RADARSEMARANG.ID — Sosok Habib Umar bin Hafidz, ulama besar asal Tarim, Yaman, kembali menjadi sorotan publik Indonesia setelah tampil dalam Podcast Close The Door Deddy Corbuzier.
Pertemuan yang disiarkan di kanal YouTube milik Deddy saat Podcast Close The Door Deddy Corbuzier dan Habib Umar bin Hafidz itu bukan hanya mempertemukan dua sosok dengan latar berbeda.
Tetapi juga memperlihatkan kehangatan dialog antara ilmu, iman, dan kemanusiaan yang dikemas epik di kanal youtubenya kemarin senin (20/10).
Dalam tayangan tersebut, Dedy Corbuzier, yang kini dikenal sebagai mualaf ini menyampaikan permintaan doa khusus kepada Habib Umar agar putranya, Azka Corbuzier, mendapat hidayah dan petunjuk untuk memeluk Islam.
Dengan nada rendah hati, Deddy mengaku tidak ingin memaksa anaknya memeluk agama tertentu, namun tetap berharap agar suatu saat Azka menemukan jalan kebenaran dengan kesadaran sendiri.
“Saya boleh minta doa untuk anak saya, Azka,” ujar Deddy.
Habib Umar bin Hafidz pun menundukkan kepala dan berdoa lembut, “Semoga Allah berikan hidayah, terangi hatinya, diperlihatkan sesuatu yang haqq dan mengikutinya. Doa ayah untuk anaknya itu sangat besar pengaruhnya, sebagaimana doa Nabi untuk umatnya,” ucap Habib Umar.
Sebelumnya, Deddy juga sempat bertanya bagaimana cara terbaik memperkenalkan Islam kepada orang yang belum mendapat hidayah.
Habib Umar menjawab dengan penuh kebijaksanaan,
“Tidak ada paksaan dalam beragama. Penjelasan tentang Islam bisa lewat kata, tapi juga melalui akhlak, perilaku, dan cita rasa hidup kita. Itulah bentuk dakwah yang sejati.”
Profil Habib Umar bin Hafidz
Nama Habib Umar bin Hafidz telah lama dikenal di dunia Islam sebagai salah satu ulama besar abad ini.
Ulama asal Tarim, Yaman, yang juga keturunan ke-39 langsung dari Nabi Muhammad itu bukan hanya dikenal karena keilmuannya, tetapi juga karena kedisiplinan spiritual dan pengaruh globalnya yang mencakup jutaan Muslim di berbagai negara.
Sebagai pendiri dan direktur lembaga pendidikan Dar Al Mustafa, Habib Umar menanamkan tiga nilai utama bagi para santrinya: mencari ilmu dari sumber terpercaya, menyucikan jiwa dan akhlak, serta berdakwah dengan kasih sayang.
Sejak berdiri pada 1993, lembaga itu telah melahirkan ribuan lulusan yang kini menjadi pendakwah di berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Eropa.
Habib Umar dikenal sebagai salah satu tokoh spiritual paling berpengaruh dalam dunia Islam modern.
Ia juga menjadi rujukan utama bagi Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di dunia dengan lebih dari 90 juta anggota.
Melalui jaringan Muwasala, organisasi yang ia dirikan pada 2007, Habib Umar aktif memberikan bimbingan online bagi lebih dari 30 ribu ulama dan dai di Indonesia.
Beberapa muridnya kini menjadi tokoh penting dunia Islam, seperti Habib Ali Al Jifri, Habib Kadhim Al Saqqaf, dan Habib Muhammad Al-Saqqaf, yang mendirikan kanal televisi Al Erth Al Nabawi untuk menyiarkan majelis ilmu Habib Umar secara global.
Di balik pengaruh besar dan jadwal dakwah yang padat, keseharian Habib Umar mencerminkan kedisiplinan spiritual yang menakjubkan.
Habib Mujtaba, menceritakan kehidupan Habib Umar bin Hafidz tidak pernah tidur dalam semalam, setiap hari.
Habib Umar bangun sekitar jam 02.30 pagi.
Beliau duduk I’tikab menyendiri, lalu salat tahajud dan mengaji Al-Qur’an.
Begitulah rutinitas wajib Habib Umar bin Hafidz.
Lalu Habib Umar beliau menuju ke masjid bersama santri penghafal Al-Qur’an membaca Al-Qur’an dan wirid sampai adzan Subuh berkumandang.
