Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Mengenal Sosok Profil Ustad Dr (HC) Adi Hidayat, Lc, MA

Falakhudin • Senin, 9 Desember 2024 | 15:17 WIB
USTAD Dr (HC) Adi Hidayat, Lc, MA
USTAD Dr (HC) Adi Hidayat, Lc, MA

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Nama Ustad Adi Hidayat muncul bersama lima orang lainnya yang diprediksi akan menjadi calon pengganti Gus Miftah Maulana Habiburrahman sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Sosok pria kelahiran Pandeglang, Banteng, pada 11 September 1984 itu sudah tidak asing lagi di masyarakat, khususnya umat Islam.

Ustad muda itu dikenal dengan teknik penyampaian ceramah yang detail serta mendalam, tegas tapi tetap humoris, sehingga mudah difahami oleh para jemaahnya. 

Baca Juga: Mengenal Sosok Profil Habib Zaidan bin Haidar bin Yahya Pemimpin Majelis Sekar Langit

 

Profil Ustad Adi Hidayat

Ustad Adi Hidayat dikenal sebagai seorang ulama muda yang memiliki wawasan luas dalam bidang keislaman.

Keahliannya dalam memahami dan menjelaskan hukum Islam berdasarkan Al-Qur’an dan hadits membuat ceramah-ceramahnya selalu memukau para jamaah.

Kemampuannya ini menjadikan dirinya sebagai tokoh yang sangat dihormati di kalangan umat Islam Indonesia.

Buku karya Rusydie Anwar mencoba menyajikan perjalanan hidup dan kiprah Ustad Adi Hidayat secara komprehensif.

Di dalamnya, penulis memaparkan biografi, pesan-pesan keagamaan, serta kisah-kisah menarik dari ceramah yang disampaikan oleh Ustad Adi.

Lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 September 1984, ia tumbuh dalam keluarga sederhana namun religius.

Pendidikan formalnya dimulai di TK Pertiwi Pandeglang, dilanjutkan ke SDN Karaton 3 dan SDN III Pandeglang, di mana ia meraih predikat siswa terbaik.

Selain pendidikan formal, ia juga belajar di Madrasah Salafiyyah Sanusiyyah, tempat yang memberinya dasar-dasar keilmuan agama.

 

Pendidikan tingkat menengahnya berlangsung di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut.

Di sini, ia memadukan pembelajaran agama dan ilmu umum dengan bimbingan dari KH Miskun As Syatibi, yang membangkitkan kecintaannya terhadap Al-Qur’an dan hadits.

Prestasinya selama di pesantren meliputi berbagai penghargaan, termasuk dalam bidang syarh tafsir Al-Qur’an.

Setelah lulus, Ustad Adi melanjutkan studi di Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan kemudian di Kuliyya Dakwah Islamiyah Libya.

Di Libya, ia mendalami berbagai cabang ilmu Islam, seperti Al-Qur’an, hadits, fiqh, ushul fiqh, dan bahasa Arab. Ia juga berguru kepada sejumlah ulama besar di berbagai negara.

 

Gaya Dakwah yang Unik dan Menginspirasi Sebagai pendakwah, Ustad Adi dikenal dengan gaya ceramah yang tegas, lugas, namun tetap humoris.

Retorikanya yang memikat, dikombinasikan dengan penjelasan mendalam menggunakan referensi dari kitab-kitab klasik, membuat pesan yang disampaikannya mudah dipahami.

Pemanfaatan media sosial seperti YouTube, Facebook, dan televisi memperluas jangkauan dakwahnya hingga ke berbagai lapisan masyarakat.

Pesan-Pesan Keagamaan yang Menyentuh Hati Dalam ceramahnya, Ustad Adi sering menekankan pentingnya memohon rahmat Allah, bersyukur atas karunia-Nya, dan menjalani hidup sesuai tuntunan agama.

Ia juga mengingatkan pentingnya doa, adab bertetangga, dan usaha dalam meraih rezeki.

Pesan-pesan ini disampaikan dengan cara yang menyentuh hati, sering kali disertai kisah-kisah yang menginspirasi.

