Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Cerita Mahasiswa Unnes Tharisa Dea Florentina Raih Emas di SEA Games 2025 Thailand, Sempat Cedera, Mental Baja Modal Jadi Juara

Ida Fadilah • Minggu, 21 Desember 2025 | 22:55 WIB

 

Photo
Photo

 

RADARSEMARANG.ID - Sebuah mimpi jadi nyata bagi Tharisa Dea Florentina bisa meraih kejuaraan di ajang SEA Games 2025 Thailand.

Kegigihannya menjalani training camp (TC) di China menghasilkan tak sia-sia.

Ia berhasil meraih medali emas wushu di nomor sanda kelas 56 Kilogram putri di ajang bergengsi tersebut.

Tharisa merupakan atlet wushu andalan Jawa Tengah, dan Indonesia.

Petarung ini telah bersusah payah melatih diri di negeri Tirai Bambu. Ia mesti menghadapi beragam rintangan tak mudah.

Diceritakannya, ia menjalani training camp di China sejak 6 Oktober hingga 6 Desember.

Selama waktu itu, dara ini terpaksa menghadapi lingkungan baru cuaca musim dingin.

Terlebih saat itu suhu disana minus derajat. Tentu saja cuaca ini membuatnya mesti beradaptasi.

Bahkan, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini sempat mengalami cedera lutut dan gangguan kesehatan. Hal itu dampak dari ekstrimnya cuaca di China.

Meski begitu, Tharisa tak menghentikan langkah. Dia tetap latihan fisik, teknik, gym, hingga sparring.

“Kami tetap latihan fisik, gym, teknik, dan sparring apa pun cuacanya. Padahal kami orang Indonesia yang tidak terbiasa dengan dingin ekstrem,” katanya.

Atas kondisi tersebut alhasil berdampak pada kesehatannya. Selama masa itu, Tharisa pernah jatuh sakit, bahkan kulit kaki menjadi sangat kering menyebabkan kulit terkelupas dan menimbulkan luka yang perih.

Kendati begitu, dirinya tetap rutin menjalani terapi. Hal itu supaya cedera lututnya lekas sembuh, serta menambah penguatan setelah latihan.

Atas diraihnya medali emas itu, Tharisa Dea mengucap syukur. Apalagi, prestasi ini kali kedua ia dapatkan, sebelumnya ia mendapatkan juara di Kamboja pada ajang yang sama. Ia menyebut kuncinya adalah disiplin dan memiliki mental baja.

Ia menilai hal tersebut menjadi kunci utama ketika bertanding. Tak hentinya mengaku bahagia karena bisa bertahan

“Rasanya sangat senang karena hasil dari latihan keras dan training camp (TC) di China bisa membuahkan hasil terbaik,” kata dia.

Tharisa mengungkap, dalam menapaki kesuksesan itu, kunci keberhasilannya adalah yakin dan memiliki mental kuat. Ia penuh percaya diri sejak awal jika dirinya mampu menang.

“Saya bermain lepas dengan kemampuan yang saya punya. Saya sangat percaya diri dengan persiapan matang dan kerja keras selama ini. Yang paling utama harus punya tekad dan mental yang kuat, tidak boleh takut lawan, karena di situlah kemampuan kita bisa keluar semua,” tegasnya.

Tantangan dan rintangan selalu ada. Termasuk lawan mainnya. Dalam ajang kali ini, ia merasa memiliki pesaing yang lebih berat daripada pertarungan sebelumnya.

Menurutnya pada babak penyisihan, ia cukup sulit menghadapi atlet asal Vietnam yakni Thi Phuong Nga Ngo.

Meski begitu, lagi lagi karena kegigihannya, ia mampu meraih juara. Hadiah spesial ini, ia persembahan utamanya untuk orang tuanya.

Mimpinya masih akan terbang. Jikapun ada kesempatan dalam pertarungan bergengsi ke depan seperti Asian Games 2026, ia berharap bisa turut andil kembali mewakili cabor wushu. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#SEA Games Thailand 2025 #wushu