RADARSEMARANG.ID - Kota Tegal mempunyai sejarah panjang pada masa kolonial Belanda, posisi kota kecil di Utara Jawa ini memang menjadi strategis pada zaman itu.
Salah satu tanda strategisnya posisi Tegal adalah dibangunnya Benteng di wilayah pesisir utara jawa.
Tegal menjadi penting pada masa itu karena banyaknya berbagai sektor kegiatan yang berputar di kota bahari.
Salah satunya adalah perdagangan, sektor niaga pada era kolonial tak bisa dilepaskan dari kongsi dagang Belanda atau VOC.
Termasuk di Kota Tegal, VOC tak melewatkan kota ini untuk memperkuat pengaruhnya di sektor perdagangan.
Lokasi tersebut awalnya merupakan kantor dagang VOC yang diperluas dengan membangun benteng ini untuk memperkuat pertahannya saat itu.
Menurut catatan di Buku "Melihat Sejarah Tegal Dari Sisi Nusantara dan Kolonial" benteng ini dibangun pada tahun 1680.
Menurut Akhmad Zubaedi dan Bijak Cen Sukarno selaku penulis, benteng ini berlokasi di tepi muara Sungai Tegal.
Bangunannya berbentuk segi empat dengan masing-masing dua bastion di sudut barat laut dan sudut tenggara dan dilengkapi 10 lubang tembak.
Kemudian pada tiga sisinya dikelilingi oleh parit dan satu sisi sisanya mengalir sungai Tegal yang biasa disebut Kali Bacin.
Benteng ini pernah mengalami rekonstruksi pada tahun 1746, sampai saat ini bangunannya masih bisa terlihat.
Namun untuk fungsinya sudah berubah menjadi rumah tahanan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kota Tegal.
Editor : Baskoro Septiadi