Awalnya, PMP bersama tiga temannya berboncengan dengan sepeda motor dari Desa Gabugan, Kecamatan Tanon sekitar pukul 15.30.
Mereka mengisi waktu senggang dengan keliling menuju Sukodono melewati Desa Kecik, Kecamatan Tanon.
Namun sampai di simpang empat pasar Sukodono, mereka bertemu rombongan perguruan silat lainnya dan dihadang. Alasan penghadangan karena menggunakan atribut perguruan silat.
Dua teman PMP berhasil lolos dari kejaran 50an orang. Sedangkan korban bersama satu temannya masih sempat terkejar.
Apes, korban terjatuh dari sepeda motor dan dikeroyok. Selain itu ponsel miliknya juga dirampas oleh pelaku pengeroyokan.
”Handpone dirampas yang keroyok, jenisnya Iphone 11. Harga sekira Rp 10 juta. Itu berhenti setelah dilerai masyarakat di sekitar. Yang mengeroyok nggak tahu, saya diamankan ke Polsek Sukodono sendirian,” ujar siswa SMK kelas X ini.
Setelah itu, mereka melaporkan ke Polsek Sukodono. Kemudian menindaklanjuti dengan melapor ke Polres Sragen bersama ibunya karena korban termasuk usia anak pada Senin (8/5/2023).
Dia berharap pelaku pelaku pengeroyokan segera ditangkap. Hasil visum menunjukkan ada luka di pelipis kanan, luka punggung hingga berlubang, memar di kaki.
Ketua Ranting Tanon PSHT Sragen Hermawan Prastowo didampingi humas Ranting PSHT Tanon Dawam menyayangkan aksi pengeroyokan yang dialami anggotanya. Dia meminta ada tindakan hukum terhadap pelaku.
”Karena negara kita ini adalah negara hukum, kami serahkan penindakan pada penegak hukum. Kami harap pelaku segera ditahan dan diproses hukum,” bebernya.
Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Wikan Sri Kadiono menyampaikan, ada tiga laporan terkait kejadian tersebut.
Yakni penganiayaan, pengerusakan sepeda motor dan pengerusakan truk. Pihaknya menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan pendalaman dari keterangan sejumlah saksi.
”Kalau dilihat dari CCTV di sekitar ada 40 an sepeda motor, ada yang berboncengan juga. Bisa jadi sekira 50 orang rombongan. Jadi ada tiga TKP, pelemparan kaca truk, penganiayaan dan merusak motor milik korban penganiayaan. Selain itu juga diambil handphone milik korban,” jelasnya.
Pihaknya menyampaikan rombongan silat tersebut usai menghadiri acara di Kuwu, Kabupaten Grobogan.
Tidak hanya di Sragen, di Grobogan informasinya juga terlibat masalah. Pihaknya mengimbau semua pihak tidak mudah terpancing provokasi. (din/adi/dam) Editor : Agus AP