RADARSEMARANG.ID - Kota Tegal merupakan salah satu wilayah strategis di Pulau Jawa, sejak zaman colonial kota di pesisir pantura ini menjadi pusat berbagai macam kegiatan.
Wilayahnya yang di lewati jalan raya pos membuat kota bahari banyak dibangun berbagai fasilitas seperti perdagangan, hiburan, sampai pertahanan dan keamanan.
Salah satunya adalah benteng, mungkin tak banyak yang mengetahui di kota bahari ini pernah berdiri sebuah benteng untuk pertahanan wilayah pemerintahan.
Mungkin tak setenar nama benteng di daerah lain seperti benteng pendem di Cilacap maupun banteng Marlborough di Bengkulu.
Walaupun tak banyak disadari keberadaannya di Tegal, namun sisa bangunannya dapat ditemui hingga saat ini.
Namun sisa sejarahnya hanya menyisakan dua buah bangunan mirip benteng catur yang masih kokoh berdiri dibagian depan Pasar Pagi Kota Tegal.
Dalam catatan sejarah yang dilansir dari tegalkota.go.id benteng ini disebut dengan nama Benteng Kaloran.
Kaloran merupakan sebagai wilayah perkampungan memiliki wilayah yang berada di sebelah lor (utara) keraton Kabupaten Tegal.
Benteng ini digunakan sebagai penanda adanya pusat pemerintahan dan pendopo kaloran yang ditandai dengan adanya dua buah bangunan mirip bidak catur.
Kedua bangunan tersebut terbuat dari bahan batu bata tebal serta pilar menyerupai benteng pertahanan dengan diameter panjangnya mencapai 6 meter, sementara lebarnya 6 meter dan tinggi 3,5 meter.
Terdapat asumsi bahwa kedua benteng tersebut merupakan pintu masuk menuju keraton Kaloran.
Sekitar tahun 1920-an bangunan tersebut pernah dijadikan sebagai gardu listrik yang menerangi kota Tegal.
Daerah di dalam benteng dinamakan jero benteng. Pada jero benteng
terdapat pendapa kadipaten, ndalem Adipati dan balai kadipaten sebagai kantor
Adipati Tegal.
Saat ini bekas wilayah benteng kaloran sudah dibangun menjadi pasar tradisional terbesar di Kota Tegal.
Pasar pagi kota tegal telah mengalami banyak perubahan, tanpa menghilangkan jejak sejarah (benteng).
Renovasi yang berlangsung selama sepuluh tahun lebih ini akhirnya selesai tanggal 18 April 2008 Pasar Pagi Kota Tegal diresmikan Gubernur Jawa tegah Ali Mufiz.
Sekarang pasar pagi Telah berkonsep Modern dan memiliki tiga lantai dan 3 blok A,B dan C yang menampung lebih dari 2000 pedagang.
Editor : Baskoro Septiadi