Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Sosok Profil Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dari Imam Masjid menjadi Menteri Agama Indonesia

Falakhudin • Selasa, 22 Oktober 2024 | 12:03 WIB
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Presiden Jenderal TNI (Purn) H Prabowo Subianto telah mengumumkan susunan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. 

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasaruddin Umar ditunjuk sebagai Menteri Agama RI menggantikan Yaqut Cholil Qoumas.

Adapun pelantikan menteri Prabowo dilaksanakan hari ini, Senin (21/10/2024) di Istana Kepresidenan, Jakarta. 

Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Rektor Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Quran Jakarta, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, memberikan dukungan penuh terhadap gagasan presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, terkait program makan bergizi gratis bagi siswa-siswi di sekolah.

Pria bernama lengkap Nasaruddin Umar adalah salah satu tokoh Islam Indonesia kelahiran Ujung-Bone, Sulawesi Selatan yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI dari tahun 2011 sampai 2014. 

Prof Dr KH Nasaruddin Umar juga merupakan pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog antar Umat Beragama dan pernah menjabat sebagai Dirjen di Departemen Agama (Depag).

Tak hanya itu, Nasaruddin Umar juga merupakan anggota dari Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

Baca Juga: Daftar Menteri Koordinator Menko Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto

Baca Juga: Ini Daftar 48 Nama Menteri dan Kepala Lembaga Presiden H Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih

 

Prof Dr KH Nasaruddin Umar juga pernah dipercaya untuk mengemban amanat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia periode 2015-2020. 

Saat itu, Prof Dr KH Nasaruddin Umar mendampingi Menteri Agama Suryadharma Ali di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan pada 23 Juni 1959 itu merupakan putra dari pasangan Andi Muhammad Umar-Andi Bunga Tungke. Sejak kecil, Prof Dr KH Nasaruddin Umar sudah menaruh perhatian besar pada keilmuan Islam. 

Bahkan ia juga dikenal sebagai ulama yang visioner serta berwawasan luas di tengah masyarakat. 

Pendidikan sarjananya Prof Dr KH Nasaruddin Umar raih dengan belajar di Institut Agama Islam Negeri /IAIN Alauddin Makassar bidang Studi Islam. 

Setelah mendapat gelar magister, Prof Dr KH Nasaruddin Umar memperdalam tafsir Al-Qur’an di Universitas Al Azhar Mesir.  

Kemudian pada 1998, Prof Dr KH Nasaruddin Umar meraih gelar doktor lewat disertasi bertajuk ‘Perspektif Jender Dalam Al-Qur’an’.  

Setelah menempuh pendidikan di Mesir, perspektif Prof Dr KH Nasaruddin Umar makin luas tentang keislaman. 

Baca Juga: GRATIS! Download Foto Presiden H Prabowo Subianto - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Periode 2024-2029 dan Peraturan Pemasangannya

Baca Juga: Mengenal Sosok Profil KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq

Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Ini Sosok Profil Gus Iqdam

Itulah yang kemudian membuat Prof Dr KH Nasaruddin Umar menjadi sosok yang sangat peka terhadap isu-isu sosial dan keagamaan termasuk toleransi dan kesetaraan. 

Selain aktif dalam kegiatan keagamaan, Prof Dr KH Nasaruddin Umar juga memiliki sejumlah karya ilmiah tentang Islam. 

Salah satu bukunya yang terkenal Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran (Paramadina, 1999), yang menjabarkan hasil penelitian mengenai bias gender dalam Qur’an. 

Prof Dr KH Nasaruddin Umar resmi menjabat sebagai Menteri Agama RI dalam Kabinet Merah Putih berikut profil Prof Dr KH Nasaruddin Umar.

