RADARSEMARANG.ID — Informasi itu disampaikan melalui pesan broadcast perpesanan dan dibenarkan oleh asisten dari Najwa Shihab, Hana.
Sosok Profil Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf
Ibrahim Sjarief Assegaf bukan sekadar suami dari seorang figur publik.
Ia adalah sosok pengacara terkemuka di Indonesia yang dikenal karena integritas dan kontribusinya dalam dunia hukum.
Lahir di Surakarta tahun 1977, Ibrahim meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan Master of Law (LL.M) di University of Melbourne, Australia.
Tak hanya itu, ia pernah menjadi peneliti tamu di Harvard Law School pada program Studi Hukum Asia Timur, mempertegas reputasinya sebagai ahli hukum berkaliber internasional.
Semasa hidupnya, Ibrahim dikenal sebagai mitra di firma hukum bergengsi Assegaf Hamzah & Partners (AHP), dengan spesialisasi di bidang perbankan, keuangan, restrukturisasi, serta merger dan akuisisi.
Ia juga menjabat sebagai Direktur di Justika, sebuah platform layanan hukum daring yang membantu masyarakat mengakses informasi dan konsultasi hukum secara lebih mudah.
Ibrahim menikah dengan Najwa Shihab pada tahun 1997.
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak:
- Izzat Assegaf
- Namiyah binti Ibrahim Assegaf.
Sayangnya, Namiyah meninggal dunia hanya beberapa jam setelah dilahirkan pada 15 Desember 2011, sebuah tragedi yang memperkuat ikatan batin keluarga ini.
Selama ini, sosok Ibrahim Sjarief jarang disorot kehidupannya.
Dia merupakan pakar di bidang hukum yang juga turut mendirikan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK).
Jejaknya di bidang hukum, juga termasuk menjadi pengajar di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera.
Berikut ini profil pendidikan Ibrahim Sjarief, dikutip dari laman STH Jentera dan PSHK.
Penghargaan dan Karier di Bidang Hukum
1. “Highly regarded” Lawyer in Banking and M&A oleh IFLR 1000 pada 2016-2018
2. “Band 3” in Banking and Finance” oleh Chambers and Partners Asia Pacific pada 2017-2018
3. Banking & Finance, Projects & Energy, Restructuring & Insolvency and Aviation oleh Legal500 Asia Pacific pada 2017-2018
4. “Leading Lawyer” in Banking and finance, Corporate and M&A, Restructuring and insolvency oleh Asialaw Leading Lawyers pada 2017-2018
5. Partner di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners
Di PSHK, Ibrahim menjadi pendiri bersama berbagai pakar lain, termasuk salah satunya Bivitri Susanti, yang dikenal sebagai akademisi dan pakar hukum tata negara.
PSHK sendiri didirikan pada 1998 oleh 13 orang termasuk Ibrahim Sjarief.
PSHK merupakan lembaga penelitian dan advokasi reformasi hukum yang berfokus pada legislasi dan keadilan.
Untuk bidang legislasi, PSHK melaksanakan tiga kegiatan utama, yaitu:
1. Pemantauan legislasi (menghadiri dan memberikan catatan pada setiap rapat legislasi)
2. Penilaian legislasi
3. Penyusunan legislasi
Keberadaan PSHK bisa membantu publik untuk ikut terlibat dan mengakses informasi terkait proses legislasi.
Dalam hal ini, peneliti PSHK mengumpulkan dokumen legislasi yang sebagian besar dokumennya dapat diunduh oleh publik.
Kisah Cinta Ibrahim Sjarief Assegaf dan Najwa Shihab
Ibrahim Assegaf merupakan senior Najwa Shihab Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Najwa yang saat baru saja menjadi mahasiswa bertemu dengan Baim yang sedang menyelesaikan skripsinya.
Keduanya menjadi dekat karena sama-sama pernah mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri.
Kedua orang tua mereka juga ternyata saling mengenal.
Merasa memiliki banyak kecocokan Ibrahim melamar Najwa setelah beberapa bulan menjalin hubungan.
Namun, ayah dari Najwa, Quraish Shihab memberi syarat pada Baim untuk menyelesaikan studinya terlebih dahulu.
Sementara Najwa yang masih berusia 19 tahun saat dilamar, berusaha meyakinkan diri sebelum menerima pinangan Baim.
Kedua orang tua Najwa kemudian mengajaknya umrah yang dianggap menjadi cara paling tepat untuk memantapkan hati.
Ibrahim dan Najwa kemudian menikah pada 1997 di Solo.
Saat itu Najwa berusia 20 dan Ibrahim 26 tahun.
Hingga saat ini pernikahan keduanya yang sudah berlangsung lebih dari 25 tahun terjalin harmonis dan jauh dari isu-isu miring.
Menurut Najwa, sikap saling memahami dan mengerti menjadi salah satu landasan rumah tangganya yang harmonis.
Suami Najwa Shihab adalah seorang yang tertutup.
Meski memiliki pasangan seorang publik figur terkenal, Ibrahim Assegaf merupakan sosok yang jarang tersorot kamera.
Hal ini dikarenakan Ibrahim tidak terlalu nyaman menjadi pusat perhatian hal ini disampaikan Najwa dalam beberapa interviewnya bahwa sang suami merupakan sosok yang cukup tertutup dan kurang nyaman menjadi spotlite.
Menghargai hal tersebut, Najwa pun selalu meminta izin bila ingin mengunggah momen kebersamaannya dengan suami di media sosial.
Najwa Shihab memang telah diketahui sebagai salah satu keturunan dari Nabi Muhammad saw yang sering disebut habib (Sayyid) atau syarifah (hubabah).
Ayah Najwa, Quraish Shihab dikenal sebagai cendekiawan muslim sekaligus ulama terkemuka di Tanah Air.
Ia berasal dari keluarga keturunan Arab Quraisy-Bugis, yang merupakan keturunan Nabi Muhammad saw. dari marga Shihab yang terpelajar.
Ternyata garis keturunan tersebut tidak hanya dimiliki oleh Najwa Shihab saja.
Suami Najwa Shihab juga memiliki garis keturunan Nabi Muhammad saw.
Ibrahim Assegaf, memiliki marga Assegaf, yang merupakan salah satu marga keturunan Arab.
Berdasarkan informasi dalam literatur Rabithah Alawiyah, marga Assegaf ini juga termasuk garis keturunan nabi Muhammad saw.
Rabithah Alawiyah adalah organisasi pencatat keturunan Rasulullah yang telah ada di Indonesia sejak 27 Desember 1928.
Kabar duka datang dari keluarga besar Quraish Shihab.
Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf, suami jurnalis dan pendiri Narasi, Najwa Shihab, meninggal pada Selasa, 20 Mei 2025, pukul 14.29 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta.
Jenazah almarhum disemayamkan di kediaman keluarga di Jl. Jeruk Purut No. 8–9, Cilandak Timur, Jakarta Selatan.
Pembacaan tahlil akan dimulai malam ini. “Saat ini jenazah sudah di rumah duka,” ujarnya.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada Rabu, 21 Mei 2025, pukul 10.00 WIB di TPU Jeruk Purut.
Dalam pengumuman yang sama, keluarga memohon doa dan keikhlasan masyarakat untuk memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidupnya.
“Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang,” demikian tertulis dalam pengumuman tersebut.
Ibrahim Sjarief dikenal sebagai pribadi yang bersahaja dan menjauhi sorotan publik, meski mendampingi sosok Najwa Shihab yang dikenal luas sebagai jurnalis ternama di Indonesia.
Ia meninggalkan satu orang anak, Izzat Ibrahim Assegaf. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi