RADARSEMARANG.ID - Perjuangan Jeon Da-bin dari bocah pengambil bola hingga menjadi pemain bola voli profesional di Red Sparks.
Jeon Da-bin berawal dari menjadi anak bola di GS Caltex, dan dengan kerja kerasnya dia menjadi pemain profesional bersama Red Sparks.
Masa depan memang tidak ada yang tau, tapi Jeon Da-bin berhasil merubah masa depannya saat diberi kesempatan pelatih Ko Hee jin dengan catatkan 4 poin dan disaat itu juga mendapatkan MVP.
Fans Korea menilai Jeon Da-bin bakal menggeser Lee Seon woo dan seniornya Pyo Seung ju jika sering diberi kesempatan bermain bahkan ada yang menganggap Jeon Da-bin adalah penerus Lee So young karena memiliki gaya yang hampir sama dalam bermain.
Jeon Da-bin sukses melakukan debut profesionalnya pada game ke-4 babak ke-3 Korean V-League Wanita 2024-2025 saat melawan GS Caltex yang diadakan di Chungmu Gymnasium di Daejeon pada tanggal 21/12.
Pada hari itu, Jeon Da-bin dimasukkan sebagai pemain pengganti pada set ke-3 dan ke-4, dan mencetak total 4 poin. Itu adalah panggung profesional impiannya.
Jeon Da-bin masuk ke lapangan menggantikan Pyo Seung-ju pada set ketiga saat tim memimpin 19-11.
Tidak butuh waktu lama untuk mencetak poin pertama. Semua anggota tim mengucapkan selamat kepada anggota termuda Jeon Da-bin karena mencetak poin pertamanya.
Jeon Da-bin, yang pernah mencetak poin sebelumnya menyelesaikan set tersebut sendirian. Dengan keunggulan 23-14, set tersebut diakhiri dengan dua serangan terbuka cepat.
Jeon Da-bin yang digantikan pada set ke-4 menambah 1 poin. Saat tim memimpin 22-15, Kim Chae-na menerima lemparan dan pemblokirnya disentuh. Ia juga menunjukkan ketegasan di sisi kanan lapangan.
Meski hanya dalam waktu singkat, namun performanya sangat mengesankan. Jeon Da-bin memainkan 2 set hari itu, termasuk 4 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 66,67 persen.
Pelatih Ko Hee jin tersenyum cerah setiap kali Jeon Da-bin mencetak poin, mengangkat tangannya, dan melakukan tos.
Jeon Da-bin lahir pada tahun 2006 dan lulusan SMA Putri Seoul Jungang, sudah memiliki prospek yang menjanjikan di dunia bola voli. Mengenakan lambang Taegeuk, ia mengikuti berbagai kompetisi internasional kelompok umur.
Ia bermain sebagai pemain starter dan sangat membantu tim.
Keunggulannya adalah ‘kekuatan’. Para pelatih yang melatih Jeon Da-bin saat SMP dan SMA semuanya setuju bahwa “kekuatan memukul bolanya sungguh luar biasa.”
Ada juga evaluasi yang mengatakan, “Dia cocok untuk gaya serangan cepat. Dia adalah pemain yang dilengkapi dengan kekuatan dan kecepatan.”
Musim lalu, selain Kim Se-bin (Hi-Pass) dan Lee Yun-shin (GS Caltex), tidak banyak pendatang baru yang menjadi profesional tahun pertama. Namun musim ini berbeda.
Ada dua pemain yang sudah mengukuhkan diri sebagai pemain kunci. Setter Kim Da-eun, yang mengenakan seragam Hi-Pass sebagai ‘pilihan pertama secara keseluruhan, memainkan lebih banyak permainan menjadi starter. Kim Da-eun bermain di semua 16 pertandingan musim ini. Sebanyak 58 set dimainkan.
Performa pemukul luar Lee Joo-ah yang menjadi harapan GS Caltex juga menonjol.
Musim ini, ia memainkan 13 pertandingan dan 44 set, mencetk 98 poin dan mencatat tingkat keberhasilan serangan sebesar 36,06 persen.
Secara khusus ia mengisi posisi anggota Asia Quarter Stephanie Weiler yang meninggalkan tim karena cedera. (dan/bas)
Editor : Baskoro Septiadi