Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Program Inovasi Seni Nusantara Hadir di Kampung Blangkon Potrojayan Surakarta, UNNES–UNS Percantik Gapura Lewat Mural

H. Arif Riyanto • Kamis, 16 Juli 2026 | 06:25 WIB
Dosen UNNES dan UNS melanjutkan rangkaian pengabdian berbasis seni di Kampung Blangkon Potrojayan, Surakarta dengan membuat mural di gapura.
Dosen UNNES dan UNS melanjutkan rangkaian pengabdian berbasis seni di Kampung Blangkon Potrojayan, Surakarta dengan membuat mural di gapura.

RADARMAGELANG.ID, Surakarta– Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Kemendiktisaintek melanjutkan rangkaian pengabdian berbasis seni di Kampung Blangkon Potrojayan, Surakarta.

Pada 15–16 Juli 2026, tim dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) membuat mural pada gapura kampung sebagai upaya memperkuat identitas visual kawasan sentra kerajinan blangkon.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan pengecatan Kampung Warna-Warni yang dimulai pada 12 Juli 2026 dan masih akan berlanjut pada pekan depan.

Tim mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) membuat mural pada gapura Kampung Blangkon Potrojayan Surakarta.
Tim mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) membuat mural pada gapura Kampung Blangkon Potrojayan Surakarta.

Mural mengangkat unsur budaya lokal dengan pendekatan visual kontemporer, sehingga diharapkan mampu memperkuat citra Kampung Blangkon Potrojayan sebagai destinasi wisata budaya sekaligus memperindah wajah kawasan.

Program diketuai oleh Nadia Sigi Prameswari bersama tim yang terdiri atas Slamet Supriyadi, Ratih Ayu Pratiwinindya, Muhammad Nasirul Umam, dan Maria Krisnawati.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa UNNES dan UNS yang berkolaborasi dengan sekitar 40 perajin serta masyarakat Kampung Blangkon Potrojayan dalam proses perancangan dan pelaksanaan mural.

Ketua tim Nadia Sigi Prameswari mengatakan, mural merupakan bagian dari strategi penguatan identitas kawasan melalui seni publik.

“Kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu merepresentasikan karakter Kampung Blangkon sebagai sentra budaya. Harapannya, masyarakat semakin bangga terhadap lingkungannya dan kawasan ini semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Anggota tim Slamet Supriyadi menambahkan, kolaborasi lintas perguruan tinggi dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam program ini.

Menurutnya, keterlibatan sekitar 40 perajin, mahasiswa, dan warga menunjukkan bahwa pengembangan kawasan berbasis seni akan lebih berkelanjutan ketika dirancang dan dikerjakan secara bersama-sama.

“Selain menghasilkan karya mural, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan keilmuan seni rupa secara langsung di tengah masyarakat,” katanya.

Dikatakan, proses kolaboratif tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

“Melalui Program Inovasi Seni Nusantara, Kemendiktisaintek mendorong pemanfaatan seni sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya,” ujarnya.

Nadia Sigi Prameswari mengatakan, program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui peningkatan kualitas ruang publik berbasis budaya dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan daya tarik kawasan sentra perajin blangkon

“Juga SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas perajin, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan,” tambahnya. (aro)

Editor : H. Arif Riyanto
Blangkon UNNES Pengabdian kepada masyarakat MURAL UNS