RADARSEMARANG.ID, KABADDI, olahraga kontak tim yang berasal dari India kuno, kini semakin populer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Dikenal sebagai permainan yang menguji kekuatan fisik, strategi, dan kontrol napas, kabaddi telah menjadi simbol keberanian dan ketangkasan.
Di Indonesia, olahraga ini tidak hanya berkembang sebagai cabang rekreasi, tetapi juga berhasil menyumbang prestasi internasional.
Yang terbaru, kontingen Indonesia meraih medali emas di kabaddi pada SEA Games 2025 di Thailand, menandai debut manis dan menjadi emas ke-80 bagi Merah Putih.
Mari kita bahas sejarah kabaddi, perkembangannya di Indonesia, serta bagaimana prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Jika Anda mencari informasi tentang "kabaddi Indonesia" atau "medali emas kabaddi SEA Games", simak ulasan lengkap berikut!
Sejarah dan Asal Usul Kabaddi
Kabaddi berasal dari India sekitar 4.000 tahun lalu, tepatnya di Tamil Nadu, sebagai latihan fisik bagi prajurit.
Mirip dengan permainan tradisional Indonesia seperti "gobak sodor" atau "bentengan", kabaddi awalnya dimainkan untuk melatih refleks dan pertahanan diri.
Baca Juga: Klasemen Sementara SEA Games 2025, Kontingen Indonesia Sudah Mencapai 90% Target
Nama "kabaddi" sendiri berasal dari kata Tamil "kai-pidi" yang berarti "memegang tangan". Olahraga ini disebutkan dalam epik Mahabharata dan bahkan dikaitkan dengan cerita Buddha serta Krishna.
Modernisasi kabaddi dimulai pada awal abad ke-20 di India, dengan aturan resmi dibuat pada 1921-1923.
Kabaddi pertama kali diperkenalkan secara internasional sebagai olahraga demonstrasi di Olimpiade Berlin 1936.
Pada 1990, kabaddi resmi menjadi cabang Asian Games, dan sejak itu mendominasi oleh negara seperti India, Iran, dan Pakistan.
Kabaddi juga menjadi olahraga nasional Bangladesh sejak 1972 dan telah menggelar World Cup pertamanya pada 2004 di Mumbai.
Di era modern, liga profesional seperti Pro Kabaddi League (PKL) di India sejak 2014 telah membuat olahraga ini semakin populer, dengan jutaan penonton dan pemain dari berbagai negara, termasuk Asia Tenggara.
Aturan Main Kabaddi yang Sederhana Namun Menantang
Kabaddi dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing 7 pemain aktif (dari total 12 pemain). Lapangan berukuran 13m x 10m untuk pria dan lebih kecil untuk wanita. Pertandingan berlangsung 40 menit (dua babak 20 menit).
- Raider (Penyerang): Seorang pemain masuk ke wilayah lawan sambil terus mengucapkan "kabaddi-kabaddi" tanpa bernapas. Tujuannya menyentuh (tag) sebanyak mungkin defender lawan dan kembali ke wilayah sendiri dalam 30 detik.
- Defender: Tim lawan harus menangkap raider untuk mendapat poin.
- Poin Tambahan: Bonus point untuk melewati garis bonus, super tackle jika defender tersisa sedikit, dan all-out (lona) jika seluruh tim lawan keluar.
Olahraga ini tidak memerlukan peralatan mahal, sehingga mudah diakses oleh masyarakat luas.
Di Indonesia, kabaddi sering dimainkan di level sekolah dan komunitas untuk membangun teamwork dan kebugaran.
Perkembangan Kabaddi di Indonesia
Di Indonesia, kabaddi mulai dikenal sejak akhir abad ke-20 melalui pengaruh komunitas India dan pertukaran budaya.
Persatuan Kabaddi Seluruh Indonesia (PKSI) didirikan untuk mengembangkan olahraga ini. Kabaddi populer di daerah seperti Bali, Jakarta, dan Jawa Timur, di mana banyak atlet lokal berlatih.
Pembinaan kabaddi di Indonesia fokus pada level pemuda, dengan partisipasi di turnamen regional seperti SEA Games.
Pada SEA Games 2025, kabaddi debut sebagai cabang resmi, dan Indonesia langsung menunjukkan potensinya sebagai kekuatan baru di Asia Tenggara.
Atlet Indonesia, banyak dari Bali, telah menunjukkan dedikasi tinggi, seperti yang diungkapkan oleh Sekjen PKSI Maryoto Subekti.
Prestasi Gemilang: Medali Emas Kabaddi di SEA Games 2025SEA Games 2025 di Thailand menjadi momen bersejarah bagi kabaddi Indonesia.
Dalam debutnya, tim Indonesia berhasil meraih medali emas di nomor women's three stars (three stars putri), mengalahkan Malaysia di final dengan skor ketat 23-22.
Kemenangan dramatis ini terjadi berkat ketenangan tim dalam menangkap raider lawan di detik-detik akhir.
Emas ini menjadi medali emas ke-80 bagi kontingen Indonesia, memenuhi target 80 emas yang ditetapkan Kemenpora.
Secara keseluruhan, dari enam nomor kabaddi, Indonesia pulang dengan 1 emas, 4 perak (termasuk standard style putra-putri dan super five putra-putri), serta 1 perunggu di three stars putra.
Prestasi ini diapresiasi oleh Ketua Umum KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, yang menyebutnya sebagai hasil pembinaan luar biasa.
Atlet seperti Trisna Arkasari dan Dwiyani Putri menyatakan bahwa emas ini menjadi motivasi untuk target lebih tinggi, seperti Asian Games atau Olimpiade.
Dengan total medali Indonesia mencapai 80 emas, 93 perak, dan 103 perunggu per 18 Desember 2025, kabaddi turut menyumbang posisi kedua di klasemen sementara.
Manfaat Kabaddi bagi Kesehatan dan Pembangunan Karakter
Selain prestasi, kabaddi menawarkan manfaat kesehatan seperti meningkatkan stamina, kekuatan otot, dan koordinasi.
Olahraga ini juga mengajarkan disiplin, kerjasama tim, dan pengendalian emosi—nilai yang relevan bagi pemuda Indonesia.
Di tengah tren olahraga modern, kabaddi bisa menjadi pilihan untuk diversifikasi cabang olahraga nasional, terutama setelah sukses di SEA Games 2025.
Kabaddi, Harapan Baru Olahraga Indonesia
Prestasi medali emas kabaddi di SEA Games 2025 membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di olahraga tradisional Asia.
Ini bukan hanya kemenangan, tapi inspirasi untuk terus berlatih dan bersaing di level internasional.
Jika Anda tertarik bergabung dengan komunitas kabaddi Indonesia, hubungi PKSI atau ikuti liga lokal.(tas)
Editor : Tasropi