Kemudian beliau salat Subuh berjamaah, lalu mengajar santrinya hingga terbit matahari pagi.
Setelah itu, beliau salat empat rakaat (shalat Isyraq), dan membaca Al-Qur’an satu juz.
Itu adalah amalan wajib beliau, pada pukul 06.30, Habib Umar pulang ke rumah.
Kalau beliau ada tamu, ditemui lebih dulu, setelah itu sarapan pagi.
Namun yang istimewa, pada waktu sarapan pagi ini dipergunakan Habib Umar untuk mengajar keluarga beliau, dari mulai alif ba ta, hingga kitab-kitab besar seperti Alfiyah, Shahih Bukhari, Ihya Ulumuddin, dan yang luar biasa belajarnya ada kurikulumnya, hal ini pelajaran yang wajib di contoh bagi penceramah atau dai.
Jangan hanya sibuk ngajar orang lain, tapi tidak ada waktu untuk keluarga sendiri.
Jam 09.00 pagi, Habib Umar tidur dan bangun pukul 10.30 siang.
Setelah itu, Habib Umar berangkat ke kantornya di Darul Mustofa untuk memeriksa dokumen jika ada yang perlu diteliti atau ditandatangani.
Kemudian, Habib Umar menjalankan shalat Dzuhur dan menyempatkan untuk menghadiri undangan masyarakat Tarim.
Habib Umar kembali ke rumah untuk menemui tamunya hingga Asar tetapi kadang beliau mengunjungi majelis fatwa dari jam 10.00 pagi sampai Asar.
Habib Umar mendirikan shalat Asar di masjid, lalu mengajar ngaji sampai jam 17.00 atau satu jam sebelum salat Maghrib.
Baca Juga: Lautan Manusia Padati Puncak Haul Habib Abu Bakar Assegaf, Pecahkan Rekor dan Dongkrak Ekonomi Warga
Biasanya beliau membuka kembali rumahnya untuk menerima tamu.
Kalau ada jenazah atau orang yang meninggal, maka beliau menghadirinya.
Meskipun beliau nggak kenal siapa jenazah itu.
Lalu beliau menuju ke masjid untuk salat Maghrib berjamaah dan membaca Al-Qur’an bersama santrinya yang hafal Al Quran.
Kadang beliau punya jadwal pengajian di luar.
Setelah itu, beliau shalat Isya berjamaah.
Setelah shalat Isya berjamaah, biasanya Habib Umar punya jadwal umum atau untuk masyarakat umum.
Seperti Maulid, pengajian sana dan pengajian sini hingga pukul 21.00.
Habib Umar bin Hafidz hafal Al Quran sejak usia muda dan memiliki hafalan lebih dari 100.000 hadis beserta sanad dan matannya, yang membuatnya bergelar Al Hafidh.
Selain itu, beliau juga menghafal berbagai teks inti dalam fikih, bahasa Arab, dan ilmu-ilmu keagamaan lainnya.
Hafal Al-Qur’an sejak masa kanak-kanak.
Baca Juga: Habib Rizieq Shihab Punya Anak ke 8 dari Istrinya Kedua Syarifah Mona Hasinah Alaydrus
Bergelar Al Hafidh karena menghafal lebih dari 100.000 hadis, lengkap dengan sanad dan matannya.
Beliau bahkan sangat tidak suka gelar tersebut disebut karena kerendahan hati dan rasa malu.
Menguasai berbagai teks inti dalam fikih, bahasa Arab, dan ilmu-ilmu keagamaan lainnya, serta ilmu tafsir.
Profil Habib umar bin Hafidz pada tahun 2024, beliau dinobatkan sebagai tokoh nomor 1 dalam daftar “The World’s Most Influential Muslims”, sebuah penghargaan yang mengakui pengaruhnya yang sangat luas dalam dunia Islam.
Hal ini berdasarkan lembaga riset independen The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) yang telahi merilis 500 Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia 2024.
Dalam laporan themuslim500dotcom, Habib Umar bin Hafidz merupakan keturunan langsung Nabi Muhammad SAW generasi ke-39.
Beliau dinobatkan sebagai salah satu ulama, pembimbing spiritual, dan dai terkemuka dalam tradisi Islam saat ini.
Posisinya yang menonjol dalam Thariqoh Ba’alawi memperluas pengaruhnya hingga ratusan juta Muslim di seluruh dunia. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi