Kekaguman Pelatih Saga Hisamitsu Springs: Megawati Layak Main di Liga Italia atau Turki

Dhani Apriyanto • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 05:24 WIB
Pelatih Saga Hisamitsu Springs, Kumi Nakada kagum atas permaian Megawati Hangestri Pertiwi dalam laga persahabatan Korea Expedition.
Pelatih Saga Hisamitsu Springs, Kumi Nakada kagum atas permaian Megawati Hangestri Pertiwi dalam laga persahabatan Korea Expedition.

RADARSEMARANG.ID - Permainan impresif Megawati Hangestri Pertiwi (Megatron) saat membawa timnya Hyundai Hillstate mengalahkan klub Jepang Saga Hisamitsu Springs 3-1 (25-21, 22-25, 25-19, 25-18) membuat pelatih Saga Hisamitsu Springs, Kumi Nakada takjub.

Satu pertandingan cukup untuk membuat Kumi Nakada mengeluarkan penilaian besar terhadap Megawati Hangestri Pertiwi.

Pelatih Saga Hisamitsu Springs sekaligus mantan pelatih Timnas Putri Jepang, Kumi Nakada menilai Megawati layak bermain di Eropa dan memiliki standar pemain elite dunia.

Baca Juga: Rival Megawati Hangestri di Liga Voli Korea Resmi Perpanjang Kontrak Bersama GS Caltex

Penilaian tersebut bukan muncul tanpa alasan.

Pemain kelahiran Jember, Jawa Timur itu tampil sejak awal pertandingan dan menjadi pusat serangan Hyundai Hillstate.

Pemain yang akrab dijuluki Megatron tersebut menjadi faktor penting di balik kemenangan timnya.

Megawati tampil penuh saat membela Hyundai Hillstate dalam laga persahabatan Korea Expedition dan menjadi pusat serangan Hyundai Hillstate. Ia mengemas 38 poin dan meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP).

Baca Juga: Jung Ho Young Resmi Berseragam Pink Spiders untuk Liga Voli Korea Musim 2026-2027

Laga ini sekaligus sinyal kuat bahwa dirinya belum kehilangan daya ledak sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di Asia.

Performa itu sekaligus membuat Nakada semakin memahami pengapa Megawati selama ini menjadi salah stu pemain yang sulit dihentikan ketika berada dalam kondisi terbaik.

Performa itu menjadi jawaban paling nyata atas penilaian Nakada.

Pelatih Saga Hisamitsu Springs tersebut bahkan mengaku terkejut melihat pemain dengan kemampuan seperti Megawati masih berkarier di Liga Voli Korea.

Baca Juga: Pink Spiders Rekrut Lee Da Hyeon usai Ratu Voli Korea Kim Yeon Koung Pensiun

Sakada bukan sosok asing dalam dunia voli Jepang. Selain menangani Saga Hisamitsu Springs, ia pernah dipercaya menjadi pelatih Timnas Putri Jepang.

Pengalamannya membuat komentar Nakada terhadap Megawati menjadi sorotan. Nakada secara terbuka mempertanyakan mengapa Megawati belum mencoba peruntungan di kompetisi Eropa.

“Secara jujur saya katakan, saya kaget dan heran mengapa pemain sebagus dia masih bermain di level liga Korea. Dengan atribut dan daya ledak seperti itu, Megawati harusnya sudah berada di level Eropa,” ungkap Nakada.

Menurutnya, kemampuan Megawati sudah memenuhi syarat untuk tampil di kompetisi yang lebih tinggi.

“Dengan atribut dan daya ledak seperti itu, Megawati harusnya sudah berada di level Eropa, bermain di Liga Italia atau Liga Turki. Dia memiliki standar pemain elite Eropa, tambahnya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Pemain Putri Kuota Asia Liga Voli Korea 2025-2026, Red Sparks Pilih Wipawee Srithong dari Thailand

Pujian tersebut terasa semakin kuat karena Nakada menyampaikannya setelah timnya sendiri menjadi korban ledakan permainan Megawati.

Hyundai Hillstate harus bekerja keras saat menghadapi Saga Hisamitsu Springs.

Megawati dkk memenangkan set pertama 25-21. Hyundai Hillstate kalah di set kedua dengan skor 22-25.

Baca Juga: Ratu Voli Korea Kim Yeon koung Menangkan MVP, Megawati Hangestri Tetap yang Tersubur

Megawati dan kawan-kawan kembali menemukan momentum pada dua set berikutnya. Hyundai Hillstate mengamankan set ketiga 25-19 dan menutup pertandingan pada set keempat dengan skor 25-18.

Pemain yang akrab dijuluki Megatron tersebut menjadi faktor penting di balik kemenangan timnya.

38 poin berhasil dikemasnya dalam laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi. Kontribusi itu sekaligus mengantarkan Megatron meraih gelar MVP.

Nakada melihat ada kombinasi kemampuan Megawati yang membuat sistem pertahanan sulit bekerja maksimal.

Baca Juga: Hasil Playoff Leg 3: Kalahkan Hyundai Hillstate 1-3 Dikandangnya, Red Sparks ke Final Liga Voli Korea Musim 2024-2025

Kemampuan melompat tinggi memberikan Megawati titik pukul yang menguntungkan ketika melakukan serangan.

Bola bisa dilepaskan dari posisi tinggi sehingga blok lawan memiliki waktu yang lebih sempit untuk mengantisipasi.

Megawati mampu membaca momentum sebelum melakukan serangan. Perpaduan timing dengan kemampuan melompat membuat upaya membendung seranggannya menjadi lebih rumit.

Megawati tidak selalu mengarahkan bola pada jalur yang sama. Variasi sudut serangan membuat pemain bertahan sulit membaca ke mana bola akan diarahkan.

Baca Juga: Hasil Playoff Leg 3: Kalahkan Hyundai Hillstate 1-3 Dikandangnya, Red Sparks ke Final Liga Voli Korea Musim 2024-2025

Bagi Nakada, kombinasi ketiga aspek tersebut menjadi alasan mengapa Megawati bisa tampil begitu dominan.

Pernyataan Nakada secara tidak langsung membuka kembali perbincangan mengenai potensi Megawati bermain di Eropa.

Selama ini, Liga Voli Korea menjadi salah satu panggung penting dalam perkembangan kariernya. Namun, ketika pelatih berpengalamanan seperti Nakada menyebut nama Liga Italia dan Liga Turki, standar pembicaraan terhadap Megawati ikut berubah.

Ia tidak lagi hanya dinilai sebagai salah satu pemain asing berbahaya di Asia. Megawati mulai ditempatkan dalam pembicaraan mengenai level kompetisi dunia.

Tentu, keputusan untuk bermain di Eropa bukan perkara sederhana. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan, mulai dari klub, kontrak, adaptasi, hingga kebutuhan tim.

Dan bagi Hyundai Hillstate, penampilan tersebut menjadi faktor yang jauh lebih penting, Megatron datang ke musim baru dengan daya ledak yang masih utuh. (dan)

Editor : Baskoro Septiadi
Saga Hisamitsu Springs Kumi Nakada Kim Da In Megawati Hangestri Pertiwi Hyundai Hillstate