RADARSEMARANG.ID - Olimpiade Paris 2024 resmi berakhir, bintang film Hollywood Tom Cruise turun dari atap stadion nasional Prancis saat penutupan Olimpiade Paris 2024 dan menerima bendera Olimpiade.
Situasi itu membawa nuansa Hollywood yang kental ke upacara penutupan Olimpiade Paris saat ibu kota Prancis menyerahkannya kepada tuan rumah berikutnya Los Angeles Amerika Serikat.
Artis R&B pemenang Grammy, HER, menggoda penonton dengan saat tom cruise melompat.
Sontak, hal itu mengundang decak kagum saat ia melompat setinggi 50 meter ke lantai Stade de France, dalam acara penutup upacara yang memadukan tradisi, hal-hal yang tak diktahui, dan gemerlap Tinseltown.
Sementara Paris menggunakan bangunan bersejarah ikonik seperti Menara Eiffel dan Istana Versailles untuk merebut hati para atlet Olimpiade dan penonton.
Sementara LA dengan cepat beralih ke daya tarik utamanya yakni para selebriti papan atas.
Paris menutup Olimpiade yang membawa olahraga gemilang ke jantung ibu kota.
Seakan memberikan napas baru ke dalam citra olimpiade saat Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan semangat tanpa jiwa dari Tokyo yang kala itu dilanda COVID.
Bahkan warga Paris pun terhanyut oleh semangat Olimpiade.
"Kami ingin bermimpi. Kami mendapatkan Leon Marchand ," kata ketua Paris 2024 Tony Estanguet kepada hadirin di lansir dari Reuters, merujuk pada perenang Prancis yang memenangkan empat medali emas.
"Dari hari ke hari, Paris berubah menjadi pesta dan Prancis menemukan jati dirinya. Dari negara yang gemar menggerutu, kami berubah menjadi negara penggemar yang hingar bingar."
BUDAYA DAMAI
Drama olahraga selama dua minggu menyaksikan Tiongkok dan Amerika Serikat bersaing ketat untuk memperebutkan posisi teratas dalam tabel medali hingga pertandingan terakhir.
Menggemakan kekecewaan yang dialami Prancis oleh Amerika Serikat di final bola basket putra, tim bola basket putri Amerika membuat Prancis mengalami kekalahan telak satu poin untuk memperoleh medali emas ke-40 dan posisi teratas di tabel medali.
Saat dunia mulai keluar dari pandemi COVID pada tahun 2022, Paris telah menjanjikan Olimpiade sebagai "cahaya di ujung terowongan" dan menyediakan panggung bagi Olimpiade yang berlangsung tanpa beban.
Namun perang Rusia di Ukraina di sisi timur Eropa, konflik di Timur Tengah, dan meningkatnya status siaga keamanan Prancis menjadi hal penting saat Olimpiade berlangsung.
Presiden Komite Internasional Thomas Bach memberi hormat kepada para atlet saat ia menyatakan Olimpiade ditutup.
"Selama ini, kalian hidup damai bersama di bawah satu atap di Desa Olimpiade. Kalian saling berpelukan," kata Bach. "Kalian saling menghormati, meskipun negara kalian terpecah belah oleh perang dan konflik. Kalian menciptakan budaya damai."
HARGA TINGGI UNTUK LOS ANGELES
Keluarnya Cruise dengan mengendarai sepeda motor menyaksikan transisi upacara penutupan ke video rekaman sebelumnya dari pria berusia 62 tahun itu yang terjun payung ke tanda Hollywood, di mana gambar sudut lebar menunjukkan cincin Olimpiade yang tertanam di bangunan bersejarah di LA tersebut.
Bendera tersebut kemudian dioper dari para atlet Olimpiade AS masa lalu dan masa kini saat melintasi kota sebelum mencapai sebuah pesta pantai, di mana ikon musik LA Red Hot Chili Peppers, Billie Eilish, serta Snoop Dogg dan Dr. Dre tampil.
Wali Kota Los Angeles Karen Bass mengakui bahwa Paris telah menetapkan standar yang tinggi. Namun, Kota Para Malaikat itu telah mencitrakan dirinya sebagai simbol keberagaman dan akan mengandalkan Hollywood.
"Mereka punya target tinggi untuk dicapai. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata James Rutledge, 59, mantan bankir yang mengenakan kaus Tim AS di luar Stade de France. "Hollywood selanjutnya? Itu sesuatu yang bisa dicoba."
KENANGAN OLAHRAGA
Prancis akan membawa pulang kenangan olahraga yang indah.
Prancis punya anak emas baru untuk dirayakan, yaitu perenang Marchand yang muncul sebagai raja renang, sebelum pejudo Prancis Teddy Riner tampil gemilang saat ia mengklaim medali emas Olimpiade kelimanya.
Simone Biles melupakan masa kesulitannya di Tokyo, dan kembali ke Olimpiade yang telah lama ditunggu-tunggu di hadapan penonton yang bertabur bintang.
Ia tiba sebagai pesenam paling berprestasi di dunia dan pulang dengan tiga medali emas lagi di lemari pialanya.
IOC juga merasa lega karena tidak ada skandal besar yang muncul, meskipun harus bergulat dengan beberapa kontroversi.
Perselisihan doping yang memanas yang melibatkan atlet Tiongkok menyelimuti ajang renang Olimpiade di mana Amerika Serikat menghadapi tantangan terbesar bagi kejayaan mereka dalam beberapa dekade.
Badai seputar kelayakan gender melanda kompetisi tinju wanita, mengungkap hubungan buruk antara IOC dan Asosiasi Tinju Internasional yang banyak didiskreditkan .
Sementara itu, upaya pembersihan Sungai Seine senilai $1,5 miliar memberi ganjaran kepada Paris dengan munculnya perenang triatlon dan maraton yang berkompetisi di sungai tersebut melalui pusat kota Paris, tanpa disertai gelombang penyakit. (mia/bas)
Editor : Baskoro Septiadi