Terapkan MAP, Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Yunior 2026 di Semarang Dipastikan Berlangsung Kompetitif

Radar Semarang • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 16:28 WIB
 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Remaja dan Yunior 2026 resmi bergulir di Hotel Khas Semarang, Jawa Tengah, pada 22–24 Juli 2026.
Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Remaja dan Yunior 2026 resmi bergulir di Hotel Khas Semarang, Jawa Tengah, pada 22–24 Juli 2026.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Remaja dan Yunior 2026 resmi bergulir di Hotel Khas Semarang, Jawa Tengah, pada 22–24 Juli 2026.

Ajang yang digelar Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) ini diikuti 297 peserta yang terdiri atas atlet dan ofisial dari 23 provinsi.

Baca Juga: Sudaryono Resmi Gantikan Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN

Sebanyak 105 lifter remaja putra-putri dan 115 lifter yunior putra-putri akan bersaing memperebutkan gelar juara.

Mereka didampingi 77 ofisial yang turut mendukung jalannya kompetisi nasional tersebut.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, PB PABSI menerapkan aturan Minimal Angkatan Pertama (MAP) bagi seluruh peserta.

Ketentuan ini diberlakukan dengan standar berbeda di setiap kelas yang dipertandingkan, baik kategori remaja maupun yunior.

Selain itu, PB PABSI juga menyiapkan penghargaan bagi lifter terbaik putra dan putri di masing-masing kelompok umur sebagai bentuk apresiasi terhadap atlet yang mampu menunjukkan performa terbaik selama kejuaraan.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Luquinhas Resmi Gabung Persita Tangerang, Winger Brasil Eks PSBS Biak Bawa Ambisi Besar

Sekretaris Jenderal PB PABSI, Djoko Pramono, mengatakan penerapan MAP bertujuan meningkatkan kualitas persaingan sehingga daerah hanya mengirimkan atlet-atlet terbaik sesuai regulasi kelas terbaru dari Federasi Angkat Besi Dunia (IWF).

"Diharapkan dari kejurnas ini akan muncul lifter-lifter muda potensial yang kelak bisa dipanggil ke Pelatnas. Sekaligus, sebagai ajang monitoring sejauh mana perkembangan pembinaan para lifter remaja dan yunior di daerah-daerah saat ini. Jadi, mereka tidak asal mengirimkan sembarang lifter saja yang penting tampil di kejurnas," tandas Djoko Pramono.

Pada kelompok remaja putra, MAP diterapkan mulai kelas 56 kg hingga +70 kg. Sementara kategori remaja putri berlaku untuk kelas 45 kg hingga +57 kg. Adapun pada kelompok yunior, ketentuan MAP diberlakukan untuk kelas 60 kg hingga +75 kg putra serta kelas 49 kg hingga +61 kg putri, dengan standar angkatan snatch dan clean and jerk yang telah ditetapkan PB PABSI.

Melalui penerapan regulasi tersebut, PB PABSI berharap Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Yunior Pupuk Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi tolok ukur pembinaan atlet muda di daerah sekaligus wadah menjaring calon-calon lifter masa depan yang siap memperkuat Indonesia di level internasional.

Sementara itu, SVP Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) Pupuk Indonesia, Frans Adisuranta Ginting, yang membuka secara resmi kejuaraan tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap pembinaan atlet angkat besi nasional.

"Kami harapkan melalui angkat besi ini, kami bisa melakukan pemberdayaan masyarakat dan kami mendukung PABSI agar lebih banyak lagi melahirkan atlet berprestasi," kata Frans Adisuranta Ginting.

Editor : Baskoro Septiadi
Kejurnas ANGKAT BESI