RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jakarta LaVani Livin Transmedia berhasil menumbangkan Jakarta Bhayangkara Presisi di putaran ke tiga Final Four Proliga 2026 di Semarang, Minggu (18/4/2026) pukul 16.00.
Pertandingan bergengsi ini, Bhayangkara Presisi kalah dengan skor 3-1. Bhayangkara Presisi hanya menang di pertandingan set ketiga, (20-25), (15-25), (25-18) dan (22-25).
Berlangsungnya set pertama dan set kedua, tim LaVani lebih mendominasi pertandingan. Tim LaVani meninggalkan angka terpaut jauh lawannya.
Sedangkan berlangsungnya set ketiga, kali ini Bhayangkara Presisi lebih mendominasi permainan. Meninggalkan jauh angka tim lawan Jakarta Lavani.
Kekompakan permainan dan umpan, memampukan dimanfaatkan smash keras yang cenderung mematikan tim lawan. Akhirnya, Bhayangkara Presisi juga berhasil memenangkan set ketiga.
Sementara, berlangsungnya set ke empat, dari dua tim cenderung lebih saling menjaga pola permainan. Tidak seperti halnya pertandingan set sebelum-sebelumnya.
Dua tim saling kejar-kejaran angka skor. Dua tim juga saling jatuh bangun menyelamatkan bola dan berupaya saling mencuri poin. Pertandingan ini, menguras tenaga dari masingmasing tim yang bertanding.
Namun, pada akhirnya tim Lavani mampu menaklukkan Bhayangkara Presisi dengan kekalahan tipis, 22-25.
Erwin Rusli, didampingi pemain lokal Irpan, mengatakan masih terus melakukan evaluasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya di Grand Final Four Proliga 2026 di Yogyakarta, pekan depan.
"Kita masih banyak yang harus diperbaiki. Jadi kita ke depannya untuk menghadapi final kita harus memperbaiki dari servis dan blok," ungkap Erwin Rusli, sesaat usai pertandingan.
"Seminggu ini kita perbaiki terus, dan mudah-mudahan pucuk performanya di final," lanjutnya.
Baca Juga: Final Ke 6, Mampukah Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Juara Proliga untuk Pertama Kalinya?
Pertandingan di Grand Final di Yogyakarta nantinya akan kembali berhadapan dengan tim putra Jakarta Bhayangkara Presisi. Menurutnya, yang paling diwaspadai adalah permainan pemain asing lawannya tersebut.
"Disaat dia servis, kita harus bisa mengantisipasi untuk kembali menyerang. Kalau bisa sekali servis mati. Maksudnya mati buat buat tim-tim sana. Kita harus menyerang. Apalagi itu servis karena memang setiap pemain asing servis kita akan keteteran," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi