RADARSEMARANG.ID - Hasil kurang memuaskan diraih wakil Indonesia pada babak pertama All England 2026.
Dua pasangan harus angkat koper lebih cepat setelah takluk dari lawan masing-masing di Utilita Arena, Birmingham, Selasa (3/3/2026) malam WIB.
Di nomor ganda putra, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana melawan pasangan Chisese Taipei, Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan.
Leo-Bagas langsung tertekan sejak awal gim pertama. Mereka tertinggal 6-11 di interval dan akhirnya menyerah 13-21.
Memasuki gim kedua, perlawanan juara Thailand Masters 2026 itu mulai terlihat. Skor sempat imbang 9-9 sebelum Lee-Yang menjauh 13-9.
Meski mencoba mengejar, Leo-Bagas kembali kehilangan momentum selepas interval. Lee-Yang pun memastikan kemenangan 21-19 sekaligus menyingkirkan pasangan Indonesia.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Leo-Bagas dari Lee-Yang setelah sebelumnya selalu menang dalam tiga pertemuan, yakni di Hong Kong Open 2024, All England 2025, dan Badminton Asia Championships 2025.
“Di gim awal, kami kalah start-nya. Mereka juga langsung grebek-grebek jadi kayak sudah in duluan. Kami sebenarnya sudah mempersiapkan pola permainan kami tapi tiga turnamen yang kami pernah bertemu, mereka tidak seaktif ini dan tidak se-powerful ini. Mereka juga sudah tahu harus bermain apa hari ini,” ujar Leo Rolly Carnando.
Di gim kedua kami bisa dapat banyak poin, mereka juga banyak kesalahan sendiri. Tapi di beberapa momen itu ada saja sih bolanya kayak tiba-tiba kena yang sebenarnya harus mati. Kami sudah mempelajari permainan mereka lewat video tapi ternyata tadi sangat berbeda di lapangan,” ungkap Bagas Maulana.
Nasib serupa dialami ganda campuran Hee Yong Kai Terry (Singapura)/Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia).
Baca Juga: Hasil Drawing, Tantangan Berat Wakil Indonesia di All England 2026
Mereka kalah dramatis dari pasangan China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Terry-Gloria sempat merebut gim pertama 21-18, namun Feng-Huang bangkit merebut dua gim berikutnya 21-18, dan 21-19 untuk mememastikan kemenangan.
“Pasti kecewa tidak bisa menang tapi kami sudah mencoba 100%, kami fight setiap poin tapi di akhir-akhir memang saya kurang tenang,” ujar Hee Yong Kai Terry.
Saat undian keluar kami tahu ini tika akan mudah tapi kami berpikir masih ada peluang jadi kami tidak mau menyerah sebelum tanding jadi tadi coba enjoy setiap poin,” tambah Hee Yong Kai Terry.
Pasti di poin krusial itu kan kami berpikir ada peluang (untuk menang), kami pasti mau ambil tapi kami tidak bisa kontrol kemauannya. Jadi mainnya kurang tenang, kurang pas sentuhannya. Lebih non-teknisnya tapi secara keseluruhan kami sudah mencoba yang terbaik. Penyesalannya mungkin di poin-poin akhir saja tidak bisa take over,” ungkap Gloria Emanuelle Widjaja.
Empat turnamen bersama Terry menjadi pengalamana yang baru untuk saya dan mungkin juga untuk dia. Dengan typical mindset yang berbeda, antara saya dan Terry, dengan pelatih saya dan dengan pelatih dia Terry jadi itu bisa jadi pelajaran baru buat saya dan jadi bagian sejarah cerita kehidupan. Senang sih,” tambah Gloria. (dan)
Editor : Baskoro Septiadi