RADARSEMARANG.ID – Tengah viral di media sosial, seekor anjing bernama Lato, yang tewas mengenaskan, akibat disabit oleh tetangga dari tuannya sendiri.
Kejadian memilukan ini terjadi di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, kota Solo.
Dilansir dari akun Instagram ‘Jakarta Animal Aid Network’ (JAAN), @jakartaanimalaidnetwork, kisah Lato ini mengundang empati warganet, khususnya pencinta hewan.
Mereka mengecam tindakan tak berperikemanusiaan yang dilakukan pria yang membantai Lato secara brutal.
Dilansir dari www.indorelawan.org, JAAN adalah organisasi non-profit yang melindungi satwa liar di Indonesia, dan meningkatkan kesejahteraan hewan peliharaan di Jakarta, yang sudah berdiri sejak 2008.
Diceritakan, beberapa hari lalu, Lato dibantai dengan sadis oleh tetangga dari sang pemilik.
“Saat istri tetangganya ini pulang, Lato melompat ke arahnya. Meski istrinya ini sama sekali tidak terluka, tapi dia tetap mengadukan hal ini ke suaminya sehingga suaminya menjadi marah dan mengakhiri hidup Lato dengan cara yang sangat kejam dan sadis..” tulis @jakartaanimalaidnetwork, Sabtu (16/12/2023).
Jakarta Animal Aid Network (JAAN) memviralkan kasus ini dan berharap Lato mendapat keadilan.
"Kami sangat menyesali apa yang terjadi padamu, Lato. Dan kami akan berjuang agar kamu mendapat keadilan. Dan untuk orang yang sudah melakukan perbuatan keji ini, Anda akan mendapat balasannya karena karma itu ada," kata @jakartaanimalaidnetwork.
Dilansir dari Radar Solo, Kapolsek Jebres, AKP Supriadi membenarkan kasus tersebut terjadi di wilayah hukumnya. Hanya saja, kasus ini sudah terjadi sekitar sepekan lalu, tepatnya Minggu (10/12/2023).
Lato adalah anjing milik IS (47). Hewan malang tersebut dianiaya seorang pria menggunakan senjata tajam berupa sabit, akrena menyerang istrinya. Namun kasus tersebut telah selesai, dan antara pelaku dan pemilik anjing bersepakat damai.
"Itu (kasus) sudah lama. Sudah selesai kok," terang Supriadi, Senin (18/12/2023).
Menurut Supriadi, kasus bermula saat F (46), melintas di depan rumah IS. Kemudian F tiba-tiba digigit oleh Lato di bagian pinggang sebelah kanan, hingga harus mendapat perawatan medis.
"Saat kejadian, korban pulang dari membeli makan dan melintas di depan rumah pemilik anjing. Tiba-tiba digigit di bagian pinggang sebelah kanan,” kata Supriadi.
Sebenarnya, Lato dalam keadaan terikat. Namun tali ikatan Lato berukuran panjang, sehingga ia bisa sampai ke jalanan, dan menyerang F.
Usai digigit, F melaporkan kejadian tersebut kepada sang suami yang kemudian mendatangi rumah IS, hingga kejadian penganiayaan terjadi.
Pasca kejadian, dengan dimediasi oleh aparat, akhirnya kedua belah pihak sepakat berdamai.
"Dibuatkan surat kesepakatan damai. Mediasi berjalan lancar dengan didampingi Ketua RT dan RW setempat," pungkas Supriadi.
Unggahan @jakartaanimalaidnetwork telah dikomentari lebih dari 2.100 pengguna Instagram.
“Barbar sekali kelakuan beban masyarakat yg satu itu,” tulis akun @dennisadishwara.
“Dengar tangisannya saja sdh bikin saya ikut menangis. Sadis sekali sih jadi manusia,” kata akun @kisaharini.
“@polrestasurakarta, @gibran_rakabuming, ijin pak , monggo di tindak lanjuti pak , tidak bisa di biarkan ini pak,” tulis akun @__hisyam20.
“Dear pak @jokowi mohon di akhir jabatan bapak.. buatlah suatu gebrakan ttg penyiksaan hewan spt ini. Indonesia darurat perlindungan hewan. Tanda² manusia makin psikopat makin kejam adalah dengan mudahnya menyiksa hewan. Hari hewan..besok di kemudian hari manusia lain akan dibunuhnya... please pakkk... I beg you,” kata akun @mamijo.
Editor : Agus AP