RADARSEMARANG.ID - Gaji Megawati Hangestri di Liga Voli Korea kembali menjadi perhatian.
Memasuki musim ketiganya di V-League, Megatron diperkirakan menerima kontrak hingga Rp3,1 miliar per musim bersama Suwon Hyundai E&C Hillstate. Lantas, berapa kenaikan gaji Megawati jika dibandingkan dengan dua musim sebelumnya?
Megawati Hangestri Pertiwi memang bukan lagi pemain baru di kompetisi voli Korea Selatan.
Setelah dua musim memperkuat Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks, pevoli asal Jember tersebut kini membuka babak baru bersama Hyundai Hillstate.
Perpindahan itu tidak hanya menandai perubahan klub. Nilai kontrak Megawati juga diperkirakan meningkat cukup signifikan dibandingkan ketika pertama kali tampil di V-League.
Baca Juga: Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate, Segini Perkiraan Gaji Megatron di V-League 2026/2027
Gaji Megawati Hangestri Naik Setiap Musim
Perjalanan kontrak Megawati di Liga Voli Korea menunjukkan tren peningkatan. Ketika pertama kali bergabung dengan Red Sparks pada musim 2023/2024 melalui skema pemain kuota Asia, nilai kontraknya berada di kisaran US$100.000.
Pada musim berikutnya, nominal tersebut meningkat menjadi sekitar US$150.000.
Kini, setelah memasuki musim ketiga di V-League, Megawati diperkirakan memperoleh bayaran sekitar US$170.000 hingga US$180.000 bersama Hyundai Hillstate.
Jika menggunakan nilai rupiah dalam perhitungan yang beredar, angka tersebut setara dengan sekitar Rp2,97 miliar hingga Rp3,1 miliar per musim.
Dengan demikian, gaji Megawati menunjukkan peningkatan yang cukup besar dalam kurun tiga musim.
Perbandingan Kontrak Megawati
Berikut gambaran perjalanan kontrak Megatron di V-League:
| Musim | Klub | Perkiraan Kontrak |
|---|---|---|
| 2023/2024 | Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks | US$100.000 |
| 2024/2025 | Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks | US$150.000 |
| 2026/2027 | Suwon Hyundai E&C Hillstate | US$170.000-US$180.000 |
Dari musim pertama ke musim kedua, nilai kontrak Megawati meningkat sekitar US$50.000.
Sementara dari musim kedua ke musim ketiga, kenaikannya diperkirakan berada di kisaran US$20.000-US$30.000.
Jika dibandingkan dengan kontrak pertamanya, nilai kontrak Megawati pada musim 2026/2027 bahkan berpotensi meningkat hingga US$80.000.
Dari US$100.000 Menjadi Rp3,1 Miliar
Kenaikan tersebut membuat perjalanan gaji Megawati cukup menarik untuk diperhatikan.
Pada musim pertamanya di Korea Selatan, Megatron menerima sekitar US$100.000. Saat itu, ia masih harus beradaptasi dengan kompetisi baru dan karakter permainan yang berbeda.
Namun, performanya bersama Red Sparks membuat namanya semakin diperhitungkan.
Memasuki musim kedua, kontrak Megawati naik menjadi sekitar US$150.000. Kenaikan tersebut terjadi setelah ia melewati satu musim penuh di V-League dan menunjukkan kontribusi penting bagi Red Sparks.
Kini, memasuki musim ketiga, nilai kontraknya kembali meningkat. Jika menggunakan angka tertinggi dari kisaran tersebut, US$180.000, maka kontrak Megawati musim 2026/2027 sekitar 80 persen lebih tinggi dibandingkan kontrak pertamanya yang berada di kisaran US$100.000.
Ini menjadi salah satu gambaran bagaimana nilai Megawati berkembang setelah dua musim bermain di level profesional Korea Selatan.
Mengapa Kontrak Megawati Terus Naik?
Kenaikan kontrak Megawati tidak bisa dilepaskan dari sistem pemain kuota Asia yang diterapkan di V-League.
Skema tersebut memberikan struktur nilai kontrak berdasarkan masa bermain pemain kuota Asia di kompetisi Korea Selatan.
Pada tahun pertama, nominalnya berada di kisaran US$100.000. Kemudian meningkat pada musim berikutnya hingga mencapai kisaran yang lebih tinggi pada musim ketiga.
Karena itu, kenaikan kontrak Megawati bukan semata-mata terjadi karena perpindahan klub.
Pengalaman dan performanya selama dua musim bersama Red Sparks juga menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.
Dua Musim di Red Sparks Jadi Modal Penting
Megawati menjalani dua musim yang cukup berkesan bersama Red Sparks.
Pada musim pertamanya, ia menjadi bagian dari tim yang berhasil kembali tampil di babak playoff. Penampilan tersebut membuat nama Megawati semakin dikenal oleh penggemar voli Korea Selatan.
Popularitasnya di Indonesia juga meningkat pesat.
Pada musim berikutnya, Megawati dan Red Sparks mampu melangkah lebih jauh hingga mencapai final V-League.
Dua pengalaman tersebut membuat Megawati datang ke Hyundai Hillstate dengan modal yang berbeda dibandingkan ketika pertama kali tiba di Korea Selatan.
Ia sudah memahami atmosfer pertandingan, karakter pemain lawan, pola pertahanan, hingga tuntutan fisik kompetisi V-League.
Gaji Megatron Kini Mencerminkan Nilai Pengalamannya
Peningkatan kontrak Megawati juga menunjukkan perubahan statusnya di V-League.
Jika pada musim pertama ia datang sebagai pemain yang harus membuktikan kemampuan, kini Megatron datang sebagai pemain yang sudah memiliki pengalaman dua musim di Korea Selatan.
Hyundai Hillstate tentu berharap pengalaman tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap kekuatan tim.
Megawati juga akan menghadapi ekspektasi yang lebih tinggi. Dengan nilai kontrak yang diperkirakan mencapai Rp3,1 miliar per musim, kontribusinya akan menjadi salah satu hal yang diperhatikan sepanjang musim 2026/2027.
Berapa Total Kenaikan Gaji Megawati?
Jika menggunakan nominal perkiraan tertinggi, perjalanan kontrak Megawati terlihat cukup signifikan.
Dari US$100.000 pada musim pertama, meningkat menjadi US$150.000 pada musim kedua, kemudian berpotensi mencapai US$180.000 pada musim ketiga.
Artinya, dalam tiga musim, nilai kontrak Megawati berpotensi bertambah sekitar US$80.000 atau 80 persen dibandingkan nominal awal.
Dalam rupiah, kontrak yang pada awal kariernya di Korea Selatan berada di kisaran sekitar Rp1,7 miliar, kini diperkirakan bisa menembus Rp3,1 miliar per musim berdasarkan kurs yang digunakan dalam perhitungan tersebut.
Tantangan Megawati Setelah Kontrak Naik
Kenaikan gaji tentu membawa konsekuensi berupa ekspektasi yang semakin besar.
Megawati kini tidak hanya dituntut tampil konsisten, tetapi juga diharapkan mampu membantu Hyundai Hillstate bersaing di papan atas V-League.
Pengalaman dua musim di Red Sparks menjadi modal penting untuk menjawab tantangan tersebut.
Musim 2026/2027 pun akan menjadi ujian baru bagi Megatron: apakah peningkatan nilai kontrak tersebut bisa diikuti dengan peningkatan performa dan pencapaian bersama klub barunya?
Untuk saat ini, satu hal sudah jelas. Perjalanan Megawati di Liga Voli Korea terus mengalami peningkatan, baik dari sisi pengalaman maupun nilai kontraknya. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi