RADARSEMARANG.ID, Semarang - Libur sekolah dimanfaatkan Karang Taruna Kota Semarang untuk mengajak pelajar mengisi waktu dengan kegiatan positif. Melalui Street Football Karang Taruna Featuring Kapten League, sebanyak 28 tim dari jenjang SD dan SMP beradu keterampilan mengolah bola di halaman Pasar Dargo, Jalan Dr. Cipto, Sabtu-Minggu (11-12/7).
Turnamen tersebut tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dikemas sebagai kampanye antitawuran dan bebas kreak di Kota Semarang.
Sejak pagi, kawasan Pasar Dargo tampak lebih hidup dari biasanya. Lorong-lorong pasar dipenuhi peserta yang melakukan pemanasan sebelum bertanding.
Belasan pelaku UMKM membuka stan kuliner dan produk lokal di sisi arena sehingga suasana menyerupai festival olahraga rakyat. Dari lantai atas pasar, ratusan warga memadati area menonton sambil memberikan sorak-sorai kepada tim yang berlaga.
Baca Juga: Beredar Isu OTT dan Penggeledahan SPPG MBG, Kejati Jateng Beri Klarifikasi
Berbeda dari turnamen sepak bola pada umumnya, arena street football ini menggunakan hamparan paving blok sebagai lapangan pertandingan. Bukan rumput alami maupun rumput sintetis.
Lapangan berukuran mini itu menjadi arena adu kecepatan, kelincahan, dan kreativitas para pemain. Meski bermain di permukaan keras, pertandingan berlangsung sportif.
Seluruh peserta diwajibkan mengenakan sepatu dan pelindung tulang kering (decker). Panitia juga melarang sliding tackle, tekel keras, maupun sikutan demi menjaga keselamatan pemain.
Keunikan lainnya terlihat dari penggunaan bola plastik sebagai bola pertandingan. Selain lebih aman ketika dimainkan di atas paving, bola tersebut menghadirkan nuansa nostalgia permainan sepak bola jalanan yang akrab dimainkan anak-anak di lingkungan permukiman pada era 1990-an hingga awal 2000-an.
Ketua Karang Taruna Kota Semarang H. Suragah Rambing, yang akrab disapa Mas Rega, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar untuk mengisi masa liburan sekolah dengan aktivitas yang bermanfaat sekaligus menekan potensi tawuran remaja.
"Street Football Karang Taruna Featuring Kapten League ini tujuannya mengisi liburan anak-anak sekolah sekaligus menyalurkan hobi mereka yang suka sepak bola. Tujuan utamanya mengurangi tawuran yang ada di Kota Semarang dan tidak ada lagi kreak, khususnya di Semarang Timur dan Semarang Utara," ujarnya.
Turnamen diikuti 28 tim yang terdiri atas 12 tim kategori SD dan 16 tim kategori SMP. Masing-masing tim beranggotakan lima pemain dengan durasi pertandingan dua babak masing-masing 15 menit.
Menurut Mas Rega, konsep permainan sengaja dibuat sederhana. Dan, mengedepankan kesenangan sehingga peserta dapat menikmati pertandingan tanpa permainan keras.
"Kita tidak boleh sliding, tidak boleh tekel, tidak boleh sikut. Intinya fun saja, menikmati sepak bola untuk hiburan," katanya.
Ia menambahkan, Pasar Dargo dipilih sebagai lokasi karena letaknya strategis dan berada di tengah kawasan permukiman serta pusat aktivitas masyarakat.
"Dengan digelarnya turnamen di lokasi ini, kami berharap masyarakat datang menyaksikan pertandingan sekaligus menghidupkan aktivitas perdagangan di pasar," harapnya.
Sementara itu, Camat Semarang Timur Akbar Ali Nurdin mengatakan turnamen tersebut merupakan bagian dari kampanye Semarang Bebas Tawuran dan Bebas Kreak yang digagas bersama Karang Taruna Kota Semarang. Menurutnya, olahraga menjadi sarana efektif untuk mengajak remaja mengisi waktu luang dengan kegiatan positif sekaligus memperluas pergaulan.
"Kegiatan ini bagian dari kampanye kita agar adik-adik mengikuti aktivitas yang positif. Melalui street football mereka bisa berolahraga, berkegiatan, sekaligus menjalin persahabatan," tuturnya.
Akbar menilai momentum liburan sekolah menjadi waktu yang tepat untuk menggelar kegiatan tersebut. Selain antusiasme masyarakat terhadap sepak bola yang sedang tinggi karena euforia Piala Dunia, turnamen ini juga menjadi sarana memperkenalkan kembali Pasar Dargo yang kini mulai ramai ditempati pedagang.
"Kehadiran belasan UMKM selama dua hari pelaksanaan diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal seiring meningkatnya kunjungan masyarakat ke kawasan pasar," harapnya. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi