Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sopir Gran Max Diperiksa Polres Sukoharjo, Terkait Kecelakaan yang Menewaskan 3 Pelajar SMPN 1 Jumantono

Agus AP • Kamis, 24 Agustus 2023 | 06:47 WIB
Kasat Lantas Polres Sukoharjo AKP Bety Nugroho pinpin olah TKP kecelakaan maut yang sebavkan tiga pelajar meninggal di Mulur. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Kasat Lantas Polres Sukoharjo AKP Bety Nugroho pinpin olah TKP kecelakaan maut yang sebavkan tiga pelajar meninggal di Mulur. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSEMARANG.ID - Penyidik Satlantas Polres Sukoharjo masih memeriksa sopir mobil Daihatsu Gran Max, Shopyan Virdaus Alamsyah, 21, warga Dusun Kabrekan, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo Kota.

Shopyan terlibat kecelakaan yang menewaskan tiga pelajar SMPN 1 Jumantono, Karanganyar. 

Lokasi kejadian kecelakaan di jalan Mulur - Jumapolo, Balesari RT 2 RW 2 Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, pada Senin (21/8) malam.

Diduga kuat, pengemudi berusia 21 tahun itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit melalui Kasat Lantas AKP Bety Nugroho didampingi Kanit Gakkum Ipda Guntur Kurniawan mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Shopyan.

Shopyan-lah pengendara Gran Max bernopol AD 1618 MT yang terlibat dalam kecelakaan maut di Mulur, kemarin malam.

"Kami masih melakukan pemeriksaan. Yang bersangkutan tidak mengalami luka dalam kecelakaan itu. Belum ada penetapan status," kata Guntur, Rabu (23/8).

Menurut Guntur, diduga Shopyan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Selain itu, mobil berjalan terlalu ke kanan sehingga menabrak dua pengendara sepeda motor itu.

"Semula Daihatsu Gran Max dari arah timur ke barat, sedangkan sepeda motor Honda Vario dan Yamaha Mio berjalan dari arah barat ke arah timur berjalan sejajar."

"Sesampai di TKP, diduga pengemudi Gran Max berjalan terlalu ke kanan dan kurang memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan," terang Guntur.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut jalan Mulur-Jumapolo pada Senin (21/8) pukul 20.15, telah menewaskan tiga orang pelajar dan satu korban luka-luka.

Keempat korban merupakan siswa di SMPN 1 Jumantono.

Dua pelajar meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lagi meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit.

Korban meninggal adalah pengendara dan pembonceng Yamaha Mio bernopol AD 3363 TZ.

Yakni Fahri, 14, warga Dusun Tebuireng, Desa Genengan, Kecamatan Jumantoro, Karanganyar dan Satria Surya Pradana, 14, warga Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantoro, Karanganyar.

Serta pembonceng Honda Vario bernopol AD 6143 OP, yakni Rafi, 14, warga Dusun Gerdu, Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Karanganyar yang meninggal dalam perawatan di rumah sakit pada Selasa (22/8) pagi.

Sementara pengendara Honda Vario bernopol AD 6143 OP, yakni Hildan Mahatma Rasya, 14, warga Dukuh Ngadirejo, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantoro, Karanganyar mengalami luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. (kwl/ria)

Editor : Agus AP
#tebuireng #Bety Nugroho #Guntur Kurniawan #gran max #Daihatsu Gran Max #Shopyan Virdaus Alamsyah #polres sukoharjo #SMPN 1 Jumantono