RADARSEMARANG.ID - Tim voli putri Korea, Red Sparks gagal melaju ke final setelah kalah di semifinal ketiga V-League 2023-2024.
Atas kegagalan tersebut membuat Jung Kwan Jang Red Sparks harus menerima hasil akhir yang berada di posisi ketiga musim ini.
Hasil tersebut terjadi setelah Jung Kwan Jang Red Sparks kalah dari Heungkuk Life Insurance Pink Spiders dalam pertandingan semifinal ketiga pada hari Selasa, 26 Maret 2024.
Sebelumnya, kedua tim sudah bertemu dua kali dalam babak semifinal V-League 2023-2024 yang menggunakan sistem best of three.
Pada pertandingan semifinal pertama, Heungkuk Life Insurance Pink Spiders berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3-1 (22-25, 25-13, 25-23, 25-23) di Incheon pada Jumat (22/3).
Kemudian, pada pertandingan kedua, Jung Kwan Jang Red Sparks juga berhasil memenangkan pertandingan dengan skor yang sama, yaitu 3-1 (22-25, 25-13, 25-23, 25-23) di Daejeon.
Karena kedua tim memiliki kedudukan yang sama, maka pertandingan semifinal V-League 2023-2024 harus dilanjutkan dengan pertandingan ketiga untuk penentuan maju ke final.
Pada pertandingan ketiga ini, Heungkuk Life Insurance Pink Spiders berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-0 (25-18, 25-19, 25-19) di hadapan pendukungnya.
Setelah mencapai hasil tersebut, Pink Spiders akan melangkah ke partai final ke-10 dalam sejarah V-League, sejak liga voli putri Korea Selatan yang pertama kali digelar pada 2005.
Dalam sembilan kesempatan sebelumnya, Pink Spiders berhasil meraih gelar juara sebanyak empat kali dan menjadi runner up sebanyak lima kali.
Sementara itu, pelatih Red Sparks, Ko Hee jin memberikan komentarnya mengenai pertandingan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Ko Hee-jin tidak mencari kambing hitam atau alasan atas kekalahan timnya dari Pink Spiders.
“Pink Spiders bermain luar biasa hari ini. Mereka membuat kami kewalahan dan pantas mendapatkan kemenangan,” ujar Ko Hee-jin.
Ko Hee-jin, yang dikenal dengan pendekatannya yang filosofis terhadap permainan, mengambil kekalahan ini sebagai pelajaran.
“Dalam setiap pertandingan, ada pelajaran yang bisa dipetik. Hari ini, kami belajar bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dan kami akan kembali lebih kuat,” lanjutnya.
Pelatih Red Sparks itu juga menegaskan bahwa timnya telah melakukan yang terbaik dan mengapresiasi usaha keras yang telah ditunjukkan oleh setiap pemain.
Menurutnya, kegagalan ini mungkin menutup satu babak dalam buku sejarah Red Sparks, namun tidak dengan semangat mereka.
Editor : Baskoro Septiadi