RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ekosistem olahraga kampus di Indonesia memasuki babak baru. Campus League resmi diluncurkan melalui grand launching di Thamrin Nine, Senin (20/4).
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu prestasi, tetapi juga dirancang sebagai sistem pembinaan jangka panjang bagi mahasiswa atlet.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menegaskan bahwa inisiatif ini hadir untuk menjawab tantangan masa depan student-athlete. Menurutnya, tidak semua atlet kampus akan berkarier sebagai atlet profesional.
“Sekitar 99 persen atlet mahasiswa tidak akan menjadi atlet profesional. Namun, mereka punya potensi besar menjadi profesional di bidang lain,” ujarnya.
Karena itu, Campus League tidak sekadar menggelar kompetisi. Lebih jauh, ajang ini menjadi sarana pembentukan karakter melalui penguatan soft skills seperti disiplin, manajemen waktu, kerja sama tim, hingga kepemimpinan.
Dukungan juga datang dari berbagai pihak. Bayan Resources melalui direkturnya, Merlin, menilai kolaborasi ini penting untuk menciptakan ekosistem olahraga berkelanjutan bagi generasi muda.
“Kami percaya investasi terbaik adalah pengembangan manusia. Kompetisi terstruktur seperti ini akan membentuk karakter dan sportivitas,” katanya.
Sementara itu, Polytron turut memperkuat ekosistem melalui dukungan teknologi. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyebut olahraga kampus sebagai miniatur dunia profesional.
Campus League sendiri dibangun di atas tiga pilar utama, yakni akademik, atletisme, dan afinitas. Konsep ini terinspirasi dari NCAA di Amerika Serikat.
Secara bertahap, pengembangannya dibagi dalam tiga fase hingga 2034. Pada fase awal (2025–2028), fokus pada pembangunan fondasi ekosistem dan perluasan kota. Fase kedua (2028–2029) mulai menerapkan sistem home and away serta membuka jalur internasional. Sedangkan fase ketiga (2030–2034) menargetkan ekspansi global.
Musim pertama menjadi lompatan signifikan. Dari yang semula hanya futsal di dua kota, kini kompetisi berkembang ke lima kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Samarinda. Tiga cabang olahraga utama yang dipertandingkan adalah basket, badminton, dan futsal.
Sebagai puncak kompetisi, Campus League akan menggelar UniGames, ajang multi-event antar kampus yang digelar di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang. Sejumlah cabang tambahan seperti taekwondo, jiu-jitsu, hingga atletik juga akan dipertandingkan.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menilai program ini sebagai langkah positif dalam pembinaan atlet usia kampus.
“Kalau tidak menjadi atlet profesional, mereka tetap memiliki bekal pendidikan. Ini yang penting,” tegasnya.
Dengan konsep terstruktur dan dukungan berbagai pihak, Campus League diharapkan menjadi fondasi baru pembinaan olahraga kampus di Indonesia sekaligus mencetak generasi muda yang tangguh, baik di dalam maupun di luar lapangan. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi