11 Servis Megawati Hangestri Pernah Bikin Hyundai Hillstate Merana 2 Tahun Silam

Sulistiono • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 15:28 WIB
Megawati Hangestri pernah membuat klubnya sekarang, Hyundai Hillstate merana melalui 11 servisnya yang mematikan.Kini, setelah dua tahun momen itu, Megatron diandalkan Hyundai Hillstate. (ai/Sulistiono)
Megawati Hangestri pernah membuat klubnya sekarang, Hyundai Hillstate merana melalui 11 servisnya yang mematikan.Kini, setelah dua tahun momen itu, Megatron diandalkan Hyundai Hillstate. (ai/Sulistiono)

 

RADARSEMARANG.ID - 11 servis beruntun Megawati Hangestri pernah membuat Hyundai Hillstate kehilangan momentum dalam hitungan menit. Kini, dua tahun berselang, situasinya berubah drastis.

Megatron justru mengenakan seragam Hillstate dan menjadi salah satu andalan baru tim asal Suwon tersebut.

Baca Juga: AI Peppers Mulai Siapkan Tembok Pertahanan, Megawati Hangestri Jadi Ancaman di V-League Korea 2026/2027

Ada satu momen yang kembali menarik perhatian menjelang kiprah Megawati Hangestri Pertiwi bersama Suwon Hyundai E&C Hillstate di Liga Voli Korea.

Bukan sekadar karena Megawati kini memperkuat tim yang pernah menjadi korbannya, tetapi karena pevoli Indonesia itu pernah menciptakan salah satu aksi servis paling mencolok ketika masih berseragam Daejeon JungKwanJang Red Sparks.

Momen tersebut terjadi ketika Red Sparks menghadapi Hyundai Hillstate pada Liga Voli Korea musim 2023/2024, tepatnya 2 Maret 2024.

Pertandingan yang berlangsung di Suwon tersebut berakhir dramatis. Red Sparks mengamankan kemenangan 3-2 dengan skor 23-25, 25-15, 16-25, 25-19, 15-10.

Namun, sorotan terbesar justru datang dari set kedua. 11 Servis Megawati Mengubah Jalannya Pertandingan.

Saat itu pertandingan berjalan ketat. Kedudukan sempat berada di angka 12-12 sebelum Megawati Hangestri mendapatkan kesempatan melakukan servis.

Sejak saat itulah momentum pertandingan berubah. Megawati melakukan 11 servis secara beruntun. Rentetan servis tersebut membuat Red Sparks mampu mengubah kedudukan dari 12-12 menjadi 23-12.

 

Artinya, dalam satu rangkaian panjang ketika Megawati berada di garis servis, Red Sparks mampu menciptakan keunggulan 11 poin.

Meski tidak seluruh poin tersebut berasal dari ace Megawati, tekanan dari servisnya membuat receive Hyundai Hillstate beberapa kali tidak sempurna.

Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan Red Sparks untuk membangun serangan dan terus menjauh dari kejaran lawan.

Baca Juga: Kondisi Fisik Megawati Hangestri Bikin Khawatir Jelang Laga Hidup Mati KOVO Cup 2026!

Bahkan, Megawati turut mencetak angka melalui serangan ketika momentum tersebut berlangsung.

Salah satu puncaknya terjadi ketika Megawati mencetak service ace yang membawa Red Sparks unggul 21-12.

Rentetan servis itu akhirnya berhenti setelah servis Megawati berikutnya keluar.

Namun, kerusakan terhadap permainan Hillstate sudah terjadi.

Red Sparks kemudian menutup set kedua dengan kemenangan 25-15 sebelum akhirnya mengamankan pertandingan melalui kemenangan lima set.

Catatan 11 Servis Megawati Bukan Sekadar Angka

Yang membuat momen tersebut menarik adalah panjangnya rentetan servis Megawati.

 

Dalam laporan pertandingan saat itu, catatan 11 servis beruntun tersebut disebut sebagai salah satu rekor menonjol di Liga Voli Korea.

 Megawati juga mengaku bahwa catatan tersebut menjadi salah satu pencapaian servis beruntun terbaik dalam kariernya.

Megawati sendiri tampil impresif dalam pertandingan tersebut dengan mengoleksi 29 poin.

Baca Juga: GS Caltex Siapkan Jebakan Mengerikan, Fisik Megawati Hangestri Langsung Diuji di Luar Batas Normal!

Namun, cerita 11 servis tersebut justru menjadi salah satu momen yang paling mudah diingat dari pertandingan Red Sparks kontra Hyundai Hillstate.

Sebab, aksi tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi Megawati tidak hanya berasal dari serangan keras di depan net.

Ketika berada di belakang garis servis, Megatron juga mampu memberikan tekanan yang membuat sistem permainan lawan terganggu.

Kini Megawati Justru Berseragam Hyundai Hillstate

Menariknya, situasi tersebut kini sudah berubah. Megawati tidak lagi menjadi pemain Red Sparks yang harus mencari celah untuk membongkar pertahanan Hyundai Hillstate.

Mulai musim 2026/2027, Megawati justru menjadi bagian dari Hyundai E&C Hillstate.
Hyundai Hillstate resmi mengumumkan kedatangan Megawati pada Mei 2026.

 Kepindahan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya di Liga Voli Korea setelah sebelumnya memperkuat Red Sparks selama dua musim.

 

Dengan demikian, tim yang pernah merasakan langsung tekanan 11 servis Megawati kini justru memiliki pemain asal Indonesia tersebut di dalam skuadnya.

Perubahan situasi ini membuat perjalanan Megawati di Liga Voli Korea semakin menarik untuk diikuti.

Dulu, Megatron menjadi salah satu pemain yang harus dihentikan Hyundai Hillstate.

Sekarang, Megatron menjadi bagian dari kekuatan Hyundai Hillstate.

Dari Lawan Menjadi Andalan

Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana cepatnya dinamika dalam olahraga profesional.

Megawati yang dahulu datang sebagai pemain asing Red Sparks kini kembali ke Korea Selatan dengan pengalaman lebih matang dan seragam berbeda.

Hyundai Hillstate tentu berharap kemampuan Megawati dalam menyerang, melakukan servis, serta menciptakan tekanan dari belakang garis permainan dapat menjadi bagian penting dari kekuatan mereka.

Sementara itu, pengalaman masa lalu menghadapi Hillstate memberikan cerita tersendiri.

Satu hal yang pasti, 11 servis beruntun Megawati pada 2024 kini menjadi bagian dari sejarah pertemuannya dengan Hyundai Hillstate.

 

Dulu, rentetan servis itu membuat Hillstate berada dalam tekanan.

Kini, Megatron justru berada di sisi yang sama.
Dan menarik untuk melihat apakah kemampuan servis serta serangan Megawati kembali menjadi salah satu senjata utama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026/2027. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
MegawatiHangestri HyundaiHillstate VLeague RedSparks Megatron