
1. Pabrik Gula Pangka
Pabrik ini berdiri di Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal pada tahun 1830, merupakan pabrik gula yang terakhir beroperasi di Tegal.
Pada awal berdirinya hingga saat itu, PG Pangkah pada bangunannya tak banyak berubah dan masih menampilkan bentuk aslinya.
Selain fasilitas pengolahan tebu, pabrik ini juga dilengkapi dengan rel lori tebu dan kompleks perumahan untuk para pejabat pabrik.
Bahkan ada salah satu rumah ikonik berbentuk besar dengan arsitektur khas Belanda yang ditempati Administratur, Tuan Halboch.
Masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan nama "Rumah Besaran" karena ukurannya yang besar.
PG Pangkah sempat menjadi lokasi wisata dengan konsep lori antik yang mengajak pengunjung mengelilingi pabrik menaiki kereta tebu.
Kompleks pabrik dan perumahan sampai saat ini masih berdiri kokoh dan beberapa kali menjadi tempat syuting film horor.
2. Pabrik Gula Balapulang
Pabrik ini merupakan PG paling selatan di wilayah Tegal, saat itu menjadi pabrik terbesar dan megah pada masanya.
Diperkirakan berdiri pada abad ke-18 sebagai bagian dari sistem tanam paksa yang diterapkan untuk memperbaiki kas Belanda.
Pada masa kejayaannya SF ini tergolong pabrik yang sibuk, Saat ini lokasi pabrik sudah berubah menjadi Pasar Balapulang.
3. Pabrik Gula Ujungrusi
Lokasi PG Ujungrusi atau SF Adiwerna saat ini sudah berubah menjadi Markas TNI Yonif 407 Padmakusuma, sesuai namanya berlokasi di Ujungrusi, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.
Ternyata ada hubungan tersendiri antara pabrik gula Ujungrungsi dan PG Jatibarang yaitu memiliki owner yang sama.
Saat ini untuk sisa bangunannya sudah sulit terlihat karena berubah menjadi markas tentara.
Namun sisa jalur rel lori tebu dan jembatan rel masih bisa ditemukan disekitar perempatan singkil dan Desa Lawatan.
4. Pabrik Gula Kemanglen
SF Kemanglen merupakan tetangga dari PG Dukuhringin karena memiliki lokasi yang berdekatan.
Pabrik gula Kemanglen dan Dukuhringin didirikan oleh Lucassen dan Hoevenaar dengan sistem kontrak gula yang dibangun pada tahun 1841 dan selesai pada tahun 1842.
Kedua pabrik dilengkapi dengan mesin-mesin uap yang diimpor dari pengusaha baja Prancis Belgia Derosne et Cail.
Pengusaha inilah yang sebelumnya membuat mesin-mesin pabrikasi di Karibia dan Amerika.
Sang pemilik mengerahkan insinyur-insiyur muda asal Skotlandia untuk merancang pabrik gula yang menggunakan teknologi maju pada saat itu.
Lucassen juga mendirikan rumah-rumah untuk para pegawai dan karyawan yang dibangun dekat dengan kedua pabrik gula ini, termasuk rumahnya dengan gaya mewah saat itu.
Hingga saat ini bangunan utama pabrik sudah tidak berbekas, sedangkan rumah-rumah tua Belanda yang merupakan pegawai PG Kemanglen sendiri kini dijadikan kantor serta asrama-asrama polisi, militer, dan lainnya.
5. Pabrik Gula Dukuhringin
Pabrik gula ini berdiri di Slawi, Kabupaten Tegal, sekarang lokasi bekasi pabriknya sudah menjadi Markas Brigif 407 Dewa Ratna dan separuhnya menjadi SMA 1 Slawi dan Polres Tegal.
Untuk sisa bangunan peninggalannya sangat sulit untuk diketahui, data-datanya juga sangat minim untuk diketahui.
Namun lokasi PG di Slawi ini tercatat di peta lama tahun 1918 dan bisa dibuktikan sesuai dengan lokasi sekarang.
6. Pabrik Gula Pagongan
Pabrik gula ini bukan terletak di Pagongan sendiri, melainkan berada disekitar Pepedan, Dukuhturi, Tegal.
Lokasi pabrik gula ini sekarang telah menjadi pangkalan militer Kodim 0712 Tegal (Kodim Pagongan) dan juga Pasar Pepedan.
Didirikan oleh Otto Carel Holmberg pada tahun 1848 yang sebelumnya telah mendirikan Pabrik Gula Jatibarang dan Pabrik Gula Ujungrusi.
Pabrik Gula Pagongan sudah lama non-aktif, PG Pagongan ini berhenti operasi pada pada masa penduduk Jepang pada tahun 1942.
Sempat dinasionalisasikan pasca kemerdekaan namun akhirnya pada tahun 1970-an Pabrik Gula Pagongan dibongkar, bangunan utama pabrik ini dibongkar.
7. Pabrik Gula Kemantran
PG Kemantran letaknya berada diantara desa Kemantran dan Babakan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.
Pabrik Gula Kemantran ini didirikan pada tahun 1868 oleh perusahaan dagang Belanda Nederlandsche Handel-Maatschappij, NHM inilah yang juga mendidirikan Pabrik Gula Kejambon, Maribaya, dan Balapulang.
Keberadaan Pabrik ini tercatat dalam beberapa surat kabar Belanda. salah satunya terdapat pada surat kabar Belanda De Locomotief yang menyebut tentang keberadaan pabrik gula ini.
Pada saat pendudukan Jepang, pabrik ini dirusak dan juga beberapa mesin-mesin ikut dijarah oleh Jepang, bahkan bangunan utama pabrik ini sampai dibongkar Jepang.
Hal ini yang membuat keberadaan PG Kemantran sangat sulit diketahui karena bangunan utama pabrik tidak berbekas lagi.
8. Pabrik Gula Kejambon
Pabrik Gula Kejambon lokasinya berada disekitar Kelurahan Kejambon, Tegal Timur, Kota Tegal.
SF Kedjambon dibangun pada tahun 1871 oleh perusahaan dagang Belanda Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM), pemilik pabrik gula ini adalah Tan Kok Kiem yang merupakan seorang etnis Tionghoa.
Catatan pertama tentang keberadaan PG Kejambon ini terlampir dalam buku Almanak van Nederlandsch-Indies voor het jaar, 1871.
Tidak banyak informasi yang menyebutkan tentang keberadaan SF Kedjambon, bahkan tidak ada satupun foto yang menampilkan pabrik gula ini.
9. Pabrik Gula Maribaya
Letak Pabrik Gula Maribaya berada disekitar desa Maribaya, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.
SF Maribaija dibangun bersamaan dengan SF Balapoelang pada tahun 1875, hal ini termuat di sumber catatan pertama keberadaan PG Maribaya dan juga PG Balapulang.
Hanya sedikit informasi dari beberapa catatan-catatan dan surat kabar lama Belanda yang menyebutkan tentang keberadaan pabrik gula ini.
Beberapa buku dan surat kabar menyebutkan pabrik gula yang berada di Maribaya ini lokasinya beberapa ratus meter dari pantai dan juga dekat dengan Jalan Raya Pos.
Pabrik Gula Maribaya ini bangkrut karena mengalami gagal panen dan ditutup pada akhir bulan Desember 1889, secara permanen pabrik gula ini berhenti beroperasi pada tahun 1890.
Editor : Baskoro Septiadi