RADARSEMARANG.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menanggung seluruh biaya prosesi penghormatan terakhir hingga pemakaman jenazah Wahyu Dian Silviani, 34.
Hari ini, Jumat (25/8), jenazah akan diberangkatkan ke Mataram melalui jalur darat (tol) menuju ke Bandara Juanda Surabaya, dan akan diantar menggunakan pesawat Super Jet.
Disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta Rahmawan Arifin, bahwa lembaga UIN Raden Mas Said akan mengantar almarhumah hingga proses pemakaman di Mataram.
Baca Juga: Begini Kondisi Dosen UIN Raden Mas Said Solo saat Ditemukan Tewas di Rumah Kosong Milik Tetangga
Dekan FEBI itu menyebutkan ada dua dosen dari UIN yang akan menyertai perjalanan jenazah dari Solo hingga Mataram
“Kami secara kelembagaan mengantar sampai ke liang lahat. Ada dua dosen yang menemani ayahanda dan saudara dari Almarhumah yang menjemput ke sini,” katanya.
Pihaknya juga mengungkapkan, sesuai dengan arahan dari Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta.
Seluruh biaya perjalanan akan ditanggung oleh Universitas. Hal tersebut dilakukan mengingat almarhumah Wahyu Dian Silviani, merupakan dosen dan keluarga besar UIN Raden Mas Said.
“Biaya seluruh perjalanan ditanggung oleh lembaga. Termasuk kargo jenazah, hingga pemakaman jenazah. Karena beliau adalah bagian dari kelurga besar kami,” ungkapnya.
Disinggung terkait jadwal prosesi pemakaman, Rahmawan mengatakan belum mendapatkan informasi pasti dari pihak keluarga.
Namun, ia menyampaikan, jika jenazah akan diberangkatkan dari Surabaya pukul 17.00 WIB menggunakan pesawat Super Jet.
“Terlepas dimakamkan kapan, kami belum tahu. Tapi yang jelas jenazah akan diberangkatkan dari Surabaya pukul 17.00 dengan pesawat super Jet,” jelasnya.
Kematian Dosen FEBI UIN Raden Mas Said tersebut diakui Rahmawan menjadi pukulan kesedihan yang mendalam bagi seluruh keluarga UIN Raden Mas Said.
Ia mengatakan, almarhumah Wahyu Dian Silviani sejatinya dosen muda yang disiapkan untuk pembukaan program baru dalam program studi ilmu lingkungan.
“Namun hari ini almarhumah dijemput langusng oleh Bapaknya dari Mataram. Kami secara kelembagan sudah menyerahkan pada pihak keluarga,” kata Dekan UIN Raden Mas Said itu.
Pihaknya juga menyebutkan jika pihak keluarga secara langsung telah meminta pihak lembaga UIN untuk membantu mengawal kasus anaknya.
Hal tersebut disampaikan, Rahmawan lantaran kelurga korban tidak bisa selalu ada di Solo untuk memantau perkembangan kasus.
“Beliau meminta secara langsung pada pihak Kapolsek untuk mengusut secara tuntas. Dan berharap kepada pihak lembaga (UIN) untuk bisa mewakili keluarga, karena keluarga ada di Mataram dan tidak bisa sewaktu-waktu dipanggil ke sini,” imbuhnya.
Rahmawan juga menjelaskan Rektor UIN Raden Mas Said tidak bisa mendampingi prosesi penghormatan jenazah lantaran ada kegiatan yang tidak bsia ditinggalkan.
Namun pihaknya mengatakan, Rektor sudah menginstruksikan kepada civitas akademik kampus untuk mendampingi jenazah hingga pemakaman.
“Sedianya Bapak Rektor tadi malam dari Jakarta, dan hari ini harus ke Karanganyar untuk melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari,” ungkapnya. (ian)
Editor : Agus AP