RADARSEMARANG.ID - Sebelum ditemukan meninggal, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Solo atas nama Wahyu Dian Silviani, 34, diketahui sudah tak bisa dihubungi selama beberapa hari.
Pada saat kejadian, korban tinggal sementara di rumah kosong milik tetangganya.
Hal tersebut lantaran rumahnya di Perumahan Graha Sejahtera, Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Sukoharjo tengah direnovasi.
Demikian informasi itu disampaikan salah satu rekan korban yang minta namanya diinisial F, 32.
F mengatakan, kali terakhir berkomunikasi dengan korban melalui direct message/DM Instagram pada Minggu (20/8).
Setelah itu, dia dan teman-teman yang lain tak bisa menghubungi korban.
"Dia (korban) tengah mengajukan program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)," ucap F, Kamis (24/8).
Oleh karena itu, F dan rekan yang lain berusaha mencari keberadaan korban.
Hingga kemudian, F menghampiri rumah korban yang masih direnovasi. Korban sendiri diketahui tinggal sementara di rumah tetangganya yang kosong.
Saat menghampiri rumah korban, F meminta tukang di sebelah untuk membukakan pintu. Ia mengaku tak berani melihat kondisi rekannya itu lantaran ditemukan bercak darah.
"Saya enggak liat kondisinya karena saya enggak berani, intinya ada bercak darah di situ. Lalu saya minta tolong orang lalu diminta keluar dan langsung telepon polisi. Posisi di lantai, tubuh tertutup kasur, di sampingnya ada bercak darah agak di bawah, posisi rumah terkunci," terang F.
Menurut F, korban mengungsi atau menumpang sementara di rumah tetangganya tersebut selama tiga pekan.
Sebelumnya, korban sempat menginap di rumah F. Tetapi beberapa hari lalu adik korban datang dari Surabaya. Lantas korban memilih tinggal di rumah tetangganya yang kosong itu.
Diketahui, adik korban telah pulang ke Surabaya. Namun korban masih memilih tinggal sendirian di rumah tetangganya tersebut. (kwl/ria)
Editor : Agus AP