Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Aurellia Khanza Naufalyn, Bocah Semarang yang Wakili Indonesia di Ajang Kids of The World 2026

Radar Semarang • Senin, 9 Maret 2026 | 14:49 WIB

Aurelia Khanza Naufalyn dan ibunya Melisa Sugianto. (Foto: Narendra Prasetya/Jawa Pos)
Aurelia Khanza Naufalyn dan ibunya Melisa Sugianto. (Foto: Narendra Prasetya/Jawa Pos)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ajang Kids of the World 2026 yang berlangsung pada 30 Maret—2 April mendatang, bisa menjadi ajang yang bergengsi dalam karier Aurellia Khanza Naufalyn.       

Model yang baru berusia tujuh tahun itu bisa mengharumkan Semarang di ajang Kids of the World, yang digelar di Bali itu. Aurel (sapaan akrabnya) saat ini bersekolah di SD Hj Isriati Baiturrahman 2 Semarang, Ngaliyan, Semarang.         

Bagi Aurel (sapaan akrab Aurellia), ini jadi ajang internasional pertamanya tahun ini. Tahun lalu dia mewakili Indonesia dalam sebuah ajang internasional di Singapura setelah memenangi Duta Wastra Indonesia 2024.           

Selain itu, dia juga memenangi ajang internasional yang bertajuk Asianista International di Singapura. Di level nasional, Aurel selalu jadi pemenang di setiap ajang yang dia ikuti.           

’’Saya semangat untuk mengikuti Kids of the World, dan saya yakin di sana bisa jadi juara,’’ seru Aurel. Saking semangatnya, Aurel setiap hari berlatih untuk memoles kemampuannya.           

Talenta di dunia modelling putri dari pasangan Sugianto Marweki—Melisa Sugianto ini sudah muncul sejak kecil. Dia mewarisi bakat modelling dari ibunya, Melisa, yang pernah memenangi ajang Putri Citra Jateng 1996.           

Selain di dunia model, Aurel juga berbakat dalam dunia seni. Antara lain di bidang menggambar, menyanyi, dan menari. Di Kids of the World nanti, dia bakal membawakan tarian modern yang menceritakan tokoh Srikandi.           

Istimewanya, sekalipun bakatnya di dunia modelling moncer, prestasinya di sekolah pun tetap dapat berjalan seirama.

Menurut Melisa dalam membimbing buah hatinya di dunia modelling dia tetap memegang prinsip menyeimbangkan di antara kegiatan modelling putrinya dan pelajaran di sekolah.           

Aurel baru pindah ke sekolah barunya itu pada awal 2026. Sebelumnya di Sulawesi Tenggara. ’’Di kelas, alhamdulillah Aurel selalu bisa peringkat pertama,’’ sebut Melisa yang juga asli Semarang itu. Selama di Kendari, Aurel selalu menjadi juara kelas. Dia juga juara lomba mewarnai di Kendari.           

Melisa menuturkan, dalam membagi waktu antara modelling dan sekolah, dia selalu berusaha memperhatikan mood putrinya itu. ’’Kalau mood-nya sedang tidak bagus, tidak saya paksa belajar. Jadi, yang penting dia happy,’’ tutur Melisa.           

Apalagi dengan jadwal padatnya setiap hari, tentunya bisa berpengaruh ke mood-nya. Aurel pulang sekolah jam 3 sore. Lalu, jam 4 sore sudah berangkat ke les privat modelling, speaking, dan dance. ’’Pokoknya setelah itu dituruti saja apa yang dia inginkan,’’ imbuh Melisa.           

Dengan sering mengikuti ajang-ajang pageant, tentu Aurel harus sering ijin tidak mengikuti pelajaran di sekolah. Ujian susulan pun kerap dia jalani. ’’Tetapi, dia mampu menyelesaikannya dengan hasil melebihi yang lain,’’ sebut Melisa.           

Founder Mister Teen Indonesia dan Komisaris PT Evtra Suksestama Edin Muhammad yang membawa Aurel pada ajang Kids of the World konfiden dengan potensi Aurel di ajang itu.

’’Kemampuan catwalk-nya masih bisa diadu. Kami pun optimistis harus meraih gelar juara,’’ tegas Edin. (*)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang