Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Belum Banyak yang Tahu, Ini Sosok Profil Gus Iqdam

Falakhudin • Minggu, 15 September 2024 | 14:00 WIB
Kyai Muhammad Iqdam Kholid
Kyai Muhammad Iqdam Kholid

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Gus Iqdam merupakan pendiri Majelis Ta'lim Sabilu Taubah.

Ia juga pengurus dari Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kabupaten Blitar.

Gus Iqdam dikenal masyarakat luas sebagai pendakwah milenial, yang kocak, lucu, dan mudah berbaur dengan semua kalangan usia.

Mulai dari usia muda hingga sampai dengan usia tua.

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi

Baca Juga: Diawali dari semangat Al Habib Masyhur, Ini Sejarah Singkat Berdirinya Majelis Al Muqorrobin

Biodata Gus Iqdam

-Nama asli : Muhammad Iqdam Kholid

-Tempat lahir : Blitar, Jawa Timur

-Tanggal lahir : 27 September 1994

-Usia : 30 tahun

-Nama ayah : KH Kholid

-Nama ibu : Lanratul Farida

-Istri : Aning Nilatin Nihayah

 Pada 2018, Gus Iqdam mendirikan Majelis Taklim Sabilu Taubah yang awalnya hanya memiliki 7 jamaah.

Tetapi setelah namanya dikenal karena konsep ceramahnya, majelis tersebut memiliki jamaah lebih dari 60.000 orang dari seluruh pelosok negeri.

Baca Juga: Free Download kalender 2025 Vektor: Lengkap Indonesia, Jawa dengan Weton, Neptu dan Bulan Hijriyah Islam

Baca Juga: Jadwal Majelis Al Muqorrobin Bulan September 2024, Yuk Cek Waktu dan Lokasinya Disini

Masa kecil Gus Iqdam dihabiskan untuk belajar ilmu agama Islam bersama pamannya yaitu KH Dliyauddin Azzamzami.

Kemudian Gus Iqdam melanjutkan pendidikan agamanya di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri di bawah asuhan KH Muhammad Abdurrahman Kautsar atau Gus Kautsar.

Kemudian di tahun 2021, Gus Iqdam menikah dengan Nilatin Nihayah yang merupakan anak dari salah satu kyai besar di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, almarhum KH Toha Widodo Zaini Munawwir.

Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Ahmad Novel Zubaidi Al Munawwir.

Nama aslinya adalah  Muhammad Iqdam Kholid.

Ia lahir di Blitar, Jawa Timur pada 27 September 1994.

Pada latar belakangnya, Gus Iqdam diketahui sebagai anak bungsu dari KH Kholid.

Ayahnya tersebut dikenal luas sebagai seorang kyai di Pondok Mamba'ul Hikam II Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Lengkap! Ini Jadwal Majelis Grayak Al Muqorrobin Bulan September 2024

Baca Juga: Jadwal Majelis Al Muqorrobin Kendal Bulan September 2024, Yuk Cek Waktu dan Lokasinya Disini

Baca Juga: Jadwal Lengkap Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Bulan September 2024, Yuk Cek Waktu dan Lokasinya Disini!

Ibu Gus Iqdam, Nyai Lanratul Farida, juga bukan orang sembarangan.

Ia adalah salah satu putri dari kiai kharismatik, KH Zubaidi Abdul Qofur yang merupakan Mursyid Toriqoh di Jawa Timur.

Kendati berasal dari keluarga religius, Gus Iqdam dulunya dikenal sebagai anak yang nakal dan hobi balap motor.

Namun, atas dorongan sang ayah Gus Iqdam pun bersedia untuk mondok.

Awalnya, ia hanya ingin memenuhi permintaan sang ayah.

Akan tetapi, lambat laun Gus Iqdam memahami pentingnya pendidikan agama dan memutuskan untuk serius belajar.

Seiring waktu Majelis Ta’lim Sabilu Taubah banyak dikenal.

Hal ini membuat jemaahnya terus bertambah pesat.

Menurut beberapa sumber, ada banyak jamaah Gus Iqdam yang berasal dari orang-orang luar pesantren dan awalnya tidak paham ilmu agama.

Baca Juga: Profil K.H. Taj Yasin Maimoen, dari Santri untuk Negeri, Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024-2029

Baca Juga: Mengenal Sosok Habib Husein Mutahar, Pengarang lagu 17 Agustus 45 Hari Merdeka Sekaligus Pendiri Paskibraka

Namun, sesuai tujuannya mendirikan Majelis Ta'lim sebagai tempat mengaji bagi orang-orang luar, Gus Iqdam pun tidak merasa keberatan.

Pada aktivitas dakwahnya, Gus Iqdam disukai banyak jamaah karena ciri khas penyampaian ilmu yang lemah lembut, sopan dan lucu.

Pengajian dan dakwah rutin yang dilakukan biasa dikenal sebagai kata-kata “ Dekengan Pusat ”.

Cara dakwah beliau banyak disukai lapisan masyarakat abangan yang belum tahu agama dan mau belajar.

Komunitas tersebut sering disebut dengan garangan atau ST Nyell.

Baca Juga: Asal-Usul dan Makna Malam Tirakatan 17 Agustus, Ternyata Begini Sejarahnya

Baca Juga: Do’a Kemerdekaan 17 Agustus yang Pernah Dibacakan KH Maemun Zubair di Peringatan HUT RI lengkap Arab, Latin dan Artinya

Bahkan jamah dari non muslim banyak yang datang.

Setiap pengajiannya diadakan talk show kepada para jamaah yang hadir dari jauh.

Selain itu mereka juga mendapatkan hadiah berupa uang atau barang berharga lainnya.

Dakwah Gus Iqdam selama ini tak hanya di kalangan santri saja.

Ia bahkan juga merangkul orang-orang jalanan, kaum marginal, bahkan kriminal.

Semua kalangan dirangkulnya dengan lembut dan pesan agama yang tak terkesan memaksa atau menggurui.

Atas kerendahan itu, Gus Iqdam kini begitu digandrungi anak-anak muda tak hanya santri pondok pesantren. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#dekengan pusat #gus kautsar #kaum marginal #Muhammad Iqdam Kholid #Pondok Pesantren Mambaul Hikam II #Majelis Taklim Sabilu Taubah #Desa Karanggayam #ST nyell #Pondok Pesantren Al Falah Ploso #Pondok Pesantren Lirboyo Kediri #Aning Nilatin Nihayah #gus iqdam #KH Muhammad Abdurrahman Kautsar