Anekdot dan Kisah Inspiratif Buku ini juga memuat anekdot yang menghibur sekaligus edukatif, seperti tentang kaidah bahasa Arab, pentingnya memahami adab dalam kehidupan sehari-hari, dan sikap tawakal kepada Allah.

 

Selain itu, terdapat kisah-kisah yang memberikan pelajaran berharga, mulai dari pentingnya taubat, keutamaan berlomba dalam kebaikan, hingga teladan dari para sahabat Nabi.

Dedikasi pada Pendidikan dan Penulisan Selain aktif berdakwah, Ustad Adi juga berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan mendirikan Quantum Akhyar Institute.

Ia telah menulis sejumlah buku dalam bahasa Arab dan Indonesia yang membahas berbagai aspek Islam, seperti Quantum Arabic Metode Akhyar dan Manusia Paripurna: Kesan, Pesan dan Bimbingan Al-Qur’an.

Ustad Adi Hidayat adalah figur yang menginspirasi, tidak hanya melalui ceramahnya tetapi juga melalui karya-karyanya yang mendalam.

 

Kiprahnya menjadi teladan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam dengan cara yang relevan bagi masyarakat modern.

Silsilah Keluarga

Ustad Adi Hidayat (UAH) sebagai salah satu da’i muda yang kiprahnya sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Ceramah-ceramahnya yang disebarluaskan melalui berbagai platform digital telah ditonton oleh jutaan orang di seluruh negeri, menjadikannya figur sentral dalam dakwah modern.

Metode dakwah yang menjadi ciri khas UAH melibatkan kemampuan luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an, mencakup bacaan, arti, serta lokasi ayat secara spesifik dalam mushaf.

Gaya penyampaiannya yang tegas dan menyeluruh, dengan memberikan berbagai perspektif, sering menjadi solusi bagi persoalan yang dihadapi umat.

 

UAH menikah dengan seorang perempuan asal Lasem, Rembang, yang memiliki hubungan kekerabatan dengan sejumlah keluarga kiai pesantren di Pati, Jawa Tengah.

Pasangan ini telah dikaruniai lima anak:

1 Muhammad Hamil Quran,

2 Amelia Habibatul Musthofa,

3 Muhammad Abdullah Amali,

4 Rabi’ati Khairatun Hisan,

 

5 dan Amira Rafi’ati Muslimah.

Saat ini, UAH juga berperan sebagai Wakil Ketua I Dewan Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk periode 2022–2027.

Adi Hidayat berasal dari keluarga yang mendukung pendidikan dan nilai-nilai agama.

Ia adalah putra dari pasangan Warso Supena dan Hj. Rafiah Akhyar.

Ia memiliki empat saudara kandung:

Ade Rahmat,

 

Neng Inayatin,

Ima Rakhmawati,

dan Ita Haryati.

Sejak usia dini, bakat intelektualnya sudah terlihat jelas, dengan prestasi yang konsisten selama masa pendidikan formal dan informal.

Pendidikan formalnya dimulai di TK Pertiwi Pandeglang pada tahun 1989.

 

Setelah itu, ia melanjutkan ke SDN Kraton 3 Pandeglang sebelum pindah ke SDN III Pandeglang.

Selama masa tersebut, ia terus menorehkan prestasi sebagai siswa terbaik.

Selain menempuh pendidikan umum, ia juga belajar di Madrasah Salafiyah Sanusiyah Pandeglang, di mana potensinya dalam menyampaikan ilmu agama mulai berkembang.

Ia sering diminta berbicara di depan khalayak sebagai penceramah muda pada acara-acara resmi seperti wisuda santri.

Kombinasi pendidikan agama dan akademik yang ia jalani sejak kecil telah membentuk sosok yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kuat, menjadikannya panutan bagi banyak orang.

 

Pendidikan dan Karya Pendidikan formal seorang cendekiawan muda dimulai pada 1989 di TK Pertiwi Pandeglang, di mana prestasi gemilang mengantarnya lulus sebagai siswa terbaik.

Tahap pendidikan dasar dilanjutkan di SDN Karaton 3 Pandeglang sebelum berpindah ke SDN III Pandeglang.

Di kedua sekolah ini, capaian akademiknya luar biasa, membuatnya masuk dalam kelas unggulan Kabupaten Pandeglang yang menghimpun siswa-siswa terbaik.

Selain itu, pendidikan agama ditempuh di Madrasah Salafiyyah Sanusiyyah Pandeglang, di mana ia juga menjadi santri berprestasi dan dikenal sebagai penceramah cilik pada berbagai acara wisuda.

Pada tahun 1997, perjalanan pendidikan berlanjut di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut.

 

Pesantren ini terkenal karena memadukan pendidikan agama dan umum secara seimbang.

Di tempat tersebut, seorang guru utama, Buya K.H. Miskun as-Syatibi, berperan penting dalam membentuk kecintaan mendalam terhadap Alquran.

Selain itu, banyak penghargaan diterima, termasuk di bidang syarah Alquran pada tingkat kabupaten hingga provinsi.

Di tahun terakhirnya di pesantren, kesempatan mengikuti program Daurah Tadribiyyah dari Universitas Islam Madinah di Yogyakarta menjadi pengalaman tak terlupakan.

Perjalanan Akademik di Tingkat Tinggi Pada tahun 2003, peluang besar menghampiri melalui undangan PMDK dari Fakultas Dirasat Islamiyyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bekerja sama dengan Universitas Al Azhar Kairo.

Namun, pada 2005, kesempatan lain muncul untuk melanjutkan studi di Kuliah Dakwah Islamiyah Libya.

 

Selama masa studi di Libya, berbagai cabang ilmu agama, seperti Alquran, hadis, fiqh, ushul fiqh, dan bahasa Arab, dipelajari secara mendalam.

Pembelajaran juga dilakukan melalui talaqqi bersama para ulama besar, termasuk Syekh Dukkali Muhammad al-‘Alim, Syekh Ali al-Libiy, dan Syekh Usamah dalam bidang tajwid.

Kecintaan terhadap ilmu Alquran membawa pada penguasaan khusus di bidang lughah Arabiyyah wa Adabuha.

Selain pendidikan formal, keaktifan dalam seminar dan dialog lintas agama di forum ulama dunia memperkaya wawasan.

Di akhir studinya, ia diberi amanah sebagai amînul khutabâ, yang berperan menentukan khatib di Masjid Dakwah Islamiyah Tripoli.

 

Kontribusi Setelah Kembali ke Tanah Air Awal tahun 2011 menandai kepulangan ke Indonesia untuk melanjutkan kiprah dalam dakwah.

Pengasuhan Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah di Lebak Bulus menjadi langkah awal sebelum mendirikan Quantum Akhyar Institute di Bekasi pada tahun 2013.

Lembaga ini berfokus pada pengembangan dakwah dan kajian Islam.

Selain mendirikan Akhyar TV sebagai media dakwah, lebih dari 12 karya tulis telah dihasilkan, baik dalam bahasa Arab maupun Indonesia.

Karya-karya tersebut menjadi rujukan penting dalam berbagai kajian Islam kontemporer.

Aktivitas dakwah meliputi pengajaran, seminar, dan dialog keagamaan di berbagai tempat, mempertegas kontribusinya sebagai tokoh yang berperan besar dalam membangun pemahaman keislaman yang mendalam di Indonesia.

 

Karya Tulis yang Menginspirasi Produktivitasnya dalam dunia literasi melahirkan sejumlah buku yang menjadi referensi penting, baik dalam bahasa Arab maupun Indonesia.

 

Berikut adalah ringkasan informasi tentang 20 buku yang telah ditulisnya:

Minhatul Jalil Bita’rifi Arudil Khalil (2010), buku yang memperkenalkan kaidah dasar puisi Arab secara praktis bagi pemula.

Quantum Arabic Metode Akhyar (2011), tentang panduan belajar bahasa Arab dengan metode cepat dan aplikatif.

Marifatul Insan: Pedoman Al-Qur’an Menuju Insan Paripurna (2012), tentang [enjabaran nilai-nilai Alquran dalam membentuk karakter manusia sempurna.

 

Makna Ayat Puasa: Mengenal Kedalaman Bahasa Al-Qur’an (2012), tentang Analisis linguistik mendalam pada ayat-ayat puasa. Al-‘Arabiyyah lit Thullâbil Jâmi’iyyah (2012), yakni modul pembelajaran bahasa Arab untuk mahasiswa.

Menyoal Hadits-Hadits Populer (2013), berisi kajian kritis terhadap hadis-hadis yang sering dibahas di masyarakat.

Ilmu Hadits Praktis (2013), yakni buku panduan sederhana tentang metode memahami ilmu hadis. Tuntunan Praktis Idul Adha (2014), berisi pedoman pelaksanaan ibadah Iduladha sesuai syariat.

Pengantin As-Sunnah (2014), berisi panduan pernikahan Islami berdasarkan sunnah Rasulullah. Buku Catatan Penuntut Ilmu (2015), berisi referensi bagi pelajar dalam mengatur dan mendokumentasikan pembelajaran.

Pedoman Praktis Ilmu Hadits (2016), yakni buku komprehensif tentang metode mempelajari hadis. Al-Majmu’: Bekal Nabi Bagi Para Penuntut Ilmu (2016), berisi koleksi nasihat dan bimbingan Nabi Muhammad untuk para pencari ilmu.

 

Manhaj Tahdzir Kelas Eksekutif (2017), berisi panduan bagi kalangan eksekutif untuk menjalani kehidupan Islami.

Muslim Zaman Now: Hafal Al-Qur’an Dalam 30 Hari (2018), berisi strategi menghafal Alquran dalam waktu singkat Bahagia Di Bawah Naungan Al-Qur’an dan Sunnah (2018), yakni buku motivasi untuk hidup harmonis dengan berpegang pada Alquran dan hadis.

Pedoman Praktis Umrah (2019), berisi panduan lengkap untuk pelaksanaan ibadah umrah. Manusia Paripurna: Kesan, Pesan, dan Bimbingan Al-Qur’an (2019), berisi konsep manusia ideal berdasarkan tuntunan Alquran.

Metode At-Taisir: 30 Hari Hafal Al-Quran (2019), berisi metode efektif untuk menghafal Alquran dalam waktu sebulan.

 

UAH’s Note (2020), berisi catatan pribadi yang berisi refleksi, pengalaman, dan wawasan keislaman.

Setiap karya mencerminkan dedikasinya dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam yang aplikatif di berbagai aspek kehidupan.

Melalui tulisannya, pembaca tidak hanya diajak memahami Islam secara teoretis, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Penghargaan dan Pengakuan Ustaz Adi Hidayat telah menerima berbagai penghargaan kehormatan sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam dakwah dan pendidikan.

Pada tahun 2019, International Astrolabe University menganugerahkan gelar doktor honoris causa dalam bidang sains, karya profesional budaya, dan diseminasi di masyarakat Arab.

 

Selain itu, Passion International University of America juga memberikan penghargaan atas pengabdian yang luar biasa dalam masyarakat dan dakwah Islam di tingkat internasional.

Pada tahun 2023, Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta memberikan gelar doktor kehormatan di bidang manajemen pendidikan Islam, menegaskan perannya dalam memajukan studi dan pengelolaan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#gus miftah #Quantum Akhyar Institute #universitas al azhar kairo #Madrasah Salafiyyah Sanusiyyah Pandeglang #Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta #Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah #ustad adi hidayat #Adi Hidayat #International Astrolabe University #islam kontemporer #KH Miskun As Syatibi #Passion International University of America #Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah #doktor honoris causa #masyarakat Arab #Akhyar TV #Profil Ustad Adi Hidayat #kabupaten pandeglang #Universitas Islam Madinah di Yogyakarta #doktor kehormatan #Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan #ciri khas UAH #Wakil Ketua I Dewan Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah #Kuliyya Dakwah Islamiyah Libya