 

Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA

- Tempat/Tanggal Lahir: Ujung-Bone, 23 Juni 1959

- Agama: Islam

- Orang tua: H. Andi Muhammad Umar dan H. Andi Bunga Tungke

- Istri: Helmi Halimatul Udhma

- Anak:

Andi Nizar Nasaruddin Umar

Andi Rizal Nasaruddin Umar

Cantik Najda Nasaruddin Umar

Baca Juga: Free Download kalender 2025 Vektor: Lengkap Indonesia, Jawa dengan Weton, Neptu dan Bulan Hijriyah Islam

Baca Juga: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029 Resmi Dilantik

- Riwayat Pendidikan:

Madrasah Ibtida’iyah 6 tahun, di Pesantren As’adiyah, Sengkang (1971)

Sarjana Muda, Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin Ujung Pandang (1980)

Sarjana Lengkap (Sarjana Teladan) Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin Ujung Pandang (1984)

Program S2 (tanpa tesis) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1990-1992).

Program S3 (alumni terbaik) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan disertasi tentang ”Perspektif Gender Dalam Al-Qur’an” (1993-1998)

Mahasiswa tamu di Universitas McGill, Montreal, Kanada (1993-1994), Universitas Leiden, Belanda (1994-1995), dan Universitas Sorbonne (1995)

Sarjana tamu di Shopia University, Tokyo (2001), School of Oriental and African Studies, University of London (2001-2002), Georgetown University, Washington DC (2003-2004) dan di Universitas Sorbonne Nouvelle-Paris III

Baca Juga: Meriah! Karnaval Pembangunan Desa Sumberejo Kecamatan Pabelan Ditonton Ribuan Warga

Baca Juga: Mengenal Sosok Habib Husein Mutahar, Pengarang lagu 17 Agustus 45 Hari Merdeka Sekaligus Pendiri Paskibraka

- Riwayat Karier:

Pengukuhan Guru Besar dalam bidang Tafsir pada Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 12 Januari 2002

Guru Besar di UIN Syarif Hiyatullah

Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an

Pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog antar Umat Beragama

Anggota dari Tim Penasehat Inggris-Indonesia (Indonesia-UK Islamic Advisory Group) yang didirikan oleh mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair

Dirjen Bimas Islam di Kementerian Agama RI, 2006-2011

Wakil Menteri Agama RI, 2011-2014

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta.

Karya Nasaruddin ”Argumen Kesetaraan Jender: Perspektif Al-Qur’an” merupakan salah satu buku rujukan dalam berbagai penelitian akademis tentang relasi laki-laki dan perempuan, seperti disertasi dan thesis pada perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Al-Qur’an mengakui adanya ”perbedaan” (distinction) antara laki-laki dan perempuan itu, tetapi ”perbedaan” itu bukanlah ”pembedaan” (discrimination) yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lainnya. 

Perbedaan itu sejatinya dimaksudkan untuk mendukung misi pokok Al-Qur’an, yakni terciptanya hubungan harmonis yang didasari rasa kasih sayang di lingkungan keluarga, sebagai cikal bakal terwujudnya komunitas ideal di masyarakat secara luas.

Baca Juga: Asal-Usul dan Makna Malam Tirakatan 17 Agustus, Ternyata Begini Sejarahnya

Baca Juga: Baru Tahu, Ternyata Begini Struktur Organisasi Gerakan Pramuka

Baca Juga: Mengapa Hari Pramuka Diperingati Setiap Tanggal 14 Agustus? Ternyata Begini Sejarahnya

Nasaruddin juga aktif sebagai pendakwah di forum-forum keagamaan, baik masjid, perkantoran, pusat kajian, televisi, dan mimba-mimbar lainnya. 

Pengajian rutin di Masjid Agung Sunda Kelapa, Masjid Agung Attin, dan masjid lainnya dia dijalani lebih dari 10 (sepuluh) tahun terakhir secara istiqomah. 

Kajian keagamaannya mengangkat tema tasawuf, husnul khatimah, asmaul husna, dan sejumlah kajian keislaman lainnya yang terus dipenuhi oleh para jamaah dari berbagai segmen. (falakh)

Editor : Agus AP
#Kabinet Merah Putih #Universitas Al Azhar Mesir #imam besar masjid istiqlal #H Prabowo Subianto #Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama #Prof Dr KH Nasaruddin Umar