Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Debut, Marwan-Aisyah Siap Tempur di Malaysia Open 2026

Dhani Apriyanto • Senin, 5 Januari 2026 | 04:53 WIB

 

Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata siap tempur di Malaysia Open 2026.
Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata siap tempur di Malaysia Open 2026.

RADARSEMARANG.ID - Malaysia Open 2026 akan berlangsung di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada 6-11 Januari 2026. Ini adalah turnamen BWF World Tour edisi pertama di tahun 2026.

Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata siap tempur di Malaysia Open 2026. Dari sembilan wakil Indonesia di Malaysia Open 2026, pasangan muda ganda campuran ini menjadi salah satu yang paling menarik perhatian, karena bagi mereka, ini bukan turnamen biasa.

Ini adalah debut mereka di level BWF World Tour Super 1000, level tertinggi yang isinya para monsters bulutangkis dunia.

Di babak pertama, Marwan-Aisyah akan menghadapi pasangan Prancis, Julien Maio/Lea Palermo. Bagi Marwan dan Aisyah, Julien-Palermo bukan lawan yang bisa dianggap enteng.

Musim 2025 jadi bukti kalau mereka bukan sekadar “pasangan muda yang menjanjikan”. Mereka merajai turnamen Super 100 dan mengoleksi 4 gelar juara yakni Vietnam Open, Indonesia Masters II, Guwahati Masters dan Odisha Masters.

Mereka juga sempat menjadi runner up di Al Ain Masters. Buat banyak orang, ini seperti cerita anak muda yang pelan-pelan naik tangga dari panggung kecil ke arena yang gemerlap.

Yang membuat Marwan-Aisyah menarik bukan hanya gelarnya tapi cara mereka melihat perjalanan ini. Marwan, pemain kelahiran 5 Mei 2004 asal Kuningaan, Jawa Barat mengaku bahwa konsistensi adalah PR besar mereka.

“Salah satu kekurangan kami aldah kurang konsisten, jadi kami mau lebih fokus dan konsisten.”

Di balik 4 gelar itu, ada kenyataan yang juga harus mereka hadapi. Ketika masuk level lebih tinggi seperti Super 300, mereka masih sering terpeleset di babak awal.

Pencapaian terbaik di Super 300? Semifinal Syed Modi India International. Dan ketia mencoba naik ke Super 500 (Indonesia Masters), mereka hanya sampai babak 16 besar. Jadi ya gelar Super 100 memang penting, tapi dunia elite itu berbeda.

Baca Juga: Hasil Semi FInal dan Jadwal Pertandingan Final Piala Sudirman TotalEnergies BWF Sudirman Cup Finals 2025

Satu kesalahan kecil bisa jadi tiket pulang lebih cepat. Kini, PBSI mendaftarkan mereka ke Malaysia Open, turnamen yang levelnya sama dengan “empat mahkota” yakni Malaysia Open, All England, Indonesia Open, dan China Open.

Jika Marwan-Aisyah menang di babak pertama, mereka bisa bertemu lagi dengan tantangan Eropa: Jesper Toft/Amalie Magelund (Denmark) atau Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis), juara Indonesia Open 2025.

Apakah mereka akan langsung “meledak” di debut Super 1000? atau justru Malaysia Open jadi tempat mereka belajar keras, jatuh, lalu bangkit lagi?

Yang pasti Marwan-Aisyah datang bukan untuk sekadar numpang lewat. Mereka datang dengan 4 gelar, semangat muda, dan satu tekad: naik level pelan-pelan tapi pasti. (dan)

Editor : Baskoro Septiadi
#Lea Palermo #bukit jalil #Malaysia Open 2026 #Marwan Faza #Aisyah Salsabila Putri Pranata #kuala lumpur #axiata arena #Julien Maio #BWF World Tour Super 1000