RADARSEMARANG.ID — Profil Yasid Ahmad Firdaus menjadi perhatian publik setelah pemuda dari Karanganyar itu dilaporkan hilang saat mendaki Bukit Mongkrang, Gunung Lawu Jawa Tengah.
Yasid (26 tahun) menghilang sejak Minggu, 18 Januari 2026, saat melakukan pendakian bersama sejumlah temannya.
Kronologi hilangnya Yasid di Bukit Mongkrang Gunung Lawu dimulai setelah ia berpamitan dan berangkat bersama teman-temannya menuju Bukit Mongkrang.
Mereka tiba di Basecamp Mongkrang pada Minggu (18/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Pendakian dimulai pada pukul 06.30 WIB bersama tiga temannya, yakni Cahya, Salma, dan Riyan.
Dalam perjalanan turun, rombongan terpisah di kawasan Pos 3.
Susunan pendaki saat itu adalah Salma di depan, disusul Cahya, kemudian Yasid, dan Riyan di belakang.
Salma dan Cahya menunggu di basecamp, namun hingga sore hari hanya Riyan yang kembali.
Yasid tidak juga muncul, sehingga temannya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas basecamp.
Sapto Mulyadi, ayah Yasid, menjelaskan bahwa kabar pertama mengenai keterlambatan Yasid diterimanya sekitar pukul 15.30 WIB, ketika Salman menghubungi salah satu anaknya untuk memastikan apakah Yasid sudah pulang.
“Lalu sekitar pukul 18.00 WIB, saya dapat kabar anak saya dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian,” ujarnya.
Sejak Senin (20/1/2026), upaya pencarian terhadap Yasid terus dilakukan.
Proses pencarian melibatkan berbagai pihak, mulai dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga penggunaan peralatan seperti drone.
Hingga kini, pencarian belum membuahkan hasil.
Bagi keluarga, Sosok Yasid Ahmad Firdaus bukan hanya sekadar data identitas, melainkan gambaran tentang seorang anak yang sedang berusaha membangun masa depan.
Orang tua Yasid berharap anaknya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Di tengah penantian yang panjang, keluarga terus memanjatkan doa dan berharap keajaiban terjadi dari upaya pencarian yang masih berlangsung di Bukit Mongkrang.
Hingga kini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa ini membuat keluarga sangat cemas dan menunggu kabar kepastian.
Yasid Ahmad Firdaus adalah warga Perum Angsana, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Ia adalah anak ketiga dari pasangan Sapto Mulyadi (53 tahun) dan Rustiningsih (52 tahun).
Sampai saat ini, kedua orang tua Yasid masih menunggu kabar keberadaan anaknya yang belum ditemukan.
Profil Yasid Ahmad Firdaus perlahan terungkap dari keterangan keluarga dan orang-orang terdekat.
Berdasarkan penuturan ayahnya, Yasid adalah lulusan STT Tekstil Bandung yang kini dikenal sebagai Politeknik STTT Bandung.
Setelah lulus, ia sempat bekerja di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu perusahaan tekstil besar di Indonesia.
Namun, karier Yasid tidak berjalan lancar.
Ia diberhentikan kerja atau dianggap tidak efisien oleh perusahaan.
Meskipun begitu, Yasid tetap semangat.
Ia kembali melamar pekerjaan di berbagai pabrik tekstil di Bandung dan saat ini sedang menunggu undangan wawancara.
"Yasid sempat bekerja di Sritex, tapi akhirnya diberhentikan. Ia sudah melamar pekerjaan lagi di pabrik tekstil di Bandung dan sedang menunggu undangan wawancara," kata Sapto,(23/1/2026).
Menurut ayah Yasid, anaknya sudah beberapa kali mendaki Bukit Mongkrang.
Karena itu, saat Yasid pamit untuk mendaki, orang tuanya tidak terlalu khawatir.
"Anak saya sudah pamit, dan saya izinkan karena anak saya sudah beberapa kali naik ke Bukit Mongkrang," kata Sapto.
Yasid pamit kepada orang tuanya pada malam hari Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 20.30 WIB.
Ia menyampaikan bahwa tujuan mendaki adalah untuk berolahraga sekaligus persiapan mengikuti sebuah acara, meskipun keluarga tidak mengetahui secara detail jenis acara tersebut.
"Dia ke atas untuk persiapan ikuti acara itu tapi saya tidak tahu acara apa," kata Sapto. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi