Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Berawal dari Hobi Petualangan, Begini Kisah Manis Pertemuan Orang Tua Luna Maya

Feriadi Tampubolon • Senin, 12 Mei 2025 | 18:23 WIB

 

Potret Luna Maya Bersama sang Ibu Desa Maya
Potret Luna Maya Bersama sang Ibu Desa Maya

RADARSEMARANG.ID - Di balik pesona dan kesuksesan Luna Maya sebagai artis papan atas Indonesia, tersimpan kisah cinta yang unik dan inspiratif dari kedua orang tuanya.

Pertemuan mereka bukanlah hasil dari perjodohan atau kebetulan semata, melainkan buah dari semangat petualangan yang sama-sama mereka miliki.

Desa Maya Waltraud Meiyer, ibu Luna Maya, adalah wanita asal Austria yang memiliki jiwa petualang sejak muda.

Di usia 20-an, ia memutuskan untuk menjelajahi dunia, mengendarai mobil dari Eropa hingga mencapai Afghanistan.

Ketika mobilnya tidak diizinkan masuk ke India karena perbatasan negara, ia pun melanjutkan perjalanan dengan menumpang kendaraan lain, menunjukkan tekad dan semangat eksplorasinya yang luar biasa.

Baca Juga: Ini Sosok Feby Jabrik, Kakak Ipar Luna Maya yang Ternyata Seorang Pebisnis Sukses

Ketika mengunjungi Swiss, Desa Maya sempat terpikat oleh busana yang dikenakan seorang pedagang, yang ternyata adalah kebaya khas Bali.

Berawal dari ketertarikannya itu, Desa Maya pun bertekad suatu saat harus datang dan melihat sendiri keindahan kebaya lainnya di Pulau Dewata.

Setelah bebepa tahun kemudian, Desa Maya pun berkesempatan berkunjung ke Bali. Namun, saat itu ia belum bertemu dengan Ayah Luna Maya, Uut Bambang Sugeng.

Desa Maya kemudian kembali berpetualangan dan bertemu dengan seorang pria yang bernama Louis. 

Namun, hubungan mereka harus berakhir karena Louis memiliki kebiasaan buruk berjudi. Setelah itu, Desa Maya memilih kembali ke Bali, di mana ia kemudian bertemu dengan Uut Bambang Sugeng.

Perjalanan itu kembali membawanya ke Indonesia, negara yang akhirnya mencuri hatinya. Di sinilah ia bertemu dengan Uut Bambang Sugeng, seorang pria lokal yang juga memiliki semangat petualangan.

Keduanya sering melakukan perjalanan bersama, termasuk touring dengan sepeda motor ke berbagai daerah seperti Jawa dan Lombok .

Pertemuan tersebut rupanya menjadi takdir. Kecintaan mereka terhadap petualangan menjadi fondasi kuat dalam hubungan mereka, yang akhirnya berujung pada pernikahan.

Dari pernikahan mereka, lahirlah Luna Maya dan dua saudara laki-lakinya. Semangat petualangan yang dimiliki kedua orang tuanya menurun kepada Luna.

Ia mengaku bahwa kecintaannya terhadap traveling adalah warisan dari keluarganya, yang semuanya gemar menjelajah dan mengeksplorasi tempat-tempat baru.

Luna sering membagikan momen-momen perjalanannya di media sosial, menunjukkan betapa besar pengaruh orang tuanya dalam membentuk kecintaannya terhadap petualangan.

Baca Juga: Bisa Berbahasa Arab, Apa Sih Agama Desa Maya Waltraud Maiyer Ibu Luna Maya?

Ia juga mengungkapkan bahwa traveling memberinya kepuasan batin dan menjadi cara untuk menikmati waktu sendiri.

Setelah kepergian sang suami saat Luna berusia 13 tahun, Desa Maya membesarkan ketiga anaknya seorang diri di Bali. Sebagai single parent, ia menunjukkan ketegaran dan kemandirian yang luar biasa.

Hingga usia 78 tahun, ia masih aktif bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan semangat.

Gaya hidupnya yang sederhana dan tidak berlebihan mendapatkan pujian dari banyak orang. Meskipun anaknya terkenal dan sukses, Desa Maya memilih untuk menikmati hidup dengan cara yang sederhana, tanpa pamer kekayaan.

Editor : Baskoro Septiadi
#luna maya #Desa Maya Waltaurd Maiyer #Uut Bambang Sugeng #bali #berpetualang #maxime bouttier